MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Pantai



{pagi hari}


Matahari pagi ini menyeruak lebih cepat masuk ke jendela.


Karena villa mereka tidak jauh dari pantai, itu sebab nya sinar matahari muncul lebih cepat.


Dan untuk pasangan yang semalam sudah puas bermain permainan aneh, hanya Reyhan yang puas mereka belum juga bangun.


Tapi karena sudah merasa panas, Merisha pun bangun lebih dulu.


Dilihat nya orang di depan nya yang sedang tertidur pulas tanpa mengurangi ketampanan di wajah nya.


ck curang sekali kalau begini.


Entah apa yang menjadi masalah bagi Merisha karena saat tidur pun Reyhan tetap saja tampan.


Merisha perlahan menurunkan tangan Reyhan dari perut nya dan beranjak menuju ruang ganti.


Pakaian ku hilang lagi.


Merisha menatap tajam pada Reyhan yang sedang nyenyak dengan tidur nya.


Saat melihat tubuh nya yang terpampang jelas di cermin besar, betapa terkejutnya dia melihat tanda merah disana sini.


kapan dia membuat ini.


ahaha aku baru ingat, ini sudah biasa ya sudah biasa.


Merisha pergi ke kamar mandi membersihkan diri.


Setelah menghabiskan beberapa menit didalam sana, akhirnya Merisha pun keluar.


Dia mengenakan dress pantai panjang selutut dengan bagian bahu selebar dua jari.


Dia mengikat rambutnya setengah dan membiarkan yang lain menjuntai indah di belakang punggung nya.


Selesai berpakaian Merisha keluar dan melihat Reyhan masih setia dengan mimpi nya.


"apa dia tidak merasa panas". tanya Merisha pada dirinya sendiri.


Merisha menghampiri Reyhan. Dilihat nya wajah polos Reyhan saat dia tidak berbuat dosa (mesum).


jauh sekali perbedaan nya.


Merisha naik ke kasur perlahan dan menyibak rambut Reyhan yang menempel di dahi.


Di kecup nya dengan lembut kening Reyhan, itu juga tidak membangunkan Reyhan dari tidur nya.


Melihat hal itu, Merisha melambai-lambaikan tangan nya di depan wajah Reyhan, tidak ada tanda-tanda akan bangun.


Dengan penuh pertimbangan, Merisha memberikan morning kiss pada Reyhan dan langsung bergegas keluar.


Saat pintu tertutup.


"dasar nakal". perlahan Reyhan membuka mata nya dan tersenyum dengan lembut.


.


Setelah memberitahu Abi kalau dia akan pergi ke pantai, saat itu juga Abi langsung mengerahkan beberapa pengawal untuk menjaga Merisha.


Merisha berlarian melawan arah angin sehingga membuat rambutnya tersibak anggun ke belakang.


aaaakhh enak sekali anginnya.


Para pengawal yang mengawal nya ikut terpesona saat melihat Merisha, tapi kekaguman mereka langsung terhenti saat mendengar deheman dari majikan mereka.


"ekheem".


Para pengawal itu langsung berubah ekspresi seperti biasa.


kenapa kau tebar pesona seperti itu.


Reyhan langsung menoleh ke belakang dimana Abi berada.


Dilihat nya Abi yang mengalihkan wajah ke tempat lain.


"Abi".


"maaf tuan, saya tau kesalahan saya. Tidak akan saya ulangi". Abi menunduk dalam diikuti dengan pengawal tadi.


bahkan Abi juga terpukau.


Merisha yang tidak tau apa yang terjadi di belakang nya lebih memilih bersenang-senang.


Saat air ingin menyentuh kaki nya maka ia pun mundur, tapi jika air nya menyurut maka dia akan mengejar air itu.


Begitupun seterusnya tanpa ia tau kalau Reyhan ada di belakang nya.


dugh


"akhh".


Merisha hampir tersungkur jika yang dia tabrak itu tidak menahan nya.


"hati-hati".


Merisha menoleh kan kepala nya dan melihat orang yang saat ini sedang memeluk perut nya.


"kau sudah bangun, Rey".


Bersambung!!!