
{ Keesokan pagi nya dikantor }
Setelah menerima fakta yang mengejutkan kemarin, kini perubahan sikap teman nya Merisha berubah. Walaupun mereka masih mau berbicara tapi itu pun hanya ala kadar nya saja.
Tertawa pun tidak seriang biasa nya, sehingga orang-orang mengira kalau mereka ini sedang bertengkar.
"seperti nya ada hubungan pertemanan yang renggang". ucap salah satu fanatik nya Reyhan.
Merisha hanya diam tidak menanggapi, dia hanya fokus pada dokumen nya.
Merasa di acuhkan si fanatik yaitu Gina sengaja bersuara keras supaya di dengar oleh banyak orang.
"kau kenapa Merisha, apa kau di campakkan tuan Reyhan, apa teman-teman mu itu mengetahui kalau kau ini adalah penggoda suami orang". dengan nada mengejek dia berusaha untuk merendahkan Merisha, tapi masih saja Merisha tidak peduli.
Lain hal nya dengan beberapa teman Merisha, mereka terus berusaha menghentikan ulah Gina yang semakin menjadi. Jika Gina tidak berhenti juga, maka lihat lah nasib mu nanti nya.
"hei penggoda". teriak Gina dengan tangan yang mengebrak meja Merisha.
Reyhan yang sedari tadi mengawasi kegiatan Merisha saat kedatangan Gina dia mulai terbakar emosi. Gina itu berani membentak istri nya.
Reyhan ingin langsung ke tempat Merisha sampai Abi menahan nya agar tetap. di tempat dan terus memperhatikan.
Di lain sisi, Merisha merasa kesal karena pekerjaan nya di ganggu. Dia melihat Gina dengan tatapan datar.
"ada apa". tanya Merisha seakan tidak mendengar apa yang telah Gina bicarakan.
Terdengar tawa kecil yang di ciptakan oleh karyawan di ruangan itu karena sikap Merisha menghadapi masalah nya.
"kau itu adalah penggoda suami orang benar". Merisha mengangkat bahu.
"mungkin. terus".
"kau apa kau tidak malu jika orang menganggap mu sebagai penggoda suami orang". dengan terus melenggang Gina sengaja memakai pakaian ketat dengan bagian dada yang seperti kesakitan di dalam nya.
Merisha melihat penampilan Gina dari bawah sampai atas.
"terus kalau kau. apa aku harus berpenampilan seperti itu supaya tidak di panggil penggoda".
"dengar, ini kantor bukan tempat untuk ajang mencari pasangan atau pun memamerkan bentuk tubuh.
Apa kau tidak merasa kasihan dengan dada mu itu, sebesar itu dalam pakaian yang super ketat. Apa kau bisa bernapas. Dan lain kali kalau mau merendahkan orang bercermin lah terlebih dahulu. Supaya tau siapa yang lebih mirip wanita penggoda atau gadis suci polos yang tidak tau apa-apa".
Merisha kembali membuka dokumen nya mengabaikan Gina yang muka nya sudah memerah karena amarah.
Di balik monitor, Reyhan sedari tadi tergelak bahkan Abi yang tadi nya bermuka serius kini ikut tertawa.
"ahaha astaga.. lihat lah Abi. Waah dia belajar dari mana melawan seperti itu, tapi Abi apa kau sudah mengatur bawahan mu untuk selalu disiplin baju rapi. Apa sekarang kinerja mu mulai menurun hanya gara-gara karyawan seperti itu". Reyhan yang tadi nya tertawa kini mulai kembali serius saat membahas masalah karyawan nya.
"saya akan memberitahu mereka dengan tegas, tuan. Kalau begitu saya permisi dulu". Abi menunduk hormat dan berlalu meninggalkan Reyhan.
Reyhan masih menyisakan tawa kecil bila mengingat kejadian tadi.
Rekaman cctv nya berakhir dan layar nya kembali ke halaman utama.
Memperlihatkan walpaper saat di mana Reyhan mencium tangan Merisha waktu berada di rumah ayah.
"kau sungguh luar biasa sayang ku. kemarahan ku kau ganti dengan kesenangan benar-benar hebat".
Reyhan mendekatkan layar tablet nya dan mencium wajah Merisha di balik layar.
"sekali lagi aku jatuh cinta pada mu".
Bersambung!!!