
Mereka sampai di depan gedung Bariksya Grup, Reyhan membawa Merisha turun dari mobil sementara sekretaris Abi pergi memarkir mobil.
Jika orang-orang tidak tau kalau Merisha adalah istri nya Reyhan, maka mereka akan menganggap Merisha itu adik atau sepupu jauh Reyhan.
Perbedaan umur antara dua orang itu jelas jauh, Merisha yang baru menginjak usia 18 tahun yang masih terhitung sangat muda, sedangkan Reyhan yang sudah berumur 25 tahun, umur yang cukup matang untuk menikah dan mempunya anak.
Merisha melihat karyawan yang bekerja di sana sangat super sibuk, mereka kesana kemari mengurus segala dokumen yang di mintai atasan mereka.
Tapi dibalik kesibukan itu tetap saja fokus mereka langsung teralihkan saat melihat Reyhan dan Merisha melewati mereka.
Merisha yang melihat tatapan para karyawan tertuju pada mereka berdua langsung menyapa.
Walaupun sapaan nya hanya dengan senyuman tapi hal itu berdampak baik bagi citra nya di depan para karyawan.
Reyhan yang melihat Merisha tersenyum pada orang lain langsung menarik Merisha dengan cepat.
Mereka sampai di ruangan Reyhan, Merisha melihat ruangan yang begitu besar bahkan ad sofa, tv, kamar mandi bahkan juga tempat tidur.
apa ini adalah rumah kedua nya sebelum menikah dengan ku. kenapa lengkap sekali disini.
Reyhan menyuruh Merisha duduk, sedangkan dia sendiri langsung ke meja kerja nya untuk mengerjakan pekerjaan yang selama ini dia tunda.
Sekretaria Abi memang bisa mengerjakannya, tapi ada beberapa hal yang harus Reyhan tangani langsung.
Merisha tidak bisa diam di tempatnya, dia kesana kemari menjelajah ruang Reyhan, dilihatnya beberapa sertifikat penghargaan yang bergantungan di dinding.
dia pintar juga ternyata, ya iyalah bagaimana mungkin seorang ceo bisa bodoh, dia ini cuma mesum itu saja kekurangan nya.
"apa kau senang sekarang atau masih bosan".
Reyhan yang sedari tadi memperhatikan Merisha menduga bahwa kali ini suasana hati istri nya itu sedang senang.
"tidak tidak, terima kasih kau sudah mengajak ku kesini". ucap Merisha sambil tersenyum lebar pada Reyhan.
"kesini". perintah Reyhan sambil mengibaskan tangannya.
Merisha langsung menurut karena suasana hatinya sedang bagus.
"apa". Merisha yang kini sudah berada di depan meja Reyhan.
"apa aku menyuruh mu disana, kesini". Reyhan menepuk kaki paha nya mengisyaratkan bahwa Merisha harus duduk disana.
Merisha yang mendengar permintaan aneh Reyhan itu tentu saja tidak langsung menurut, bagaimana mungkin di kantor bisa berkelakuan sama seperti dirumah.
si mesum ini aneh-aneh lagi permintaan nya.
Merisha menggelengkan kepala nya, sampai dia melihat ekspresi Reyhan yang nampak kesal akhirnya Merisha menurut dan duduk di pangkuan Reyhan.
"bagaimana bisa kau bertingkah seperti ini di kantor apa kau tidak malu jika ada karyawan yang masuk nanti". Merisha menahan malu setengah mati mungkin kini Reyhan sudah melihat wajah merah Merisha.
Tak lama Merisha menyatakan hal itu, tanpa ijin permisi sekretaris Abi menerobos masuk membawa beberapa dokumen.
Abi tidak terkejut melihat Reyhan dan Merisha yang sedang berpangku manis, sebaliknya Merisha yang terkejut melihat wajah Abi yang tanpa beban masuk begitu saja.
dasar sekretaris tak tau malu sama seperti tuan nya.
Rasa malu Merisha berakhir saat dia melihat dokumen yang di bawa sekretaris Abi tadi.
Reyhan yang melihat rasa ketertarikan Merisha pada dokumen nya langsung menyerahkan benda itu pada Merisha.
"apa". tanya Merisha kebingungan melihat Reyhan menyerahkan dokumen itu pada nya.
"bukankah kau tertarik, bagaimana kalau kita buat kesepakatan".
Bersambung!!