MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Pijatan



Setelah kejadian memalukan di pesta tadi menurut Merisha mereka pun pulang kembali ke hotel.


Untuk masalah cubitan pasti nya Reyhan marah dengan Krisha, dan Krisha hanya meladeni dengan sekenanya.


Kemarahan puncak Reyhan tidak pernah ia tujukan pada orang-orang yanh dekat dengannya, sehingga saat ini mereka jarang bahkan tidak pernah melihat kalau Reyhan benar-benar memarahi mereka.


Reyhan pamit dengan sahabat nya itu dan berlalu pergi.


"kenapa anak itu seperti sedang menjaga bongkahan emas". tanya krisna pada diri nya sendiri dan di jawab lugas oleh Krisha yang bahkan tau pertanyaan itu bukan ditujukan pada nya.


"maka nya nikah biar tau bagaimana menjaga bongkah emas itu". Krisha tertawa kecil dan dia pun masuk kembali ke rumah setelah mobil Reyhan tidak terlihat lagi di gerbang depan.


Dengan kesal Krisna pun menyusul adik nya dan menjitak pala Krisha.


Hubungan kakak adik yang harmonis.




{ hotel }



"hahhh lelah sekali". desah Merisha saat mereka sampai di depan hotel dan saat dia ingin melangkah masuk Reyhan dengan tiba\-tiba menggendong nya.



Mata Merisha terbelalak melihat kelakuan Reyhan.



"Reyhan, turunkan aku. kau tidak melihat banyak orang yang memperhatikan kita". Merisha berbalik melihat para tamu hotel dan pegawai nya sedang menatap penuh pada mereka berdua.


"kau bilang lelah tadi jadi aku akan menawarkan jasa ku".


Reyhan tidak menghiraukan pemberontakan Merisha yang sedari tadi minta diturunkan.



Sedangkan Abi yang melihat kelakuan tuan muda bos nya itu hanya bisa menghembuskan napas pelan.


Dia terus mengekori Reyhan sampai mereka tiba di depan kamar masing\-masing.



"selamat malam tuan muda". ucap Abi menunduk saat dia membukakan pintu kamar untuk Reyhan.


"ya".


Kamar pun tertutup dan meninggalkan Abi yang masih mematung di tempat nya.



dia membalas ucapan ku, apa telinga ku ini saja yang kemasukan air.


tapi tuan muda benar\-benar membalas ucapan ku.


apa ini berkat nona Merisha.


selamat tuan, anda sudah berubah.



Abi pun pergi ke kamar nya untuk merehatkan tubuh yang selalu berjalan kesana kesini dengan Reyhan.



Sementara...



Merisha sudah selesai mandi dan di susul Reyhan.


Saat sudah memakai pakaian tidur nya, Merisha pun langsung merebahkan diri di kasur dan memejamkan mata.



Tak lama Reyhan pun keluar dan masih memakai jubah mandi nya dia menghampiri Merisha.


Dilihat ya tubuh kecil Merisha sudah meringkuk di bawah selimut dengan mata yang sudah terpejam.



*apa dia benar\-benar kelelahan ya*.



"sayang". panggil Reyhan saat dia sudah naik ke kasur.


Dan panggilannya tidak mendapat jawaban dari Merisha.


"sayang". panggil nya lagi.


Merisha merespon, tubuh nya menggeliat di bawah selimut.


"hmmm". dengan suara yang sangat pelan dia merespon panggilan Reyhan tanpa membuka mata nya.



"apa kau lelah".


"hmmm".


"tidak".


"ayolah aku ingin menawarkan jasa ku lagi".


"Rey.. ". Merisha benar\-benar sudah tidak sanggup lagi untuk berbicara.


"tidak ada bantahan aku akan memberi mu pijatan agar kau bisa tenang saat tidur". Reyhan langsung mendudukan Merisha.


Karena sudah tidak mau menanggapi omongan Reyhan lagi, akhirnya Merisha pun mengiyakann.



Bahkan mata nya saja masih terpejam, saat ini perlakuan Reyhan terhadap nya seperti orang tua yang meminta anak nya untuk bangun, tapi anak itu tidak mau.



Dengan perlahan Reyhan melepaskan pakaian Merisha. Melepaskan semua tanpa sisa.



**mau apa lagi dia**.



Merisha mencoba membuka mata nya sedikit berusaha melawan berat mata nya yang ingin menutup.



"kau jangan ambil kesempatan". saat ini ucapan Merisha seperti orang mabuk mata nya yang tidak ingin membuka membuat Reyhan tertawa.


"lihat saja nanti".


Reyhan meletakan Merisha di posisi tengkurap dengan bagian wajah Merisha dia beri bantal. Yang lebih anehnya disini kenapa Reyhan ikut menanggalkan jubah mandi nya memangnya dia yang di pijat.



Reyhan naik ke atas punggung Merisha bertumpu di kedua lutut nya.



*seperti nya aku lupa sesuatu*



Reyhan memikirka sesuatu.



*oh ya minyak nya. haha kenapa aku ini*



Dia turun lagi dan mengambil ponsel mencoba menghubungi Abi.



Setelah mendengar apa yang Reyhan mau Abi bergegas menelpon pihak hotel agar membawa minyak urut.


Dan tak lama, minyak urut sudah di tangan Reyhan.



Dia kembali menaiki Merisha dan memulai pijatannya.


Reyhan dengan lihat menggerakan tangannya di punggung Merisha, saat menyentuh punggung Merisha yang mulus hal yang tak dapat dihindari gairah nya pun ikut meningkat.



*tenang Reyhan tenang*



Reyhan menghembuskan napas panjang agar meredam nafsu nya.



"apa aku harus melakukan di depan juga". tanya Reyhan pada diri sendiri tentu tanpa pikir panjang Reyhan mengurut bagian depan Merisha saat sudah selesai dengan punggung nya.


Reyhan turun dari posisi nya saat ini dan dia dengan perlahan menelantangkan tubuh Merisha agar tidak membangunkan istri nya itu.



Tanpa persiapan apa pun saat Reyhan melihat tubuh bagian depan Merisha, gairah yang sudah dia tahan dari tadi seakan meledak.


Apalagi saat ini dia sedang tertidur pulas tanpa pertahanan siapa yang bisa menahan godaan yanh sudah di depan mata.



aku bisa mati kalau seperti ini.



Bersambung!!!