MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Servis



"kau benar akan pulang besok". tanya Merisha yang saat ini sedang makan tapi Reyhan yang menyuapi nya.


"katakan dulu, kau baik-baik saja kan sekarang". dengan raut cemas Reyhan terus mengkhawatirkan Merisha.


"tentu. kau lihat". Merisha berdiri dan menghentakan kaki pelan. Sementara Reyhan masih khawatir dan menarik tangan Merisha agar kembali duduk.


"jangan bergerak sembarangan dulu. nanti sakit lagi". Reyhan kembali menyuapi Merisha.


Reyhan tidak bisa tidur dengan tenang mulai dari semalam.


Karena saat tadi malam Merisha terserang demam panas.


Saat mereka berdua telah terlelap masing-masing dengan tidur nya setelah melakukan itu.


Tiba-tiba Reyhan merasa tubuh Merisha lebih panas dari biasa nya.


Saat dia melihat wajah Merisha yang telah bercucuran keringat, dia pun secepat kilat menghubungi sekretaris nya Abi yang mungkin saat itu sedang berada dalam mimpi.


Setelah panggilan dari Reyhan diterima, dia pun langsung menekan tombol darurat dan menghubungi dokter pribadi nya yang bahkan tidak ada di negeri ini.


Dan untuk beberapa orang mungkin malam itu menjadi malam yang paling menyebalkan.


"apa yang kau makan kemarin sampai bisa sepanas itu semalam". Reyhan menyudahi suapan nya dan mengelap sudut bibir Merisha dengan tissu.


"aku makan makanan yang sama dengan mu kemarin, kau tidak sakit berarti bukan makanan nya yang tidak sehat".


Merisha terlihat berpikir sejenak.


"apa mungkin ini gara-gara kau semalam". lanjut Merisha dengan suara yang tenang dan merapikan kasur nya yang masih berantakan.


"itu tidak mungkin". elak Reyhan dia tidak bisa mengakui kalau perbuatan dia pada Merisha semalam yang membuat Merisha demam.


"ya itu bisa saja. mengingat bagaimana kau semalam dengan ganas nya memperlakukan ku". dengan enteng Merisha menyebutkan kata-kata vulgar tanpa melihat Reyhan yang seperti bermaksud sesuatu.


"begitu". gumam Reyhan tanpa bisa di dengar Merisha.


Reyhan mendekati Merisha dengan pelan agar tidak diketahui.


"kalau begitu". ucap Reyhan saat sudah sangat dekat di punggung Merisha sampai membuat Merisha sendiri terlonjak kaget.


"bagaimana kalau kita ulangi yang semalam supaya menjadi bukti bahwa bukan aku yang mengakibatkan mu demam". Reyhan meletakan dagu nya di bahu Merisha sementara tangannya yang sudah menyusup ke dalam baju Merisha.


Napas Merisha tersekat saat tangan Reyhan yang mulai dengan pelannya meraba dada nya.


Ini sudah biasa bagi Merisha saat dia mulai di sentuh Reyhan seperti ini, respon pertama dari tubuh nya yaitu napas nya yang seakan tidak bisa keluar.


"Rey eh sayang jangan ya. kau nanti juga ikut demam aku juga belum pulih sepenuhnya". Merisha menarik tangan Reyhan agar keluar dari sana, tapi saat tangan Reyhan keluar kini giliran bibir nya yang mulai bergerilya.


"kau bilang sudah pulih kan tadi. dan kalaupun aku demam kau juga harus memberiku servis supaya bisa lebih baik".


"servis apa maksud mu memangnya kau mesin".


Reyhan berdecak kesal. Kenapa Merisha sepolos ini.


Biasa nya juga gadis seusia nya banyak yang tau hal seperti ini.


"kau sungguh tidak tau". tanya Reyhan.


"iya". masih dalam posisi membelakangi Reyhan, Merisha mengangguk dengan polos nya.


Dan munculah ide gila khas Reyhan.


"kalau begitu aku akan memberi contoh bagaimana melakukan servis, jadi jika suatu hari aku meminta mu melakukan nya kau sudah tau apa yang harus di lakukan". Reyhan tersenyum licik sambi terus memandangi Merisha yang seperti nya berpikir sesuatu.


Saat Merisha hendak pergi ke sisi kasur di seberang nya, tangan Reyhan terlihat menahan nya dan memutar tubuh Merisha agar menghadap nya.


"kau menghindari ku lagi. ingat yang kau katakan kemarin". dengan suara yang pura-pura sedih Reyhan mencoba untuk mengelabui Merisha.


Tapi sayang nya gagal, Merisha tidak mungkin termakan dengan akting Reyhan karena dia biasa nya juga melakukan ini dan melihat karakter Reyhan bukan tipe orang yang bisa bermimik seperti sekarang ini.


"siapa yang kau bohongi. tidan termakan untuk ku". Merisha menatap datar pada Reyhan mencoba sok garang di depan Reyhan padahal dari tadi dia ingin tertawa lepas saat melihat Reyhan bertingkah kekanakan.


Raut wajah Reyhan langsung berubah seperti biasa.


"ya aku memang tidak termakan akting mu, tapi karena kau mengingatkan ku tentang kemarin maka sebagai balasan nya aku terima servis mu". menyebutkan tentang servis dengan entengnya seperti benar-benar gadis polos. Dia tidak tau makna apa yang tersembunyi dibalik kata itu.


Sementara Reyhan yang mendengar Merisha mengijikan nya untuk melakukan servis terlihat senang.


"tapi kenapa perasaan ku mulai lebih tidak enak ya". gumam Merisha tapi masih bisa terdengar oleh Reyhan.


Reyhan semakin merapat dengan Merisha sementara Merisha masih diam di tempat.


Saat merasa jarak nya sudah sangat dekat Reyhan langsung mengangkat dagu Merisha agar bisa bertatapan dengan nya.


Reyhan mengecup singkat bibir Merisha.


"ini saja kan. ya sudah aku juga bisa".


Reyhan masih menahan dagu Merisha.


"apa lagi". tanya Merisha.


Dan lagi Reyhan mengecup nya lagi.


"say.. ". ucapan Merisha terpotong saat bibir Reyhan menutup mulut nya.


Ciuman Reyhan lama-kelamaan menjadi panas.


Lidah nya yang terus bermain di dalam mulut Merisha membuat Merisha sendiri mau tak mau ikut bermain.


Dan bukan Reyhan nama nya jika satu tangan nya tidak bekerja saat tangan yang lain sedang bekerja.


Tangannya mulai kembali menyusup ke baju Merisha, sengaja mengelus pelan seperti ingin memberikan rangsangan pada Merisha.


Kaki Merisha merasa lemas saat Reyhan bermain tangan di dada nya.


Saat Merisha hendak terjatuh, tangan Reyhan yang tadi nya menahan dagu kini berada di punggung Merisha.


Reyhan menjatuhkan Merisha perlahan di atas kasur tanpa berhenti dengan kegiatannya.


Merisha berusaha untuk melepaskan ciuman Reyhan yang ternyata berhasil.


"sayang, sudah ya. kita berdua sama-sama sudah mandi. ini juga masih pagi aku tidak mau membasahi rambut ku lagi. dan aku mohon tangan mu itu bisakah kau berhenti".


Reyhan ikut melirik memerhatikan tangannya yang masih bermain di dada Merisha.


Reyhan tersenyum.


Dan memulai kembali servis nya tanpa memedulikan perkataan Merisha.


Bersambung!!


Maaf gak up kemarin. Ini aja baru selesai kerjaan, karena merasa bersalah kemarin author gak up jadi malam ini berusaha semaksimal mungkin untuk up nya.


Maaf ya!! 🙏🙏