
{Pagi}
Matahari sudah menampakkan kemilau nya, para burung sedikit demi sedikit meninggalkan sarang nya untuk mencari makan, dan orang-orang sudah mulai melakukan aktivitas nya.
Tapi itu tidak berlaku bagi manusia yang masih dengan nyenyak nya memejamkan mata nya.
Ya orang itu adalah Reyhan dan Merisha, Merisha yang kelelahan karena ulah Reyhan semalaman tidak bisa tidur tenang.
Tak berapa lama, Merisha membuka mata pelan mengumpulkan nyawanya yang masih melayang-layang.
Merisha melihat Reyhan tidak berada di sampingnya tapi ada di dalam selimut masih memeluk nya.
Reyhan mengusap-usap muka nya di dada Merisha, mungkin dia merasa nyaman dan hangat disana.
dasar mesum, apa semalaman dia tidur di posisi itu. apa dia merasa tubuhnya keram ya. lihat lah badanku sekarang habis sudah.
tanda merah nya ada di mana-mana, aku harus memakai pakaian yang menutupi sampai leher ini nantinya.
Merisha melepaskan pelukan Reyhan dan ingin turun dari kasur, tapi dia merasa kesakitan dan akhirnya membangunkan Reyhan.
"akh sakit". walaupun cuma gumaman, tapi cukup membuat Reyhan bangun karena dia merasa ada yang hilang dari pelukan nya.
Reyhan yang tiba-tiba muncul dari selimut membuat Merisha sesaat lupa dengan sakit nya dan membuat nya tertawa.
"hehe kau seperti anak kecil ketahuan bersembunyi". tawa Merisha membuat Reyhan bahagia di pagi hari dan seketika Reyhan mencium bibir Merisha singkat.
"pagi". ucap Reyhan penuh senyum.
Merisha dengan cepat mengambil selimut untuk menutupi tubuh nya yang polos, dan hal itu membuat Reyhan tertawa.
"ya pagi".
Merisha turun dari kasur dengan balutan selimut walaupun menahan sakit. Reyhan yang melihat nya tidak tega bagaimana pun itu ulah nya membuat Merisha seperti itu.
Reyhan ikut turun dan dia menggendong Merisha.
"kau mau apa, turunkan aku, aku mau mandi. aku harus kuliah". berontak Merisha.
"aku juga mau mandi, kau jangan lupa aku juga harus kerja". Reyhan melepaskan selimut yang menempel di badan Merisha.
Merisha dengan badan sepolos bayi saat ini berada di pelukan Reyhan benar-benar membuat nya mati malu.
Reyhan membawa Merisha ke kamar mandi dan mereka berdua mandi bersama.
Tapi bukan Reyhan nama nya jika dia tidak memanfaatkan kesempatan yang ada.
Dia melakukan itu lagi sehingga membuat Merisha tidak bisa melawan karena kewalahan.
Reyhan membersihkan Merisha dengan baik, taoi dia juga memberi tanda yang sama di badan Merisha.
Merisha melihat suasana baru, yang biasanya ayah nya yang menunggu di meja makan kini seorang ibu yang menunggu mereka di meja makan.
Ada rasa sedikit bahagia di lubuk hati Merisha.
Sedangkan ibu melihat pasangan itu dengan penuh kebahagiaan, dia melihat Reyhan yang menggenggam tangan Merisha seolah tidak mau berbagi kasih sayang Merisha dengan orang lain.
*anak ini ya, melekat sekali dengan Merisha. bahkan aku saja yang cuma meminjam Merisha sebentar pasti dia kesal*.
Merisha menyapa ibu mertua nya saat mereka sudah mendekati meja makan.
Dan di balas senyum oleh ibu mertua nya, sedangkan Reyhan langsung menarik Merisha agar mengikuti nya tanpa ketinggalan langkah nya sedikit pun.
"cepatlah makan nanti kau terlambat". Reyhan membuka kursi untuk Merisha.
Merisha hanya bisa tersenyum dengan rasa bersalah karena tidak bisa menyapa ibu mertua nya dengan baik.
"tidak apa\-apa nak". ibu menenangkan Merisha karena dia tau pasti Merisha merasa bersalah tidak menyapa dengan baik.
*anak ini benar\-benar durhaka sekali. lagipula waktuku masih panjang untuk bermain dengan Merisha, kau tidak mungkin akan melarangnya keluar walaupun itu dengan ibu sendiri kan Reyhan*.
Ibu senyum penuh rencana menatap Merisha. Dan dibalas dengan tatapan Reyhan sambil mengarahkan tangan ke samping seperti melindungi Merisha dari niatan ibu nya.
*aku mohon kepada kalian ibu dan anak, kenapa kalian bisa\-bisanya seperti sedang rebutan mainan saja.
kalau aku ada dua mungkin cukup bagi kalian, tapi aku cuma ada satu. ayah tolong Merisha.
Hiks*..
Bersambung!!