
Malam telah tiba di negara xx, dan senja hilang pun hilang di telan malam.
Mungkin karena telah melalui perjalanan panjang, setelah makan malam Merisha langsung merebahkan diri kasur yang lumayan besar.
"akhh aku lelah sekali. Aku tidur dulu ya". ucap Merisha sambil menarik selimut sampai ke bahu, haha tapi sayang nya saat Merisha ingin memejamkan mata, Reyhan langsung menyibak selimut sampai seluruh tubuh Merisha terlihat.
Merisha berdecak kesal dan melihat datar ke Reyhan.
"ya sayang, ada apa". tanya Merisha dengan menyebut kata sayang penuh penekanan.
"jangan tidur dulu". ucap Reyhan dengan wajah memelas.
Merisha beranjak dan duduk dengan menyandarkan punggung nya.
"apa yang harus aku lakukan". tanya Merisha.
"mmm kita bermain dulu. Bagaimana".
"main apa".
"kita main pelunasan janji".
Merisha tercengang mendengar nama permainan yang Reyhan sebutkan. Jujur dia tidak pernah bermain ataupun mendengar nama permainan ini.
permainan apa ini.
"ehmm Rey permainan apa ini". tanya Merisha.
"permainan ini mudah sekali. Cukup buat janji sebanyak-banyaknya dan siapa yang membuat janji paling banyak maka dia harus melunasi nya malam ini juga. Dan tema janji ini yaitu 'tubuh'". ucap Reyhan dengan senyum penuh makna nya.
aaa aku mulai paham tentang permainan ini.
Tapi bukan nya dia yang akan diuntungkan, aku tidak bisa berjanji apa-apa, dan kalaupun aku berjanji itupun tidak bisa banyak
Sementara dia, dengan pikiran dan mulut nya yang mesum itu pasti banyak hal yang dia janjikan padaku.
"tidak. tidak usah. Kita tidur saja ya ini sudah malam. Besok saja mainnya". Merisha menarik kembali selimut, tapi Reyhan menahannya.
"aku mohon". Reyhan memeluk perut Merisha seperti anak kecil.
Merisha hanya bisa menghela napas melihat kelakuan Reyhan.
Merisha mengetuk-ngetuk punggung Reyhan dengan jari telunjuk nya.
Dan Reyhan pun mendongak melihat nya.
"jangan macam-macam kau ya nanti". peringatan Merisha jelas Reyhan paham, tapi soal terima atau tidak itu tergantung Reyhan.
"hahaha tentu". Reyhan tertawa dan mencium bibir Merisha.
lihat saja nanti.
"baik. Kita mulai. Siapa duluan". tanya Reyhan penuh semangat. Tentu saja semangat strategi nya jelas membuat Merisha tidak berdaya.
"kau saja". suguh Merisha.
"tidak. Wanita selalu duluan". ucap Reyhan. Dia ingin mendengar janji apa yang akan Merisha berikan pada nya.
"baiklah".
aku tidak boleh kalah, tapi janji apa yang harus di penuhi hanya untuk malam ini?.
Akhh pusiing.
"aku ingin mengajukan janji pada mu".
Reyhan mengangkat bahu dan tersenyum lagi. "silakan".
aku tau dia punya maksud tersembunyi dalam permainannya ini. Lihat senyum nya itu. Jelas sekali apa yang dia rencanakan.
"1. kau harus tidur dengan tenang malam ini jangan mengangguku, boleh memeluk ku tapi tidak lebih dari itu". Reyhan mengangguk tanda setuju.
Kemudian Merisha melanjutkan pengajuan janji nya, tapi seperti nya ada yanh dia rencanakan juga.
Terlihat beberapa kali dia memperhatikan tubuh kekar Reyhan dan tubuh kecil nya.
"2. untuk satu minggu ke depan aku ingin kau memakai baju tidur ini".
"tidak boleh MEMBANTAH". Merisha memperhatikan Reyhan yang ingin memberontak, tapi langsung bungkam saat Merisha mengecam nya.
"3. Temani aku berenang di lautan besok.
Ajak aku jalan-jalan.
Kau harus memasak selama seminggu ke depan.
Dan terakhir, kau tidak boleh meminta jatah selama SEMINGGU".
"bagaimana". sebenarnya terdapat nada kemenangan dalam setiap janji yanh Merisha sodorkan pada Reyhan, entah kenapa dia merasa bahagia jika memikirkan Reyhan yang memakai pakaian seperti diri nya apa lagi tidak menyentuh nya selama seminggu.
Dia ingin sekali-kali mengerjai Reyhan, tapi selalu gagal.
Apa karena author berpihak pada Reyhan?.
Setelah mendengar janji atau lebih tepatnya seperti permintaan dari Merisha, kenapa permintaan istri nya itu berat-berat ya.
Jika dia kalah maka tamatlah keseharian Reyhan.
"sayang, kau sudah melenceng jauh dari tema dan peraturan nya".
Merisha tidak peduli, dia mengangkat bahu tanda tidak peduli.
"Aku tambahkan lagi permintaan nya, kau harus ubah peraturan nya menjadi tema bebas dan pelunasan nya bisa di jalankan beberapa hari kedepan".
"itu permintaan ku kalau aku menang".
Reyhan hanya menatap kosong pada Merisha, kenapa istri nya ini tidak mau kalah.
Bahkan permintaan nya ingin merubah peraturan permainan ini.
"baiklah. Akan aku turuti jika kau menang, tapi jika kau kalah, kau harus menerima setiap janji yang aku buat untuk mu". ucap Reyhan dengan nada kemenangan yang tak kalah dari Merisha.
"baik".
Bersambung!!!