
Abi datang membawakan apa yang tuan muda nya minta dan langsung menyerahkan nya.
Mereka kembali berjalan menuju loket tiket.
Disana terdapat pajangan film-film yang direkomendasikan.
Abi kembali diperintah Reyhan untuk tiket dan pemilihan film yang akan ditonton.
Sementara Reyhan mengaitkan jari-jari nya pada Merisha posesif, karena dari tadi banyak laki-laki yang curi pandang dengan Merisha, sedangkan yang dilihat malah keasikan makan.
"apa kau lebih sayang makanan daripada aku". tanya Reyhan.
"tentu saja". tanpa pikir panjang Merisha menjawab pertanyaan bodoh Reyhan.
"kenapa". tanya Reyhan lagi.
"karena dia bisa dimakan, dan bisa membuat orang kenyang". jelas Merisha sambil terus mengemut makanan nya.
"hei aku kan juga bisa kau makan cuma kau saja yang tidak pernah kenyang". dengan sengaja nya Reyhan menggoda Merisha dan menyenggol bahu Merisha.
uhuukk!!
Merisha menatap Reyhan dengan tajam. Reyhan dengan wajah tak berdosa nya malah bersiul ria.
kenapa jadi aku.
Terlihat Abi menghampiri kedua orang itu dan menyerahkan tiket pada Reyhan.
"sayang, kau yakin mau nonton film ini". tanya Reyhan dengan entah apa yang dia pikirkan saat ini.
"tentu saja".
kenapa. kau takut ya.. ini dia kejutan nya, semoga kau takut dan aku jadi punya momen di mana bukan aku saja yang dikerjai, tapi kau juga ku kerjai.
"kenapa kau takut". tanya Merisha dengan wajah yang berusaha tenang.
"siapa yang takut. Aku tidak takut apapun, tapi satu hal yang aku takutkan". dengan wajah sok serius nya Reyhan menyakinkan Merisha kalau dia juga takut sesuatu.
Karena penasaran, Merisha pun bertanya dengan semangat.
"apa itu".
"aku takut kalau kau tidak memberi jatahku".Reyhan berbisik di telinga Merisha penuh goda, lagi-lagi dia menang.
"dasar mesum". Merisha berbicara dengan suara tertahan dan mencubit perut Reyhan.
Karena merasa sakit Reyhan hendak memperhatikan perut nya, dia pun membuka baju di bagian perut nya dan memperlihatkan otot-otot perutnya yang terbentuk sempurna sehingga membuat kaum hawa yang lewat menjerit-jerit.
Merasa risih, Merisha menurunkan kembali baju Reyhan.
"kenapa main buka-buka, apa kau sebegitu nya ingin diperhatikan orang-orang". ucap Merisha dengan kesal.
Lama Reyhan melihat Merisha.
"senang nya dicemburui. Sayang, kau cemburu pada orang-orang itu". Reyhan melingkarkan lengannya dileher Merisha.
"tidak". elak Merisha
"kau tenang saja, seluruh tubuhku hanya untuk mu, tanpa terkecuali". dengan manja nya Reyhan mencium kedua pipi Merisha tanpa melihat pandangan orang-orang disekitar.
Dan karena merasa malu Merisha memilih menutup wajah nya sendiri.
Setelah menahan cukup lama rasa malu, akhirnya Merisha, Reyhan dan Abi tiba di ruang bioskop. Mereka langsung duduk di kursi sesuai tiket, Reyhan dan Merisha bersama sedangkan Abi berjarak dua kursi di belakang mereka.
Dan sini bukan hanya Reyhan saja yang mendapat perhatian, tapi Abi juga mengalami nya. Dia merasa risih sekali karena dari awal mula dia duduk, para wanita tepat nya selalu memperhatikan dia.
astaga tempat ini kenapa jadi seperti ini.
Ingin sekali Abi keluar dari tempat ini, tapi dia tidak boleh meninggalkan tuan muda nya.
Tak berapa lama, film pun mulai diputar.
Dengan volume suara super keras, membuat telinga berdengung.
Dan apa lagi film yang diputar ini adalah film horor, jadi suara-suara yang yang membuat horor selalu terasa menyeramkan.
Karena film sudah diputar, Merisha terus melirik pada Reyhan sambil terus mengunyah makanannya.
kenapa belum ada reaksi.
Jangankan melihat Reyhan terkejut dengan hantu nya, mendengar suara keras ini saja tidak bisa membuat ekspresi nya berubah.
"kenapa, kau mau mengerjai ku ya. Aku sudah bilang kan tidak ada yang bisa membuatku ketakutan, kecuali aku kehilangan orang berharga bagiku". ucap Reyhan serius dan menoleh pada Merisha yang masih tercengang.
dia tau.
Bersambung!!!