MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Reyhan dan Jeis



{ malam hari }


Di hadapan cermin yang menampakan seluruh tubuh, Merisha terus melihat bagian tubuh nya.


Gara-gara apa yang dibilang Jeis tadi siang Merisha menjadi kepikiran.


kenapa aku merespon omongan nya toh dia memang wanita dewasa ya wajar kalau punya nya lebih besar dibanding aku.


Tapi kenapa aku gak terima.


Reyhan yang sedari tadi melihat kelakuan Merisha akhir nya menghampiri manusia itu.


"kau kenapa". tanya Reyhan yang saat ini duduk di depannya tanpa menghalangi cermin.


kalau aku beritahu dia kenapa aku seperti ini mau taruh dimana muka ku nanti.


"bukan apa-apa. ayo tidur saja". Merisha berlalu pergi dan dia tidak menyadari kalau ajakan nya itu membuat Reyhan berpikiran positif menurut nya.


Reyhan langsung bangkit dari duduk nya dan menggendong Merisha yang sudah beberapa langkah di depannya.


"hei apa yang kau lakukan".


Belum menjawab pertanyaan Merisha, terlebih dahulu Reyhan membaringkan Merisha di atas kasur nya.


"kau mengajak ku tidur kan, ini sesuai ajakan mu". Reyhan dengan agresif membuka semua pakaian yang melekat pada tubuh Merisha.


"aku mengajak mu tidur baik-baik bukan seperti ini".


"iya, ini lah tidur baik-baik menurut ku". Reyhan mengangkat tangan Merisha ke atas kepala dan bibir nya mulai menggerayangi setiap bagian tubuh Merisha karena saat ini tubuh Merisha sudah sepolos bayi.


"Reyhan".


"hmm". jawab Reyhan tanpa mengalihkan fokus nya saat ini, dia bahkan juga sudah melepaskan pakaian nya.


Merisha yang melihat Reyhan seperti akan benar-benar akan menghabisi nya langsung memberontak, tapi sia-sia karena Reyhan sudah berada di atas nya.


"Reyhan, bagaimana bisa kau bertemu dengan Jeis dan kenapa kau menyebut si pengganggu".


"bisakah kau jangan bertanya itu dulu, besok saja". Reyhan mengangkat tengkuk Merisha dan m****** bibir itu, ciuman panas itu tidak berlangsung lama karena Merisha terus memberontak seperti ingin bicara sesuatu.


"kau bisa lakukan apa yang kau mau nanti dan aku akan menuruti semua permintaan mu malam ini, tapi kau harus ceritakan dulu pertemuan pertama mu dengan Jeis". dengan napas yang masih terengah-engah Merisha memberikan penawaran terbaik pada Reyhan menurut nya.


Reyhan yang awal nya kesal karena Merisha terus memberontak akhirnya tercipta senyum kepuasan pada bibir nya.


"baiklah". sebelum dia merebahkan diri di samping Merisha terlebih dahulu dia kembali m****** bibir istri nya itu.


Setelah puas, dia pun merebahkan diri dan memeluk Merisha di dada nya.


"saat aku kuliah di negara xx disitulah aku bertemu dengan pengganggu itu, aku termasuk pria terpopuler saat itu bahkan saat ini juga tidak ada yang mengalahkan ketampanan ku.


Bahkan sekumpulan mahasiswi membentuk grup fans untukku dan pengganggu itu termasuk dalam anggota itu.


Dan seperti yang kau lihat saat ini, seluruh tubuhnya hasil dari operasi plastik bahkan wajah nya saat itu tidak seperti sekarang.


Dulunya dia gadis cupu, tapi di balik kecupuan nya itu dia lebih agresif. Bahkan anggota nya yang lain tidak seperti dirinya.


'apa yang aku mau', 'apa aku lelah', 'apa aku perlu istirahat'. Aku benar-benar sudah tidak sanggup mendengar dia bicara lagi seakan telinga ku hampir meledak.


Dia pikir kenapa aku tidak pernah melihat nya dan memperhatikannya karena dia jelek dan dia berusaha sekeras mungkin untuk operasi agar seluruh penampilan nya bak model dna mungkin pikir nya aku akn langsung memperhatikannya.


Tapi, usaha nya gagal karena aku pindah sekolah. Aku mengusulkan pada ibu agar tidak sekolah disana lagi karena ingin menjauh dari pengganggu itu.


Dan entah darimana dia tau kalau kau punya hubungan dengan ku".


"apa kau lupa saat kau datang ke kampus ku, mungkin saja dia ada teman atau kenalan nya memposting hari itu dan dia langsung datang pada ku benar-benar agresif sekali".


Merisha yang hendak memejamkan mata langsung membelalakan mata saat Reyhan memeluk nya dengan erat dan memutar posisi mereka yang saat ini Merisha berada di atas.


"apa ini". Merisha mendongakan wajah nya untuk melihat niat Reyhan.


"aku menagih penawaran mu tadi".


"kau ingin aku melakukan apa, aku mau tidur Reyhan".


"tidak bisa kau harus memenuhi permintaan ku ini, kau ingin cerita ku aku berikan dan aku minta imbalan". Reyhan memegang pinggang Merisha yang saat ini tubuh nya berada di posisi telungkup dan mendorong nya agar wajah nya dan Merisha bisa bertatapan.


Agar wajah nya dan Reyhan berjauhan Merisha bertumpu di kedua tangan nya.


Rambut panjang Merisha menjuntai ke bawah dan mengenai wajah Reyhan.


Merisha yang ingin turun dari tubuh Reyhan tertahan oleh salah satu tangan besar yang melingkar di balik punggung nya.


Dan satu nya lagi sedang berusaha menekan tengkuk Merisha.


Tangan Merisha tidak bisa terus menahan tekanan yang diberikan oleh Reyhan, sedikit demi sedikit wajah Merisha mulai mendekat pada Reyhan hingga akhirnya dahi mereka saling bersentuhan.


Tidak ada tekanan lagi dari Reyhan tapi tangannya tetap menahan tengkuk Merisha.


"aku punya satu permintaan untuk kau penuhi".


"apa".


Deru napas mereka saling terasa satu sama lain hingga membuat wajah Merisha memerah dan itu membuat Reyhan semakin tidak sabaran untuk menghabisi Merisha.


"mulai besok dan seterusnya panggil aku sayang jika tidak kau akan ku habisi setiap hari".


"tapi..".


"tidak ada bantahan, kau tidak mungkin mengingkari perkataan mu sendiri bukan".


Merisha mengangguk pelan, sudah dua kali dia terjebak dalam kata-kata nya sendiri.


Reyhan kembali memberi tekanan hingga bibir nya menyatu dengan bibir Merisha.


Ciuman panas mereka pun di mulai lagi dan Reyhan memutar kembali posisi mereka.


Mungkin ini akan berlangsung semalaman karena Reyhan benar-benar hilang kendali 'lagi'.


Bersambung!!!