
"tuan Karsya hanya punya seorang putri". ucap sekretaris Abi.
Mendengar ucapan sekretarisnya, Reyhan langsung membuka mata.
jadi yang akan ulang tahun itu si gadis kecil.
lihatlah gadis kecil, kita memang berjodoh. Ayahmu sendiri yang mengundangku kau tidak oleh salahkan aku.
Dengan seringai liciknya, sekretaris Abi yang melihat itu langsung bertanya kepada Reyhan.
"tuan apa anda sakit". tanya Abi karena
melihat tuan mudanya itu seperti tidak biasanya.
"kenapa kau bertanya. Apa aku terlihat sakit dimatamu". Reyhan balik bertanya masih dalam posisi kepala tersandar dan mata terpejam.
"tidak tuan. Anda terlihat baik baik saja". ucap sekretaris Abi.
"bagus. Dan berhentilah bertanya aku mau tidur".
"baik tuan".
lihat lihat anda tersenyum lagi. Saya tidak pernah melihat anda seperti ini tuan muda, matanya saya tanya apa anda sakit.
Dan juga undangan itu, setau saya sekian banyaknya undangan yang masuk akhir-akhir ini semua nya ditolak tanpa mengecek siapa yang memberi undangan, tapi kali ini anda sampai bertanya siapa yang mengundang.
Saya masih belum bisa menebak pemikiran anda tuan muda.
{Di rumah}
Penjaga membuka gerbang setelah melihat mobil Merisha mendekat.
"selamat datang nona". ucap penjaga gerbang.
"iya pak, terima kasih". balas Merisha ramah
Setelah masuk gerbang, Merisha langsung memarkirkan mobilnya ke dalam garasi.
Merisha sampai di depan pintu rumah kepulangannya disambut beberapa pelayan.
"selamat datang nona". ucap serempak beberapa pelayan.
Dari kejauhan terlihat seorang wanita paruh baya mendekat ke arah Merisha.
"apa Nona sudah makan". tanya pelayan itu yang bernama bi Mila.
"tidak, bi. Merisha langsung ke kamar saja ya". ucap Merisha menolak dengan halus.
"baik Nona". ucap bi Mila sambil membungkung hormat. Beliau tau suasana hati Merisha saat ini sedang tidak baik.
Bi Mila lah yang telah menjaga Merisha selama ini walaupun tidak dari lahirnya Merisha. Bi Mila mulai menjaga Merisha layaknya anak sendiri sejak umur Merisha satu tahun. Oleh sebab itu, beliau sangat tau suasana hati Merisha apa sedang baik atau buruk.
Setelah masuk ke kamarnya, Merisha meletakkan pakaian kotornya ke dalam keranjang.
Merisha masuk ke kamar mandi, dia membersihkan seluruh kotoran yang ada di tubuhnya termasuk bekas ciuman tuan muda Reyhan.
Pipi putihnya Merisha sampai memerah karena temannya Merisha menggosoknya.
Setelah selesai, Merisha mengambil baju di dalam lemari, dia mengambil baju kaos pendek dengan celana pendek selutut cook untuk tubuhnya yang mungil.
Merisha merebahkan tubuhnya ke kasur empuknya. Mencoba merilekskan beban pikiran dan membuang semua emosi yang telah terkumpul.
Merisha memegang pipinya yang terasa panas akibat gosokan nya sendiri.
duh sakit nya pipi ku. sialan kau tuan muda. aku benar-benar benci padamu.
Tanpa tersadar Merisha terlelap tidur.
Cuaca yang tidak terlalu panas sangat pas untuk mengistirahatkan seluruh anggota badan dari kesibukan sehari-hari.
Merisha terlelap sampai malam. Dia terbangun saat mendengar ada yang mengetuk pintu kamarnya dari luar.
"Merisha, kau tidur ya bangunlah nak Ayah ingin memberitahukan sesuatu". ucap ayahnya dari luar kamar.
"iya ayah sebentar". ucap Merisha dengan suara pelan karena dia baru bangun tidur.
Setelah mandi, Merisha langsung ke meja makan. Ayah sudah terlebih dahulu ada di meja tinggal menunggu Merisha saja.
Sehabis makan, Merisha mengikuti ayahnya ke ruang kerja.
Bersambung!!