MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Kepulangan



Setelah melewati satu bulanan di luar negri, akhirnya Merisha dan Reyhan pun pulang.


Yang sebenarnya ingin pulang itu Merisha, dan itu salah Reyhan juga kenapa menjanjikan nya.


Tapi bagaimana pun juga Merisha pasti


sangat merindukan ayah nya. Setelah dia menikah, Merisha jarang pulang ke rumah nya.


Dia hanya beberapa kali menghubungi ayah nya dari ponsel.


Dan saat ini, Reyhan dan Merisha sedang dalam perjalanan menuju bandara pribadi Reyhan.


"kau senang". tanya Reyhan yang sedari tadi hanya memperhatikan Merisha yang sedang menyandarkan kepala ke jendela mobil.


"tentu". jawab Merisha tanpa menoleh pada Reyhna.


"ohh ya tentang servs... ". omongan Reyhan belum sepenuh nya keluar, tapi saat Merisha mendengar Reyhan menyebut kata itu, dia refleks membungkam mulut Reyhan.


Mata Reyhan terbelalak melihat Merisha yang juga ikut melototi nya.


"apa". tanya Reyhan dengan suara tertahan karena tangan Merisha menyumpal mulut nya.


"jangan bicara itu". ucap Merisha sambil berbisik supaya tidak di dengar Abi.


"kenapa".


"banyak tanya. pokok nya jangan bicara itu lagi". Merisha menjauhkan tangan nya dari Reyhan, tapi Reyhan menahannya dan membekap lagi mulut nya dengan tangan Merisha.


"kalau begitu kau tutup saja terus mulut ku supaya aku tidak bicara itu lagi".


Tanpa menjawab perkataan Reyhan, Merisha mengambil sebelah tangan Reyhan dan mengganti nya dengan tangan itu.


"nah tutup sendiri". Merisha menjauhkan tangan nya dan kembali menyandarkan kepala di jendela.


Dia terlihat tertawa kecil, sementara Reyhan hanya terdiam beberapa saat dan akhirnya tersadar.


Abi yang mendengar keributan dan melihat kejadian di belakang melalui spion dalam, akhirnya tak dapat menahan tawa lagi.


"kau menertawakan ku". tanya Reyhan dengan suara dingin nya pada Abi.


"tidak, tuan muda". Abi kembali memasang wajah datar walaupun dia masih sedikit menahan tawa nya.


Perjalanan dari hotel tempat mereka menginap menuju bandara Reyhan memang lumayan jauh, dan perjalanan kesana menghabiskan setengah jam perjalanan.


30 menit kemudian, mereka tiba di bandara dan langsung menaiki pesawat.


Perjalanan di pesawat ini juga menghabiskan waktu beberapa jam.


Dan tak terasa mereka tiba di kota tercinta.


Dan Merisha masih tidur di pangkuan Reyhan.


"sayang bangun". Reyhan menepuk pelan pipi Merisha, tapi masih belum ada respon dari Merisha.


Reyhan memikirkan sebuah cara agar Merisha bangun.


Dia menaruh jari telunjuk nya dengan melintang di depan hidung Merisha. Dia rapatkan jari nya agar tidak ada celah bagi Merisha untuk bernapas.


Dan berhasil.


Merisha langsung membuka mata nya dan langsung duduk.


"haaaaah.. hah hah hah, asta.. hah...ga.. huuhh apa sih". Merisha terengah-engah sambil menarik napas panjang. Karena dia bangun dengan keadaan kaget jadi saat ini jantung nya sedang berpacu hebat.


"kita sudah sampai". Reyhan menunjuk jendela pesawat.


Merisha mengikuti arah jari reyhan menunjuk dan benar mereka telah sampai di kota tercinta dan karena saat ini suasana malam tampak bintang-bintang yang berpendar yang diikuti lampu-lampu gedung.


Merisha berbalik menatap Reyhan dengan tatapan marah. Reyhan yang tau arti tatapan Merisha langsung memberikan alasan pembelaan.


"kau tidak bisa di bangun dengan cara biasa. Dan yang lebih tau seberapa pulas nya jika kau tidur itu hanya kau sendiri, sayang ku". Reyhan mencubit pipi Merisha dengan gemas, sementara Merisha masih menatap nya dengan kesal.


"kalau aku mati bagaimana".


"maka aku juga akan ikut mati, karena aku yang salah telah menyumbat hidung mu d


sampai kau tidak bisa bernapas". Reyhan menjawab cepat tanpa ragu dan dengan suara yang seperti menegaskan jika itu terjadi maka dia akan mengutuki diri sendiri karena telah berbuat bodoh.


Merisha yang tadi nya kesal saat mendengar penjelasan Reyhan langsung berubah lunak.


"sudahlah. ayo turun". Merisha berdiri dan meraih tangan Reyhan agar mengikuti nya.


Reyhan tersenyum sambil melihat tangan mungil Merisha yang memegang tangan nya walaupun hanya satu jari yang dia pegang.


Reyhan mensejajarkan langkah nya dengan Merisha dan jari -jari nya menaut di antara jari-jari Merisha.


Akhirnya, mereka turun dan langsung menuju mobil dimana di dalam sudah terdapat Abi yang sedari tadi menunggu mereka.


ayah, aku pulang. aku sangat merindukan mu.kau tidak tau kalau aku sebenarnya cengeng bukan. haha itu bagus supaya kau tidak khawatir pada ku.


semoga kau menyambut kepulangan ku dengan baik, ayah.


Abi langsung melajukan mobil nya menuju rumah Reyhan, karena Merisha besok pagi nya baru mengunjungi ayah nya.


Bersambung!!!