
hati-hati katamu, kau itu yang membuat ku tersedak.
Setelah merasa lebih baikan, Merisha kembali mengatur napas nya karena sesak.
"kenapa kau bisa sampai tersedak".
dengan tatapan kesak Merisha lempar pada Reyhan.
"kau tidak menyadari ucapan mu tadi".
Reyhan terlihat memikirkan sesuatu.
memang kesalahan apa yang aku ucapkan. apa..
"kau tersedak saat aku memuji mu cantik". tanya Reyhan tergelak.
"jangan menyebut nya lagi. sekarang kau makan lah". ucap Merisha dengan wajah yang sudah memerah menahan malu.
haha lucu sekali. aku ingin menghabisi mu sekarang.
Reyhan sekuat tenaga menahan gairah nya terlihat kepalan erat di tangannya sehingga membuat Merisha bertanya.
"kau kenapa".
tanya Merisha dengan wajah polos nya.
Reyhan langsung melihat Merisha dari ujung kepala sampai kaki.
Dilihatnya baju tidur yang Merisha pakai sekarang, baju tidur yang berkerawang walaupun tertutup dengan cardigan.
kenapa dia memakai pakaian seperti itu.
tahan Reyhan tahan..
Reyhan menghembuskan napas kasar.
"tidak apa-apa makanlah cepat". Reyhan memasukkan makanan dengan cepat ke mulut nya masih meninggalkan Merisha yang keheranan dengan perilakunya.
apa dia ada urusan mendesak ya.
Tidak tau dia urusan mendesak Reyhan ada padanya.
Setelah beberapa menyantap makanan, Reyhan memanggil Abi supaya memerintahkan pelayan hotel untuk mengambil barang kotor dari kamar nya.
Setelah kenyang dan semua urusan selesai, Merisha langsung menuju kasur.
Tapi tertahan oleh Reyhan yang memeluk nya dari belakang.
apa dia demam.
Merisha langsung membalikan tubuh nya untuk menghadap Reyhan.
"kau de.. mam". dengan suara tertahan karena Reyhan langsung mencium bibir Merisha dengan lembut.
Ya ciuman yang lembut di awal dan lama kelamaan semakin panas Reyhan menuntut ciumannya dengan dalam.
Dia meraba leher polos Merisha dan menekan tengkuk nya, menarik Merisha semakin dekat dalam pelukannya sehingga dada Merisha menyatu dengan nya.
"Rey..han". ucap Merisha di sela-sela ciuman nya.
"jangan memberontak, aku hanya meminta jatah ku". dengan napas yang menderu Reyhan kembali m****** bibir Merisha.
Memaksa agar lidah nya masuk ke dalam dan saling bertautan dengan lidah Merisha.
Entah kenapa semakin di perdalam ciuman itu, Merisha semakin terbawa suasana.
Tanpa diperintahkan Reyhan, dia melingkarkan tangannya di leher Reyhan dan berjinjit agar ciumannya bisa lebih dalam lagi.
Reyhan yang tidak menyangka respon Merisha seperti ini menjadi lebih semangat.
Dia membawa Merisha duduk di pangkuan dengan masing-masing kaki Merisha melingkar di pinggangnya.
Merisha yang merasa duduk nya ini seperti menantang bahaya ingin beranjak turun tapi Reyhan menahan kedua paha nya untuk tetap berada di posisi ini.
"Reyhan, ini.. ". ucapan Merisha terpotong ketika Reyhan kembali m****** bibir nya dengan lebih agresif.
Ciumannya turun ke leher memberikan beberapa tanda merah disana.
Dan saat nya Reyhan berdiam lama di dada Merisha, dia memberikan hisapan yang kuat sehingga Merisha mengeluarkan desahan kecil.
Reyhan langsung merebahkan Merisha dan mulai mencumbu bibir Merisha lagi.
Semua tangannya bekerja, satu nya untuk menahan tangan Merisha agar diatas kepala, satu nya lagi sedang bergerilya di dada Merisha.
Sehingga Merisha mengeluarkan beberapa suara yang membuat Reyhan semakin menjadi.
kalau seperti ini terus lama-lama aku bisa mati kelelahan.
kenapa dia punya gairah yang besar sekali apa dia tidak lelah sudah sedari tadi.
aku mau tidur dengan tenaaangg..
Bersambung!!!
{ PENGUMUMAN }
Haii para readers MLWMR, gimana kabar nya. sehat?
Ad yg mau author omongin nih sama kalian semua.
Mungkin utk sebulan ini author akan up tengah malam, lantaran lg' sibuk² nya.
Author akan usahain utk ttep up kok, dan doakan author sehat² aja ya agar bisa kasi up nya.
Makasih juga yg udh like, komen, vote dan rate. Author akan lbih smngat klau kalian jga smngat tungguin cerita selanjut nya.
Dan jangan lupa kasi like, komen, vote dan rate nya!!!
Salam jumpa.
Giriri 😄