MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Bulan madu 1



Segalanya telah disiapkan oleh Reyhan dengan perencana nya yaitu sekretaris nya Abi.


Hari ini keberangkatan bulan madu nya Reyhan dan Merisha.


Yaah padahal sudah lama menikah tapi baru kali ini mereka berbulan madu.


Dan itu karena Reyhan mengerti Merisha yang masih dalam status pelajar.


Dan yang lebih istimewa nya lagi, Merisha juga sudah mulai berubah apalagi saat bersama nya.


Setelah berpamitan dengan kedua orang tua nya (yang satu nya ibu Reyhan sudah dia anggap sebagai ibu nya sendiri).


Berat rasa hati Merisha meninggalkan ayah nya, tapi mau ya mau bagaimana lagi.


Ayah nya saja sampai mendesak nya untuk tidak terlalu berlama-lama di rumah nya.


Itulah sebab nya kesepakatan nya dengan Reyhan yang menyatakan kalau saat Reyhan menikahi anak nya waktu itu, mereka harus tinggal di kediaman beliau.


Tapi dengan dua atau tiga alasan, ayah Merisha sendiri yangmembatalkan kesepakatan itu dan hanya menyuruh mereka untuk tinggal selama seminggu di kediaman nya.


Dalam perjalanan ini, Merisha masih tidak tau kemana Reyhan membawa nya.


Karena kemarin Reyhan menolak usul nya untuk pergi ke daerah dekat pantai, jadi dia enggan untuk mendengar apa rencana Reyhan saat ini.


Merisha terus memperhatikan arus lalu lintas di jendela mobil dengan Reyhan yang terus memperhatikan dari tadi.


"kau kenapa sayang". tanya Reyhan sambil membelai rambut panjang Merisha yang tergerai lurus ke bawah.


Merisha pun menoleh, di lihat nya raut wajah Reyhan seperti khawatir tentang kondisi nya.


"hmmm. tidak apa-apa. aku baik-baik saja, kau tidak usah khawatir".


"baiklah. sini". Reyhan menunjuk ke paha nya, sebenarnya dia menyuruh Merisha untuk duduk di pangkuan nya sebelum mereka tiba di bandara nya, tapi kode nya di salah artikan Merisha.


Dia malah berbaring dengan paha Reyhan sebagai bantal nya.


"bukan ini".


"apa. lalu". tanya Merisha dengan alis sebelah terangkat.


"duduk disini".


Lama Merisha menatap Reyhan sampai dia menghela napas dan menuruti keinginan Reyhan.


"baiklah".


Merisha bangun dan duduk di atas pangkuan Reyhan yang langsung disambut dengan pelukan erat dari Reyhan.


"aku masih belum tau kemana kau mengajak ku pergi". ujar Merisha.


Reyhan hanya tersenyum, biarkan ini menjadi kejutan pikir Reyhan.


Reyhan merasa kendali diri nya hampir hilang, apa lagi saat Merisha yang juga sedang memeluk nya erat.


Tapi tujuan Merisha memeluk Reyhan saat ini bukanlah untuk menghilangkan kendali Reyhan, melainkan sedang mencari kenyamanan agar dia bisa tidur.


"bangunkan aku nanti kalau kita sudah sampai di bandara ya". ucap Merisha tanpa sadar kalau diri nya saat ini telah membuat Reyhan menahan seperti orang gila.


akhh gila. kenapa dia tidak merasakan sesuatu disana.


Dan benar saja, baru saja di katakan Merisha langsung menyadari ada sesuatu yang mengganjal di bawah nya.


apa ini.


Dengan polos nya Merisha meraba-raba, mencari sesuatu yang mengganjal tadi. Dan dapat, dia langsung memegang bahkan meremas nya.


"apa in.. ". Mata Merisha terbelalak saat menyadari apa itu. Dan karena terkejut, kepala nya membentur bagian atas mobil.


Dughh..


hwaaaa kepalaku.


Dengan wajah meringis Merisha mengusap bagian kepala yangbterjedot tadi.


"kau tidak apa-apa". tanya Reyhan tak kalah khawatir, tapi di balik khawatir nya dia juga tertawa mengingat apa yang di lakukan Merisha tadi.


"kenapa kau tertawa". Merisha cemberut sambil terus mengusap kepala nya..


"bukan apa-apa, tapi apa kau tidak merasa tadi itu kau sengaja menggoda ku kan". ucap Reyhan dengan senyum jahil nya.


"mana ada. aku tidak tau". dengan wajah yang sudah memerah Merisha mengakui kalau dia terlalu polos untuk hal itu.


"kau lucu sekali". Reyhan mengusap bibir kecil Merisha dengan lembut dan menarik nya.


Menempelkan bibir nya dengan bibir Merisha.


Ciuman yang lembut di awal dan mulai panas saat pertengahan.


Merisha merasa malu harus melakukan ini di mobil apalagi ada sekretaris Reyhan disini.


Dan untung nya, saat tangan Reyhan mulai menyusup ke baju nya, mereka pun tiba di bandara.


"mmmm kita sudah sampai". Merisha melepaskan ciuman mereka dengan paksa bahkan Reyhan berdecak kesal pada nya.


"cih". Reyhan turun dengan wajah yang kusut sehinga bawahan nya yang berjaga di bandara ini merasa takut.


apa yang terjadi pada tuan Reyhan.


Bersambung!!!