MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Prasangka



Setelah cukup beristirahat, kondisi Merisha saat ini sudah membaik berkat pengobatan dari dokter Garild.


Walaupun pengobatan nya tidak memakai obat khusus.


Di meja makan telah tersaji berbagai menu makanan yang tentu nya berkesan elegan.


Dan disitu pula pasangan kasmaran ini sedang saling mengasihi dengan cara saling menyuapi.


Sedangkan Abi memilih duduk sendiri di sofa single di temani dengan segelas jus buah.


"jangan keluar ya malam ini". ucap Reyhan dengan terus menyuapi sepotong demi sepotong daging ke Merisha.


"aku mau keluar". dengan mulut yang masih penuh dengan makanan Merisha terus mengekeh kalau dia ingin keluar.


Sudah sedari tadi Merisha terus membujuk Reyhan agar diperbolehkan untuk keluar malam ini.


Dia tidak ingin kemana-kemana, dia hanya mau ke pantai. Melihat pemandangan pantai saat malam hari. Bukankah menakjubkan.


"tapi diluar dingin, kau baru saja membaik". Reyhan masih mempertahankan sikap tegas nya pada Merisha.


Melihat Reyhan yang belum terbujuk Merisha jadi kesal sendiri.


"ya sudah". Merisha melanjutkan makan nya dengan patuh, dan sekarang dia makan dengan tangan nya sendiri, karena dia tidak ingin disuapi Reyhan lagi.


Perubahan suasana terjadi, yang awal nya romantis menjadi dingin.


Hanya bunyi sendok dan garpu yang terus berdenting di piring.


kenapa lagi mereka.


Abi melihat sekilas ke arah Reyhan dan Merisha. Lalu menghembuskan napas panjang.


kalau anda membuat nona muda marah, maka malam ini anda tidak akan mendapatkan jatah tuan muda.


Setelah beberapa menit berada di keheningan, Merisha bangkit dari duduk nya karena makanan nya telah habis.


"mau kemana". tanya Reyhan.


Merisha memberikan isyarat sebagai jawaban nya.


Dia menunjuk ke arah ruang tamu yang terdapat tv besar disitu.


Bukannya memperhatikan daerah yang ditunjuk Merisha, tapi Reyhan lebih fokus dengan raut wajah Merisha saat ini.


apa dia marah, tapi ini kan untuk kebaikan nya. Kalau dia sakit lagi nanti bagaimana.


Merisha berlalu pergi meninggalkan Reyhan yang masih di meja makan.


Merisha langsung duduk dan menyalakan tv.


Dia sudah mulai berani membantah ku, kebetulan juga sudah cukup lama aku tidak memberinya hukuman.


Lihat saja nanti.


Reyhan buru-buru menghabiskan makanan nya dan menghampiri Merisha.


Dilihat nya Merisha yang terus-terusan mengganti channel tv dengan wajah yang datar dan entah tayangan apa yang dia cari.


lihat wajah nya itu. Ingin sekali ku habisi sekarang.


Reyhan mendekati Merisha dan berada tepat di depan Merisha sehingga menghalangi penglihatan nya.


Merisha mendongak dan menatap Reyhan.


"kau menghalangi ku". ucap Merisha datar.


"kau marah padaku". tanya Reyhan yang padahal sudah tau kalau istri nya saat ini sedang memarahi nya.


"tidak".


"ayo ikut aku". tanpa mendengar jawaban dari Merisha lagi Reyhan menarik tangan Merisha. "kemana". tanya Merisha yang terus mengikuti langkah Reyhan dari belakang.


"ikut saja. Dan Abi ambilkan selimut yang tebal". perintah Reyhan pada Abi yang seketika itu juga langsung mengambil sebuah selimut.


"hei kita mau kemana". tanya Merisha yang mulai berpikir aneh-aneh.


apa dia akan membunuhku karena telah membangkang pada nya, tapi kenapa dia meminta Abi membawa selimut.


Apa.. apa jangan-jangan setelah di membunuhku lalu dia dan Abi akan menyembunyikan mayat ku di selimut itu dan dikuburkan.


Apa ini akhir hidupku. Aku ingin sekali bertanya, tapi aku..aku takut.


Merisha terus mengikuti Reyhan tanpa melihat kedepan.


Angin pantai yang berhembus membuat tubuh nya merinding dan tentu saja Reyhan menyadari itu.


Dia melepaskan genggaman tangan nya dari Merisha dan pergi ke belakang Merisha.


baik ini akhir hidup ku. Ayah selamat tinggal.


Merisha mengatup rapat mata nya ditengah tubuh nya menggigil hebat sampai terasa ada sesuatu yang membuat tubuh nya perlahan menghangat kembali.


"kan aku sudah bilang disini dingin, kenapa kau nakal sekali tidak mau mendengarkan aku". ucap Reyhan dengan memeluk erat Merisha dari belakang dan diselimuti oleh selimut tebal.


"ehh".


Bersambung!!!