
{ keesokan pagi nya }
"Reyhan, kapan kita pulang". tanya Merisha yang saat ini sedang mengikat dasi reyhan.
"entah lah. memangnya kenapa".
"apa-apaan jawaban mu itu. ingat ya aku ini dikantor mu bukan sebagai istri mu tapi sebagai magang. Kalau aku lama-lama bersama dengan mu disini bagaimana tanggapan orang-orang". melihat wajah kesal Merisha yang terus mendongak pada nya, membuat Reyhan ingin menjahili nya.
Reyhan terus mendekatkan wajah nya ke Merisha, sementara mata Merisha yang terbelalak melihat jarak Reyhan dengan nya mulai menipis.
Merisha ingin pergi tapi Reyhan langsung memeluk nya.
Akhirnya, Reyhan mengecup bibir Merisha beberapa kali, Merisha spontan menutup mulut Reyhan agar berhenti.
Tapi, itu tidak menghentikan bibir Reyhan yang juga sedang mencium telapak tangan Merisha.
Merisha langsung menurunkan tangannya dan Reyhan kembali mengecup bibir nya.
"ikut aku ya". ajak Reyhan wajah nya murung hingga Merisha merasa tidak nyaman jika menolak nya.
"tapi kau kerja".
"kau tidak bodoh kan sampai tidak mengerti hal bisnis seperti ini". sudah hilang rasa murung nya ketika mengucapkan kata-kata itu.
"ck.. ya aku bodoh. sana". Merisha mendorong tubuh Reyhan yang sedang memeluknya, tapi tidak bisa.
"hahah tidak tidak istri ku tidak bodoh tentu saja, dia hanya kerasa kepala". dibalik punggung Merisha Reyhan tertawa sambil mengusap-ngusap punggung Merisha agar tidak marah.
"sama saja. sudahlah sana nanti kau telat".
"tidak, aku tidak mau pergi. aku tidak mau kau marah pada ku lagi semalam aku sampai menahan diri supaya kau tidak marah. aku tidak mau itu terulang".
Reyhan semakin mengeratkan pelukan nya di leher Merisha, dia benar-benar tidak mau melepaskan nya.
"siapa yang marah pada mu". tanya Merisha kebingungan, yang ada kemarin Merisha yang merasa salah karena telah membuat Reyhan marah.
"kau tidak marah padaku".
"memangnya aku marah karena apa, yang ada aku merasa kesal dengan diri sendiri karena telah membuat marah kemarin. aku minta maaf". Reyhan langsung melepaskan pelukan nya di leher Merisha dan dia melihat wajah Merisha yang benar-benar merasa bersalah, menunduk sambil meremas baju bawah nya.
Reyhan langsung membawa Merisha untuk duduk di atas kasur sementara dia sendiri pergi ke ruang ganti.
apa yang dia lakukan.
Merisha tidak bisa melihat apa yang di lakukan Reyhan. Jadi dia hanya menunggu saja.
Setelah beberapa saat, Reyhan keluar dengn pakaian kasual nya.
Merisha langsung berdiri, bukan nya Reyhan tadi sudah mau berangkat, tapi kenapa memakai pakaian seperti ini.
"kenapa kau ganti". tanya Merisha yang melihat penampilan Reyhan dari bawah sampai atas.
"kau mau kemana". lanjut nya.
"Abi, batalkan semua janji hari ini". perintah Reyhan pada Abi yang telah menunggu nya dari tadi.
"tapi tuan.. ". pembicaraan Abi terpotong saat Reyhan dan Merisha menaiki lift.
tuan mudaaaa.
Sementara, di lain sisi Merisha yang masih bertanya-tanya kemana dia akan dibawa Reyhan.
"Reyhan, kita mau kemana". tanya Merisha pada Reyhan yang saat ini sedang mengemudikan mobil nya.
"ssstt.. kau diam duduk manis saja, nanti juga kau tau kemana aku membawa mu". Reyhan mengacak-acak rambut Merisha sambil tertawa.
Reyhan terus melajukan mobil nya tatapan nya fokus ke depan, sementara Merisha memilih menatap keluar jendela.
Dalam perjalanan pikiran Merisha terus berkecamuk mengenang apa yang Reyhan ungkapkan semalam.
Wajah nya yang penuh beban pikiran seketika buyar saat mereka tiba di suatu tempat yang memang tempat nya orang-orang merasa bahagia jika datang kesini.
Berbagai fasilitas nya menarik minat banyak orang.
Mata Merisha terbelalak saat mobil Reyhan berhenti di sebuah taman bermain.
Waahhh.. taman bermain.
Merisha langsung mendongak pada Reyhan yang dimana sudah berada di di luar.
"keluarlah". ajak Reyhan sambil tersenyum lembut dan membawa Merisha keluar dari mobil.
Merisha menurut, pandangan nya langsung mengedar ke seluruh penjuru taman bermain.
Banyak anak-anak dan orang tua yang menemani, para badut penghibur, dan juga jajanan ringan, dan berbagai wahana, serta permainan kecil.
Tanpa sadar Merisha tertawa bahagia, dia tidak pernah datang ke tempat seperti ini lagi sejak dia sudah mulai kuliah.
Dan itu dilihat Reyhan yang juga merasa bahagia jika Merisha bahagia.
Reyhan langsung memeluk pinggang Merisha membuat beberapa mata terus memperhatikan mereka sejak Reyhan keluar dari mobil tadi.
"kau memang pembuat sensasi ya". ucap Merisha tergelak pandangan nya tidak teralihkan dari pemandangan di depannya.
"yaa, karena ada kau sebagai pemanis maka nya jadi seperti ini". Reyhan menggigit telinga Merisha sehingga membuat Merisha meringis dan tak dapat di elak orang-orang yang tadi sibuk dengan urusan nya kini hanya memperhatikan mereka berdua.
"jangan aneh disini".
"sejak kapan aku aneh di depan orang, aku hanya aneh saat bersama mu saja". Reyhan mengeratkan pelukannya sambil terus berjalan menuju permainan yang mereka ingin kan.
"terserah kau saja". Merisha tersenyum kecil. Dan saat melihat nya Reyhan langsung mengecup pipi Merisha.
"aku mencintaimu".
Bersambung!!!