MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Taman Bermain 3



Merisha mengajak Reyhan kesana kemari menjelajah seluruh permainan yang ada taman bermain itu.


Saat ini mereka sedang mengantri panjang dalam wahana roller coster.


"coba saja kau tidak melarang ku untuk menyewa tempat ini, mungkin kita tidak akan menunggu selama ini". Reyhan terus saja meracau kesal karena Merisha menolak ide nya untuk menyewa taman bermain ini. Dia mau berduaan saja dengan Merisha, tapi karena banyak orang disini dia pun tidak bisa terusan mengganggu Merisha.


"dan kau juga kenapa tidak mau pergi ke tempat lain, duduk disana. Disini panas aku tidak mau kau demam". lanjut Reyhan, dia menunjuk sebuah kursi taman kosong yang di belakang nya terdapat sebuah pohon besar yang melindungi kursi itu dari panas.


Kebanyakan taman bermain memang tidak pernah menyisakan satu tanaman pun di daerah nya, tapi disini berbeda dan pohon inilah yang membuat orang-orang banyak datang ke tempat ini.


Kata nya, pohon ini adalah pohon tertua yang tidak pernah mati-mati. Mungkin di jaga dengan baik.


Karena tidak mau Merisha kepanasan, Reyhan membelikan sebuah topi dan memasangkan nya pada Merisha.


"terima kasih ya". ucap Merisha sambil berjalan ke depan karena sekarang adalah antrian nya untuk naik.


Reyhan tersenyum dan mengikuti Merisha.


"kau tidak takut naik roller coster kan". tanya Merisha dengan senyum remeh nya.


"hah. kau kira wahana seperti ini bisa membuat ku takut. kau lihat saja nanti".


Dan.


"Reyhan kau baik-baik saja". Merisha menyerahkan sebotol mineral pada Reyhan dan dengan cepat tangan Reyhan langsung mengambil botol itu.


"jangan tertawa". Reyhan merasa sangat malu. Apa yang dia sebutkan tadi sungguh tidak seperti yang sekarang.


Saat permulaan di roller coster memang dia tampak baik-baik saja, tapi karena lama kelamaan wahana itu semakin cepat dan jalan nya yang turun naik dan berliku-liku, membuat perut nya serasa ikut terbalik.


Merisha tertawa dengan keras baru pertama kali nya dia melihat Reyhan tidak bisa menahan hal memalukan seperti ini. Kan dia biasa nya selalu narsis kalau dia bisa segala nya dan dapat melakukan segala nya dengn sempurna, heh sayang nya tidak untuk ini.


Merisha duduk di samping Reyhan sambil mengusap-ngusap punggung nya supaya Reyhan merasa baikan.


"kau benar-benar baik-baik saja". tanya Reyhan saat melihat Merisha di samping nya yang seharus nya diposisi Merisha itu Reyhan dan yang di posisi nya saat ini Merisha.


"seperti yang kau lihat". Merisha mengangkat bahu sambil tertawa.


"berani ya sekarang kau menertawakan aku". Reyhan meminum habis air nya dan langsung mencium Merisha.


Merisha jadi ikutan minum air yang Reyhan minum tadi.


Merisha mendorong tubuh Reyhan dan karena air yang masih Reyhan tahan di mulut nya belum habis, jadi sekarang sedang mengecer di mulut Merisha.


"kau jorok sekali". Merisha mengelap mulut nya dengan tangan.


"maka nya untuk seterus nya tertawakan lah aku sepuas mu". Reyhan menarik dagu Merisha dan mencium nya lagi.


"Reyhan, banyak orang disini memperhatikan". ucap Merisha dengan suara tertahan karena muluy nya di sumpal oleh bibir Reyhan.


"biarkan saja apa peduli ku. maka nya tadi aku ingim menyewa tempat ini, tapi karena kau menolak nya maka terima lah ini". Reyhan mengambil topi yang masih melekat di kepala Merisha dan dia gunakan untuk melindungi sisi wajah mereka yang terlihat.


"tapi.. ".


Sebelum mendengar Merisha berbicara lagi, Reyhan menggunakan kesempatan ini untuk masuk lebih dalam.


aku tidak bisa melihat apa.


Merisha terus menepuk-nepuk tangan Reyhan yang sedang menangkup pipi nya.


"Reyhan, cukup". Merisha harus segera menahan Reyhan karena sekarang ciuman nya hampir ke leher.


Dengan terpaksa Reyhan menyudahi dan menatap Merisha sedikit kesal.


"kenapa".


"kenapa. kau kira ini dimana, disini banyak orang Reyhan". ucap Merisha dengan berbisik. "hmmm. ya sudah ayo kita pulang". Reyhan beranjak dari duduk nya


"apa kau lupa dengan janji mu tadi". tanya Merisha masih duduk dan mendongak melihat Reyhan.


"janji apa".


dasar pura-pura lupa.


"huh ya sudah kalau kau tidak ingat berarti imbalan nya juga hangus". Merisha pura-pura pergi meninggalkan Reyhan yang seperti nya ingin mengatakam sesuatu.


"ohhh perjanjian itu, haha aku ingat aku ingat. baiklah kau mau kemana lagi". dengan semangat nya seperti Reyhan yang terlahir kembali.


Merisha menunjuk ke arah penjualan cotton candy. Reyhan menurut dan membelikan dua untuk Merisha.


Saat sampai tangannya, Merisha langsung membuka bungkusan dan melahap nya.


"kau tidak mau". Merisha menyodorkan pada Reyhan.


Reyhan menggeleng.


"kau minta juga tidak akan ku berikan, tapi jika kau tidak mau kenapa membeli dua".


"aku tidak terlalu suka makanan manis seperti ini dan semua itu aku belikan untuk mu".


"hmmmm rugi sekali kau jika tidak suka makanan seperti ini. permen ini bisa membuat mood orang menjadi lebih baik".


"kalau begitu aku juga ingin".


"beli sana lagi. jangan ambil punya ku". Merisha masih memakan sedikit demi sedikit cotton candy nya itu.


"buat apa aku beli, kan ada di sini". Reyhan membungkuk menyeratakan tubuh nya dengan Merisha.


Saat Merisha baru saja mengunyah permen nya, tiba-tiba Reyhan mencium nya lagi.


"memang benar manis sekali". Reyhan tergelak saat melihat mata Merisha yanh terbelalak.


Merisha hanya melirik tajam pada Reyhan dan melanjutkan jalan nya.


Mereka sampai di wahana terakhir yang ingin Merisha naiki.


"kau tidak mabuk kan masuk ke sini". tanya Merisha, dia menatap penuh pada Reyhan.


"tentu saja tidak. ayo masuk". Reyhan menarik tangan Merisha dan membawa nya duduk.


Dan wahana yang mereka naiki yaitu bianglala


Bersambung!!!!