MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Epilog END



{ 4 tahun kemudian }


"hei Fahra kau mau mengobrol dengan ku atau hanya mau bermain bersama anak-anak". Merisha terus melihat Fahra yang asyik bermain bersama anak-anak nya tanpa bisa ikut bermain, karena Reyhan juga sikap nya seperti anak-anak. Manja.


"aku tidak enak mengganggu dan daripada lama-lama melihat kalian seperti itu lebih baik bermain dengan mereka, haaa lucu nya".


Fahra bergantian mencubit pipi gemas ketiga bocah yang sangat mirip dengan ayah mereka.


"seperti nya gen tuan muda Reyhan lebih dominan daripada kau Merisha".


ucap Fahra setelah melihat d


anak-anak itu dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"apalagi yang ini astaga raut wajah nya mirip sekali". lanjut Fahra.


Fahra melihat salah satu bocah yang raut wajah nya datar dan dingin seperti Reyhan.


"jangan mengganggu nya".


Sebelum Merisha membuka mulut untuk memperingati Fahra, Reyhan terlebih dahulu berbicara.


"kalau kau tidak mau dia ceramahi". lanjut Reyhan kembali bermanjaan dengan Merisha.


"sekecil ini sudah bisa menceramahi orang". kagum Fahra, tapi masih setengah tidak percaya.


"kalau kau mau tau, cobalah". usul Merisha dengan senyum penuh arti.


"baiklah".


Fahra memikirkan cara agar si kecil satu ini bisa terganggu.


"hai bocah jelek". panggil Fahra.


Belum ada respon dari si kecil ini.


"hei bagaimana supaya dia merasa terganggu". Fahra meminta usulan Merisha karena dia tidak bisa memikirkan apapun.


"bilang saja 'aku akan membawa ibu mu pergi'". dan lagi-lagi Reyhan yang berbicara.


Fahra menerima usulan Reyhan dan mencoba nya.


"hei bocah jelek, kalau kau tidak menceramahi ku aku akan membawa ibumu pergi dan tidak akan pernah aku kembalikan". ucap Fahra.


"tidak boleh".


serempak ketiga bocah laki-laki itu menjawab ucapan Fahra.


Dan seketika itu pula mereka berlari menghampiri Merisha.


"ibu kami hanya milik kami, tante tidak boleh membawa apalagi harus mengambil ibu kami dari kami, bahkan ayah saja tidak boleh.


Tante hanyalah teman atau sahabat bagi ibu kami, tapi bagi kami dia segala nya. Jadi tante tidak boleh membawa ibu kam. Dan aku bukan anak yang jelek jika kami jelek ayah juga jelek".


Kalimat terakhir yang diucapkan si penceramah membuat Merisha dan Fahra tertawa.


"bocah nakal, bersyukurlah kalian memiliki wajah tampan dari lahir kalian ini sudah seperti salinan ku. Banggalah dengan hal ini".


Reyhan seperti sedang memuji diri sendiri.


Tapi respon anak nya berkebalikan.


"biasa saja, ayah". dan serempak lagi ketiga bocah kembar itu menjawab dengan lugas.


Bahkan Merisha merasa kali ini dia menang, karena walaupun semua fisik dari ketiga anak nya ini mirip Reyhan, tapi sikap nya seperti campuran dari Reyhan dan Merisha. Dingin dan tidak banyak bicara jika sedang serius.


"baru umur 4 tahun saja sikap nya seperti orang dewasa. Nikmatilah masa kecil kalian bocah jangan meniru sikap orang tua kalian". nasehat Fahra pada ketiga bocah kembar itu.


"apa kalian tidak bahagia anak-anak". tanya Merisha.


"tidak, bu. Kami selalu bahagia jika ibu bahagia".


"baiklah, jika kalian ingin bermain dengan ibu katakan saja, ibu selalu ada".


Merisha memeluk ketiga anak nya itu, dan melupakan Reyhan yang hanya melihat.


"kau melupakan aku".


Reyhan membuka salah satu dekapan tangan Merisha dan memasukan diri nya didalam pelukan hangat keluarga nya.


Fahra tidak bisa melewatkan momen ini begitu saja, dia pun mengabadikan momen harmoni dengan kamera ponsel nya.


.


{ 13 tahun kemudian }


"sayang, ayo sebentar lagi kita berangkat. Apa yang kau lihat".


Reyhan memeluk pinggang Merisha dan memberikan kecupan lembut di bibir Merisha.


"hanya melihat mereka saat masih kecil". Merisha melihat sebuah bingkai foto kecil yang disusun di meja.


"yaa mereka semakin besar dan tumbuh, sementara kita berdua semakin tua".


"yang tua itu kau, aku masih terhitung muda. haha".


canda Merisha membuat Reyhan sedikit kesal.


"awas kau ya".


"ayah, ibu milik bersama. Ayo kita pergi". seorang remaja tampan mengomeli ayah nya karena terus bermesraan dengan ibu nya.


"dasar bocah". Reyhan pun menyusul dan menggenggam tangan Merisha dan tangan Merisha yang lain di genggam oleh anak nya.


sekarang pengawal ku bertambah 4, tidak ku sangka kehidupan ku akan semeriah ini.


Terima kasih Reyhan, karena kau aku mendapatkan kebahagian ku yang sebenarnya.


.


Disebuah meja tersusun beberapa bingkai foto dan yang dilihat Merisha tadi ialah foto mereka berempat yang memeluk Merisha dengan erat.


Dan di belakang foto tersebut tertulis :


Reyhan, Merisha, Raka, Agra, dan Andra, semoga kalian bahagia selalu.


END!!!


TERIMA KASIH PARA READERS MLWMR TELAH SETIA MEMBACA CERITA INI SAMPAI TAMAT!


SEMOGA KALIAN SEHAT SELALU.


SEE YOU!!!