MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Terima kasih



Matahari sudah mulai menenggelamkan diri bergantian posisi dengan bulan bseserta bintang-bintang nya.


Lampu-lampu gedung sudah di nyalakan sehingga menampakan bintang-bintang tersendiri di setiap bagian gedung.


Reyhan bangun lebih dulu dari Merisha, dia juga sudah membersihkan diri.


Ketika dia melihat Merisha yang masih tertidur, dia benar-benar kagum pada gadis itu pasal nya Merisha mampu tidur seharian padahal sudab beberapa kali Reyhan mencoba membangunkan Merisha tetap saja tidak bisa.


gadis itu tidur atau pingsan. kenapa dia tidak bangun-bangun dari tadi. jika aku menganggap nya pingsan dia tidak akan bergerak kesana kemari seperti itu.


Merisha menggeliat kesana kemari mencari tempat nyaman bagi nya.


Matanya masih berat untuk sekedar membuka walaupun sedikit.


Reyhan sudah memakai pakaian santai nya, dan misi nya kali ini adalah membangunkan Merisha apapun caranya.


Reyhan naik ke kasur, masih dilihat nya Merisha yang tertidur, supaya Merisha bangun hanya ada satu cara paling ampuh pikir Reyhan, yaitu mengerjai nya habis-habisan.


"Merisha bangunlah". ucap Reyhan pelan sambil menepuk-nepuk lembut pipi Merisha.


hhmm


Merisha hanya merespon sedikit dan dia tidak membuka matanya sama sekali.


Reyhan tergelak melihat Merisha, dia benar-benar ingin mengerjai istri nya itu habis-habisan.


"bangun bangun bangun bangun bangun". di setiap Reyhan menyebutkan kata bangun dia mengecup seluruh wajah Merisha dengan singkat.


Reyhan memberi kecupan beberapa kali di bibir Merisha dan dia turun ke leher untuk memberikan stempel kepemilikan.


Reyhan beralih ke telinga Merisha dia menggigit telinga nya dengan keras sehingga Merisha terbangun.


aaaaa!!


Merisha langsung terperanjak, detak jantung nya meningkat karena bangun dengan terkejut.


Dia melihat Reyhan yang terbaring di samping nya dengan wajah puas dia berhasil membangunkan Merisha.


Secepat kilat, Merisha pergi ke kamar mandi dan meninggalkan Reyhan yang masih tergelak.


Ayah sudah hadir di meja sarapan, raut wajah nya menunjukan khawatir, mungkin dia tau apa yang di alami Merisha tadi dari bi Mila.


"Merisha kau baik-baik saja nak". tanya ayah yang melihat Merisha dan Reyhan sudah di anak tangga.


"tenang ayah aku baik-baik saja, dia membantuku". ucap Merisha sambil menunjuk ke arah sampingnya, yaitu Reyhan.


"baguslah. ayo kita makan". ajak ayah.


Suasana makan malam kali ini sama dengan sarapan tadi, penuh tawa karena ulah Reyhan.


Setelah selesai makan, Merisha pamit pada ayah nya untuk naik ke kamar.


"ayah, Merisha ke kamar ya". Merisha memberi kecupan di pipi ayah nya dan berlalu ke kamar sendiri, sedangkan Reyhan tetap di bawah bersama ayah karena ayah ingin bicara dengan Reyhan.


kenapa dia tidak bisa berinisiatif sendiri untuk mencium ku seperti dia mencium ayah nya. apa kurang tampan nya aku ini.


Ayah mengajak Reyhan untuk duduk di sofa ruang keluarga agar pembicaraan mereka berdua bisa terlaksana dengan nyaman.


"nak Reyhan". ayah memulai pembicaraan.


"ya ayah".


"apa kau yang merawat Merisha saat kesakitan tadi".


"iya".


"terima kasih nak Reyhan, jika aku tidak berada di rumah kau jagalah Merisha dengan baik, bahagiakanlah dia, walaupun mungkin dia belum bisa mencintai mu, kau harus berusaha sekeras mungkin, kau mengerti. Dan ingatlah ini, ayah mendukung mu untuk bisa membuat Merisha mencintai mu, tapi jika kau sampai membuat Merisha menangis maka kau akan ku beri hukuman". jelas ayah dengan wajah serius, dia mendukung Reyhan sepenuhnya untuk membuat Merisha jatuh cinta pada Reyhan.


"baik ayah, Reyhan akan usahakan Merisha bahagia bersama Reyhan dan terima kasih atas dukungannya".


Perbincangan mereka berdua seperti anak dan ayah kandung yang sedang bersenda gurau.


Bagaimanapun, Reyhan sangat merindukan momen seperti ini bersama ayah nya.


Bersambung!!