MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Lelah



{ malam hari }


Setelah selesai makan malam bersama, Merisha dan Reyhan langsung masuk ke kamar mereka.


Merisha langsung merebahkan diri dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang tebal.


Saat dia ingin memejamkan mata, tiba-tiba Reyhan menarik selimut itu.


"jangan macam-macam rey eh sayang aku sudah lelah".


kenapa aku merinding ya mendengar kata itu berasal dari mulut ku sendiri.


Merisha hendak mengambil kembali selimut nya, tapi Reyhan mendorong tubuh nya hingga terjerembab.


"akh sakit. kau kenapa".


tanpa menjawab Reyhan langsung m****** bibir Merisha.


Ciuman yang awal nya dia lakukan dengan lembut dan perlahan lama kelamaan menjadi semakin panas.


Dia melepaskan pakaian nya dan Merisha dengan sembarang.


Reyhan berpindah ke leher Merisha meninggalkan beberapa bekas disana.


"Reyhan, aku sudah lelah. cukup ya". Merisha benar-benar sudah kelelahan. Memang tugas seorang magang jauh lebih berat di banding karyawan tetap.


Apalagi dirinya hari ini harus menghadapi para fanatik Reyhan.


Reyhan berhenti sebentar dan memandang wajah Merisha di bawah nya.


"bukankah kau bilang bahwa aku tampan, mungkin juga kata mu bentuk tubuh ku memang bagus, tapi didalam nya lebih baik lagi.


saat ini aku memberi mu kesempatan untuk memandang bagian mana yang lebih baik".


Reyhan bangkit dan saat ini bertumpu dengan kedua lutut nya.


apa. darimana dia tau kalau aku bicara seperti itu.


aku tidak melihat ada pengawal ataupun Abi tadi yang mengikuti ku.


oh sebentar haha tidak mungkin kan.


"perkiraan mu benar, kantin itu memiliki cctv dan bagaimana cara aku mendengar bisikan mu dengan perempuan itu aku menggunakan segala cara supaya omongan mu terdengar. bukankah aku hebat".


terus saja menyombongkan diri dasar narsis.


"kau bangga. aku kelelahan karena fanatik mu itu. kenapa perempuan yang suka padamu marah padaku terus".


"hahaha kau marah pada siapa, salah kan wajah ku dan tubuhku karena terlalu sempurna". Reyhan tergelak membanggakan diri, sementara Merisha hanya melihat dengan tatapan kesal.


"teruskan saja kenarsisan mu, aku mau tidur. bangunlah".


"tidak".


Merisha menaikan alis nya sebelah kebingungan.


"jangan tidur dulu". ucap Reyhan sambil memainkan jari-jari nya di perut Merisha.


kenapa dia bertingkah seperti anak kecil.


"apa lagi".


"aku ingin memberitahu sesuatu pada mu".


Merisha menghembuskan napas pelan.


"baiklah, tapi bisakah kau turun dulu. apa kau tidak sakit duduk seperti itu".


Merisha melihat posisi duduk Reyhan saat ini, masih diposisi sama di atas Merisha dengan bertumpu pada kedua lutut nya.


Reyhan pun menurut dan merebahkan diri di samping Merisha.


Dia memeluk Merisha dengan erat menghangatkan badan yang sudah tidak dilekati kain sedikit pun.


"apa kau mau pergi bersama ku minggu depan".


"pergi kemana".


"terdapat undangan dari perusahaan sahabat di luar negri dan aku juga akan mengurus keperluan bisnis disana.


Aku akan menghabiskan waktu cukup lama disana".


"tapi aku masih karyawan magang tidak mungkin bagi ku untuk mengikuti mu".


Reyhan mendongakan kepala untuk melihat wajah Merisha.


"siapa bilang tidak mungkin, aku akan memberi mu tugas supaya kau bisa mengikuti ku".


"tugas apa".


"kau lihat saja besok".


Merisha curiga kalau Reyhan akan memberikan tugas yang membuat dia setiap hari melekat pada Reyhan.


"baiklah. sekarang tidur jangan macam-macam lagi". Merisha menyingkirkan tangan Reyhan yang mulai semena-mena.


"aku tidak akan macam-macam, hanya semacam saja".


Reyhan melingkarkan tangannya di pinggang Merisha yang polos mengalirkan kehangatan sati sama lain.


Dia kembali mencium dada Merisha meninggalkan stempel kepemilikannya, walaupun tidak akan ada yang melihat kecuali Reyhan dan yang punya tubuh.


terserah kau saja.


Merisha langsung memejamkan mata dan terlelap meninggalkan Reyhan yang masih dengan aktivitas kepuasannya.


Bersambung!!