MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Hasrat



Reyhan tidak melepaskan pelukan nya, tapi dia membalikkan tubuh Merisha supaya menghadap nya dan kembali beraksi.


Dia menciumi seluruh wajah Merisha, dan berhenti di bibir. Reyhan menjadi ketagihan dengan bibir Merisha.


Setelah selesai di bibir, Reyhan turun menciumi bagian leher dan bawah telinga Merisha.


apa-apaan orang ini, kenapa dia sebrutal ini. bagaimana hidupku selanjutnya kalau begini terus. ayah tolong Merisha.


Merisha mulai menitikan air mata nya perlahan, tapi Reyhan seakan orang yang tidak punya hati, dia bukannya berhenti tapi malah menjadi.


Dia menyeka air mata Merisha dengan bibirnya dan mencium bibir Merisha dengan dalam seakan dia berbagi air mata itu dengan Merisha.


hwaaa asin. aku mohon hentikan akh sakit sekali karena ini hari pertama ku datang bulan jadi sesakit ini, tapi aku harus menyembunyikannya, aku tidak mau kalau ayah sampai khawatir.


"lepaskan aku mohon kepadamu". ucap Merisha dengan wajah memelas, dia masuk ke dalam neraka nya, kenapa dia malah membuat wajah seperti itu.


"sebentar aku masih belum puas". Reyhan menarik tubuh Merisha untuk lebih dekat dengannya, sehingga bagian dada Merisha bersentuhan dengan dada Reyhan.


sial.. kenapa gadis kecil ini sangat menggoda, aku seperti kehilangan kontrol terhadap diriku sendiri.


Reyhan kembali mencium bibir Merisha sangat lama sampai gadis itu terengah-engah karena hampir kehabisan napas.


"kau tidak berpengalaman ya, baiklah aku akan mengajarimu secara perlahan sampai kau menjadi ahli seperti ku". ucap Reyhan yang saat ini ciumannya telah turun sampai batas pakaian Merisha.


Sebenarnya betapa inginnya dia melepaskan pakaian Merisha, tapi mengingat ini masih dalam acara jadi dia mengurungkan niat nya


itu.


Reyhan memegang paha Merisha untuk mendekat pada nya dan dia berhasil, sementara Merisha terus memberontak, dia tidak mau berkontak fisik jauh dari ini.


"diam atau kau tidak bisa keluar dari sini nantinya". ancam Reyhan yang sudah tidak kuat menahan hasrat nya.


bagaimana ini aku tidak bisa lepas dari dia, tenaga nya kuat sekali. aha ada ide di balik kesusahan.


Secara spontan Reyhan melirik ke belakang dan dia melonggarkan pelukannya


sekarang.


Secepat kilat Merisha melepaskan diri dari pelukan Reyhan dan masuk kembali ke toilet.


ohoo kau menipu, dan kau orang pertama yang berhasil. baiklah malam ini aku lepaskan kamu, tapi malam kita masih panjang, kau tidak akan bisa kabur dariku lagi.


Reyhan berlalu pergi dan menghampiri keluarga baru nya, sementara Merisha sedang memperbaiki penampilannya dan lipstik yang sudah tercecer kemana-mana.


Dia menggunakan bedak yang dia bawa tadi untuk menutupi bekas ciuman Reyhan.


sialan laki-laki itu, kenapa dia seperti kehilangan diri sendiri. untung saja aku datang bulan.


aku sudah memberitahu bi Mila untuk membelikanku pembalut, jadi tidak ada yang aku khawatirkan lagi.


Merisha keluar dari toilet dan menghampiri keluarga nya, disitu dia melihat Reyhan yang sedang tersenyum riang.


cihh apa senyum-senyum.


Dengan raut wajah kesal, Merisha memalingkan muka dari Reyhan. Dan Reyhan hanya melihat dengan tertawa kecil.


Merisha menghampiri ayahnya.


"ayah". panggil Merisha.


"Merisha kenapa kau lama sekali". ucap ayah sambil menarik tangan Merisha untuk mendekat ke arah wanita paruh baya.


"ini ibu mertuamu". ucap ayah sambil mengarahkan Merisha untuk berkenalan dengan ibu mertua nya itu.


Bersambung!!