MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Epilog 1



Sesuai apa yang telah dia katakan tadi siang ayah mengadakan pesta besar di rumah nya.


Berbagai rekan kerja masing-masing perusahan Karsya dan Bariksya pun di undang.


Ramai itu sudah pasti, dan disini juga tak lupa Merisha mengundanh teman dekat nya, yaa hanya Fahra dan Daniel selebihnya adalah pihak kampus yang tau akan pernikahan Merisha dan Reyhan.


Reyhan juga mengundang teman nya, walaupun awal nya menolak karena menurut nya merepotkan jika teman-teman nya sudah berkumpul, tapi berkat sedikit bujukan dari Merisha, Reyham pun mau.


Karena pesta malam ini dalam rangka me


nyambut cucu dari keluarga Bariksya dan Karsya dan tentu saja Merisha yang jadi target atas hujanan ucapan selamat dari tamu mereka.


pipi ku kram karena senyum terus dari tadi.


padahal perut ku belum membulat sedikitpun, tapi orang-orang ini.


Reyhan melihat wajah Merisha yang mulai kelelahan dan harus selalu tersenyum tentu saja tidak enak.


"ayo istirahat".


Reyhan menarik tangan Merisha dan mendudukan nya di sebuah sofa single.


Karena merasa nyaman, Merisha perlahan mulai mengatur napas kembali dan menyandarkan punggung nya ke sandaran sofa.


Merisha mendongak dan melihat Reyhan yang masih setia berdiri di belakang nya.


"kau tidak duduk". tanya Merisha.


Reyhan menggelengkan kepala dan menundukan kepala, memberi kecupan manis di bibir Merisha.


"apa yang kau lakukan".


Merisha menutup mulut nya dengan kedua tangan masih dengan kepala mendongak melihat Reyhan.


"aku hanya mengisi tenaga saja". ucap Reyhan sambil mengangkat bahu.


Tanpa bisa di sembunyikan, ulah Reyhan tadi tentu saja di lihat mengingat mereka lah alasan pesta ini di buat.


Para wanita muda menjerit-jerit melihat keromantisan pasangan ini, tapi beda hal nya bagi para laki-laki saat Merisha menutup mlut nya tadi entah kenapa bagi mereka itu imut.


Aneh.


"apa kalian tidak punya perasaan pada kami yang jomblo ini". ucap Fahra di ikuti Daniel menghampiri Merisha.


"mau aku jodohkan". suguh Merisha pada Fahra.


Tanpa menunggu jawaban dari Fahra Merisha meminta Reyhan untuk memanggil Abi.


Dan tak lama Abi pun datang dengan berpakaian rapi ber jas kharisma dingin nya kuat sekali, pikir Fahra.


"Abi, ajak teman ku ini menikmati pesta ya". pinta Merisha yang tentu saja dia turuti karena Merisha juga istri dari majikan nya.


Daniel melihat keterpaksaan Fahra mengikuti Abi, tapi dia tidak bisa menolong.


"kau pandai sekali ya menjodohkan orang". ucap Daniel masih memandangi kepergian Fahra.


"kau harus merubah panggilan untuk Merisha sekarang". ucap Reyhan dingin.


"tidak apa-apa Rey, kalau Daniel sampai merubah panggilan nya untuk ku coba kau pikir aku di panggil apa bibi, tante, itu tua sekali". Merisha sambil membayangkan dalam usia muda nya ini harus di panggil sepertu itu oleh teman nya sendiri.


"tapi tidak sopan jika dia tidak menghormati mu yang menikah dengan paman nya ini, dan apalagi harus memanggil dengan nama".


Reyhan terus menguyel pipi Merisha supaya mengerti.


Dan Daniel hanya bisa melihat keromantisan pasangan itu, dimana beberapa waktu lalu Daniel yang berencana untuk mendapatkan Merisha harus berhenti karena saingan nya paman nya sendiri.


"lalu apa, aku tidak mau terlihat tua hanya gara-gara panggilan Daniel".


"bagaimana kalau aku panggil aunty saja". usul Daniel.


Merisha memikirkan sejenak usulan Daniel. Yaa tidak ada beda nya arti nya sama saja bibi/tante, tapi ini lebih bagus, pikir Merisha.


"setuju". Merisha mengacungkan jempol dan tersenyum tanda setuju.


Tentu saja Daniel yang belum terbiasa dengan senyuman Merisha terpesona dengan nya, tapi Reyhan melihat itu dan langsung menutup wajah Merisha dengan tangan besarnya.


"apa sih Rey". Merisha berusaha melepas tangan Reyhan, tapi tidak bisa akhirnya dia mengalah dan membiarkan wajah nya tertutup.


Daniel yang tau kenapa paman nya seperti itu pun memilih meninggalkan mereka berdua.


"baiklah Mer eh maksud ku aunty aku pergi dulu". ucap Daniel.


"ha ap ah aku belum terbiasa dengan ini, tapi baiklah selamat bersenang-senang Daniel".


Merisha melambaikan tangan pada Daniel walau dia tidak bisa melihat nya.


Dan Daniel pun berlalu pergi.


Setelah Daniel pergi, Reyhan pun membuka tangan nya yang menutupi wajah Merisha.


"kenapa". tanya Merisha.


"jangan tersenyum seperti itu pada Daniel".


"kenapa". tanya Merisha.


"aku cemburu, bodoh". kesal Reyhan dengan Merisha yang terus bertanya.


"ohh cemburu". Merisha menutup mulut nya menahan tawa.


"tertawalah sepuasnya, habis kau malam ini".


bisik Reyhan yang seketika membuat Merisha tidak lagi tertawa.


aku menang. selalu.


Bersambung!!!