
Setelah kemarin Reyhan mengajak nya untuk berbulan madu, saat ini Merisha berusaha untuk mengerjakan tugas kuliah nya terlebih dahulu sebelum pergi.
Saat ini Merisha sedang bertumpu dengan laptop nya di perpustakaan kampus.
Walaupun tangannya sedang mengutak atik laptop, tapi pikiran nya terus menjurus tentang "bulan madu".
kenapa dia tiba-tiba ingin berbulan madu, lagipula kami menikah sudah 3 bulan, tapi kenapa baru sekarang dia ingin pergi.
Dan juga apalagi yang mau dia lakukan. Semua nya telah dia lakukan, tapi waktu khusus kami berdua memang tidak ada.
"hei kau". Fahra mengejutkan Merisha yang seperti sedang banyak pikiran walaupun jari-jari nya bergerak di keyboard laptop.
"apa". tanya Merisha.
"hanya apa saja yang kau tanyakan padaku. Sudah satu bulan kita tidak bersama-sama lagi. Kau tidak rindu padaku". ucap Fahra dengan muka kecewa yang dibuat-buat.
"berhenti membual. Tentu saja aku rindu, tapi Reyhan mengisi kekosongan itu". tanpa sadar Merisha tersenyum saat mengingat hari-hari nya di kantor yang selalu melihat Reyhan tanpa absen.
Fahra dengan bahagia nya saat melihat Merisha seperti itu.
"oouu seperti nya ada yang bahagia akhir-akhir ini berarti tidak lama lagi kabar bahagia nya akan hadir".
Merisha tidak menjawab mimik muka nya mulai berubah seperti kecemasan yang terus menghantui nya.
"kenapa". tanya Fahra saat melihat perubahan ekpresi Merisha.
"aku takut". ucap Merisha sambil menghentikan kegiatan nya dan mulai berbicara serius.
"takut apa". tanya Fahra kebingungan.
"aku takut melahirkan". Merisha berbisik di telinga Fahra dengan wajah sedih membuat Fahra tergelak.
"hahaha astaga Merisha. kau ada-ada saja dengan takut hal seperti itu".
"hei aku serius. kau juga belum pernah melahirkan bagaimana kau tau kalau melahirkan itu tidak sakit. Kau harus membayangkan bagaimana bisa bayi yang berat nya bisa mencapai 3 kg lebih keluar dari situ".
Walaupun ini pertanyaan yang lucu bagi Fahra, tapi tidak bagi Merisha. Dengan wajah serius sambil membayangkan bagaimana proses melahirkan.
"begitu ya. baiklah kalau begitu aku pulang dulu". Merisha langsung bergegas memasukkan laptop serta serba serbi peralatan kuliah nya ke dalam tas.
"hei masih ada kelas. kau tidak mungkin bolos kan".
"ya aku bolos. kalau dosen nya bertanya katakan saja sejujurnya. bye Fahra". Merisha melambaikan tangan pada Fahra dan berlalu pergi.
Sementara Fahra menatap kepergian Merisha sampai menghilang dari ruangan itu.
"anak itu ada-ada saja hal yang ditakutkan". Fahra menghela napas berat ketika mengingat pertanyaan Merisha tadi.
"kau kenapa".
Daniel tiba-tiba saja sudah berada disini. Kenapa dia bisa tau dimana Merisha dan Fahra berada.
"kenapa kau bisa tau kalau aku disini". tanya Fahra.
"kebetulan aku melihat Merisha keluar dari sini, tapi kau tidak ikut keluar dan aku pikir kau masih disini". jelas Daniel sambil duduk di salah satu kursi perpustakaan.
"hmmm".
"apa ada masalah". tanya Daniel.
"tidak, hanya saja Merisha terlalu polos". Saat Fahra mengingat pertanyaan Merisha tadi, dia tidak bisa menahan tawa nya walaupun kecil.
"memangnya kenapa". tanya Daniel lagi.
"kau tidak perlu tau semua nya. Ini urusan perempuan".
"baiklah". Daniel melirik jam tangan nya dan ternyata sudah berlalu 10 menit dosen masuk.
"hei kita telat. ayo ke kelas". Daniel pun langsung beranjak dan karena terburu-buru dia menarik tangan Fahra.
ehhh
Bersambung!!!