MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Berkunjung ke kantor Reyhan



"aku juga tidak tau. dia yang menyuruhku untuk ikut dengannya, dia selalu mengancamku dengan hukuman nya jika aku tidak menuruti perkataannya huuuhh dasar mesum". gumam Merisha yang hanya bisa di dengar oleh Reyhan.


Reyhan menggigit leher Merisha dengan keras sehingga Merisha teriak dan melihat Reyhan di belakangnya yang sudah selesai dengan kepangan rambutnya.


"sakit apa kau tau". Merisha berbisik pada Reyhan agar ayahnya tidak mendengar sambil mengelus lehernya kesakitan akibat gigitan Reyhan.


Reyhan menangkup pipi Merisha dan mencium bibir Merisha.


Merisha kaget bukan main, dia tidak tau bagaimana Reyhan begitu tidak tau malu menciumnya bahkan ada ayah di ruangan itu.


Reyhan melepaskan ciumannya dan mengusap bibir Merisha dengan jari-jari nya.


Reyhan hanya tersenyum melihat mata Merisha yang melotot pada nya, dan Merisha melihat ayah nya seperti tertawa tapi dia menatap layar tv.


apa dia tidak melihatnya. ayah tidak melihatnya kan astagaaa bisa gila aku.


si mesum dasar kau, kau pasti akan ku balas.


kau membuat ku malu, wajah ku pasti sudah merah sekali saat ini.


hahha bagus nak Reyhan, teruskan kerja keras mu, ayah mendukungmu.


{Keesokan paginya}


Reyhan sudah rapi dengan setelan jas kerja nya,dia terlihat benar-benar sempurna cocok sekali dengan julukannya "si pangeran tampan", sementara Merisha juga sudah rapi dengan gaun panjang selutut,


dengan panjang lengan sampai menutupi hampir seluruh tangan kecuali jari-jari kecilnya menampiklan kesan imut dengan rambut yang di gerai yang di beri beberapa jepitan untuk menahan poni nya.


Merisha berputar-putar di depan cermin melihat penampilannya apakah ada yang kurang atau berlebihan, dia menggunakan make up tidak terlalu tebal dengan parfum manis cherry.


Reyhan yang melihat tingkah Merisha seperti boneka itu langsung memeluk nya dari belakang.


Reyhan mencium bau parfum cherry Merisha, entah kenapa dia suka sekali aroma tubuh Merisha.


Tidak seperti wanita kebanyakan yang memakai parfum yang bau nya menyengat untuk menarik perhatian Reyhan, justru wangi seperti ini yang Reyhan cari.


"hei sudahlah, ayo kita berangkat". Merisha hendak memegang handle pintu, tapi Reyhan menahannya dan memeluknya dari belakang.


"apa kau sudah tidak sabar lagi ingin pergi ke kantor ku, apa kau mengenal seseorang disana".


kau bicara mesum, kau tau kan kalau aku seorang introvert mana mungkin punya kenalan di perusahaan besar mu itu.


"tentu saja tidak, aku hanya merasa bosan lama-lama disini".


"apa kau bosan bersama dengan ku terus".


Reyhan langsung membalik tubuh Merisha agar berhadapan dengannya.


kau mau aku jawab jujur atau bohongan.


"haha tentu saja tidak, aku bosan disini karena tidak kuliah itu saja". dengan tawa terpaksa dan sambil menepuk-nepuk pipi Reyhan agar menyudahi drama ini.


Reyhan memberikan ciuman pada Merisha, dia memeluk Merisha dengan erat dan menekan leher Merisha agar memperdalam ciumannya.


Setelah selesai, mereka turun ke bawah.


Terlebih dahulu mereka pamit pada ayah, ayah tidak pergi bekerja selama beberapa hari karena beliau ingin beristirahat.


Dibawah sebuah mobil sudah menunggu, Reyhan menyuruh Merisha untuk ikut dengan mobil nya, di dalam sudah ada sekretaris Abi.


Dia dihubungi Reyhan kemarin untuk menjemput mereka di kediaman Karsya.


bukannya dia mau libur, bahkan dia merencanakan untuk libur satu bulan. rapat para direksi tidak dia idahkan sama sekali.


dasar tuan muda bucin.


Bersambung!!