
{ 5 bulan kemudian }
"gendut, gendut, gendut, gendut, genduuut". ejek Reyhan sambil terus menguyel pipi Merisha yang terbaring di pangkuan nya.
Usia kehamilan Merisha sudah menginjak 5 bulan 11 minggu dan tentu saja semakin bertambah nya usia kandungan nya bentuk tubuh nya juga berubah.
Bahkan saat ini Reyhan telah mengubah panggilan kesayangan nya untuk Meirhsa menjadi istri gendut ku sayang, walaupun panjang dia tidak peduli dan panggilan nya ini membuat Merisha selalu kesal, tapi inilah kesenangan Reyhan.
"tubuh seperti bola, pendek dan gendut". canda Reyhan bahkan sampai terbahak-bahak tertawa, dan Merisha hanya bisa menahan kekesalan nya karena ini fakta.
"diamlah aku mau tidur". keluh Merisha berusaha memendam kekesalan nya dengan memejamkan mata nya.
"kau tidur terus dari tadi itu tidak terlalu baik bagi mu. Bangun". Reyhan terus menggerakan kaki nya agar Merisha bangun, tapi Merisha tidak mau membuka mata walaupun dia tidak tidur.
"baiklah, jika kau tetap tidak mau bangun aku akan menghabisi mu sekarang".
Merisha mendengar apa yang Reyhan katakan, tapi tetap dia tidak mau.
"kau tidak bisa melakukan nya saat ini jadi percuma saja kau mengancam ku". Merisha merasa menang untuk saat ini karena selama kehamilan ini Reyhan harus menahan hasrat nya dan menyalurkan nya lewat ciuman panas nya.
Reyhan merasa ancaman nya diremehi oleh Merisha dan sudah tau bagaimana membuat dia bisa menang.
"baiklah jika itu mau mu". Reyhan mengusap bibir Merisha dan langsung ******* bibir Merisha tentu saja Merisha langsung membuka mata nya.
gawat.
.
{ bulan Merisha melahirkan }
Reyhan tampak gelisah melihat Merisha yang seperti kesusahan saat persalinan secara normal bahkan remasan tangan Merisha yang kuat di tangan nya tidak dia rasakan karena seluruh tubuh dan pikiran nya hanya memikirkan Merisha.
Para dokter dan perawat yang berada di ruang operasi itu pun takjub bukan main, pemilik rumah sakit mereka yang terkenal dengan sikap dingin dan acuh nya sekarang berada di ruang operasi ini menemani istri nya bahkan tak henti menyemangati.
Selesai melahirkan walaupum merasa sakit, tapi wajah Merisha menunjukan raut kelegaan dan ketenangan.
"aku berhasil Rey". ucap Merisha pelan bahkan hampir tak terdengar.
"aku tau kau pasti berhasil, sayang". dengan kelegaan dan kebahagiaan luar biasa Reyhan rasakan dan dia memberikan kecupan lembut di kening Merisha.
"yaa kau tau aku tidak terkalahkan, berkat kau aku bukan hanya melahirkan satu anak. haha"
Merisha merasa bahagia bahkan dia tidak pernah merasakan kebahagiaan luar biasa seperti ini.
"kau bisa mengandalkan ku". bangga Reyhan.
"aku tidur dulu ya, aku lelah". Merisha perlahan memejamkan mata nya membuat Reyhan khawatir dan langsung menoleh pada dokter yang ada disana.
Dan dokter tersebut pun langsung mengecek organ vital dan denyut nadi Merisha.
"tenang saja tuan nyonya baik-baik saja dia hanya tertidur karena kelelahan, kami akan segera memindahkan nya ke ruang inap".
Dokter tersebut pun langsung memerintakan beberapa perawat menyiapkan ruang VVIP dan membersihkan bayi-bayi Merisha.
Reyhan yang melihat sebentar wujud bayi nya seperti apa merasa ada sesuatu yang familiar.
"kenapa mirip semua dengan ku".
Bersambung!!!