MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Cara membangunkan paling ampuh



bagaimana caraku supaya dia bangun.


Setelah selesai mengeringkan rambutnya, Merisha naik ke kasur mendekati telinga Reyhan dan.


"Reyhan". Reyhan otomatis terbangun mendengar Merisha berteriak dekat telinganya.


Telinga Reyhan berdengung, sungguh cara ini paling ampuh, pikir Merisha.


"bagus, bangunlah. aku turun dulu ke bawah". Merisha hendak turun dari kasur, sampai Reyhan menarik tangannya sehingga Merisha jatuh ke atas kasur.


"cara membangunkan mu lumayan bekerja ya, sampai-sampai telinga ku sakit apa kau tau". Reyhan menunjuk telinganya yang berdengung gara-gara teriakan Merisha.


Merisha terbaring di depan Reyhan, mendengar keluhan Reyhan dia hanya mengangkat bahu seperti orang tak bersalah.


"hmm.. aku punya cara ku tersendiri untuk membuat mu bangun".


Reyhan sedikit kesal dengan Merisha karena cara nya membuat Reyhan bangun sama sekali tidak romantis.


"ohh ya selagi aku ingat, aku ingin bertanya padamu". Merisha melindungi lehernya dari bibir Reyhan yang sudah mulai beraktivitas.


"katakan". Reyhan menyingkirkan tangan Merisha dari lehernya.


bisakah kau berhenti dasar mesum. aku ingin bertanya secara normal.


besok aku harus minta ayah mengijinkan aku untuk kuliah lagi.


"apa kau tidak bekerja".


"tidak. aku libur".


Merisha memberanikan diri untuk bilang pada Reyhan kalau dia ingin mulai kuliah nya besok.


"mmm sesuai kesepakatan antara kau dan ayah waktu itu, katanya kau tidak akan melarangku untuk sekolah".


"hmmm"


Reyhan tidak berhenti dengan aktivitas bibirnya, saat ini dia sudah berada di perut Merisha.


"bisakah kau mendengarkan aku". Merisha mulai kesal karena Reyhan seperti tidak mendengarkan pembicaraannya.


"hmmm".


sialan kau mesum, kalau kau bukan suami ku sudah ku lapor kau ke polisi atas tuduhan pemerkosaan.


"aku mau kuliah besok, ya walaupun cuti ku masih ada beberapa hari lagi tapi aku sudah mulai bosan di rumah terus karena tidak beraktivitas".


Reyhan berhenti dengan aktivitas nya dan kembali baring di samping Merisha, dan memeluk Merisha dengan erat seperti anak kecil yang memeluk boneka nya agar tidak di rebut orang lain.


"aku akan bekerja besok".


Kau bilang tadi kalau kau libur, kenapa mau kerja besok.


"dan kau harus ikut aku". Reyhan mengangkat dagu Merisha agar menatapnya dan langsung mencium bibir kecil Merisha.


Begitulah keseharian mereka di kamar, jam sarapan di rumah Merisha berubah sedikit yang awal nya pukul 7:00 sekarang berubah menjadi pukul 8:30.


Setelah selesai dengan urusan di kamar, mereka berdua turun untuk sarapan, seperti biasa ayah selalu menunggu.


Sarapan pun selesai, mereka bertiga duduk di sofa depan tv, Reyhan yang tidak pernah melepaskan genggamannya dari tangan Merisha selalu mengikuti kemana Merisha pergi.


ayah duduk satu meter jauh nya agar tidak mengganggu Merisha dan Reyhan yang sedang kasmaran itu.


"ayah". suara Merisha memecah keheningan diruangan itu.


"iya".


"Merisha besok mau ke kantor nya". ucap Merisha sambil menunjuk ke arah Reyhan yang sedang mengepang rambut panjang Merisha.


"memangnya kau mau apa ke kantor Reyhan". tanya ayah pura-pura polos.


Kalau menurutnya dia tau kalau Merisha anak nya itu mungkin sudah bosan di rumah terus dan untuk usul harus ke kantor Reyhan itu pasti ide nya Reyhan.


Bersambung!!