
Di kota ini terdapat sebuah rumah besar yang sedang mengadakan pesta.
Tidak bertema apa pun, hanya pesta.
Dan disinilah pesta sahabat Reyhan berada.
Terdapat seorang pemuda yang mondar mandir menunggu kedatangan mungkin Reyhan.
"dimana dia. apa dia tidak peduli pada ku lagi".
"kak Krisna kenapa sih".
Ya nama sahabat Reyhan adalah Krisna Sanjaya dan yang bertanya tadi adalah adik nya Krisha. Mereka berdua kembar tak identik.
"nungguin tuh si Reyhan kenapa belum nyampai juga sih".
"ihh kenapa kakak seperti gadis yang lagi nungguin pacar nya datang".
Krisna menjitak kening adik nya itu karena berbicara sembarangan.
"dia sudah janji pada ku dan apa kau tau anak ini kata nya akan membawa istri nya. Itu yang bikin aku penasaran. Dia itu terkenal sebagai 'pangeran tampan', tapi tetap saja tidak bisa menutupi kejombloan nya. haha kira-kira wanita seperti apa yang bisa masuk ke hati Reyhan". pikiran Krisna melayang-layang membayangkan tipe wanita yang disukai Reyhan seperti apa.
Sedangkan Krisha tidak peduli, dia sibuk dengan ponsel nya dan pacar nya.
aaa pacar ku kenapa perhatian sekali
Krisha berbalas chat dengan pacar nya sehingga menghiraukan omongan kakak nya saat ini.
Setelah Krisna menunggu sekitar 20 menit, akhirnya Reyhan datang.
Kedatangan nya menarik semua mata tamu yang hadir.
Merisha yang tidak nyaman karena banyak mata laki-laki yang melihat ke arah nya berusaha menempel pada Reyhan sedekat mungkin.
Reyhan menyadari hal itu langsung memeluk pinggang Merisha dan menatap tajam para laki-laki itu.
Karena sudah menunggu lama, Krisna langsung saja menghampiri Reyhan dan langsung memukul bahu Reyhan.
"sakit dasar kau". Reyhan pura-pura meringis kesakitan padahal pukulan Krisna sama sekali tak terasa.
"jangan pura-pura kesakitan kau, aku tau pukulan ku tak terasa di bahumu.
aku telah lama menunggu mu kemana saja kau baru datang". kesal Krisna pada Reyhan karena sedikit telat dari waktu yang di janjikan padahal Reyhan kan orang yang tepat waktu.
heh tidak tau dia, bukan kemana saja tapi kelamaan di mobil ini orang kalau dia minta tapi gak di kasih aku gak akan bisa tidur lagi malam ini.
Melihat raut wajah Merisha yang seperti sedang kesal membuat Reyhan tersenyum.
"ohh ya mana istri mu, dia tidak ikut". tanya Krisna masih belum menyadari kehadiran Merisha.
"ini". walaupun di jawab singkat, tapi Krisna langsung merespon dan melihat Merisha yang sedang dipeluk erat oleh Reyhan.
"hai". sapa Merisha dia mengangkat tangan cepat dan langsung di turunkan.
Lama Krisna melihat Merisha, dia bahkan mengukur tinggi nya dengan Merisha.
ini sih masih gadis banget. gila ni orang tipe nya anak-anak sekali.
bisa jadi temannya Krisha ini.
Krisna berteriak memanggil Krisha.
Reyhan yang mudah cemburu langsung menarik Merisha menyembunyikannya di pelukannya.
cih, segitunya.
Krisha pun menghampiri kakaknya dan melihat ada Reyhan dan juga wanita di pelukannya.
apa dia istri kak Reyhan.
bukan tipe yang aku pikirkan.
"ada apa, kak". tanya Krisha saat sudah berdiri di samping kakak nya.
"dia istri Reyhan".
"ya terus". Krisha dibuat kebingungan karena kakak nya.
"dia masih kecil".
"apa sih kak kecil darimana, aku tebak umurnya sekitar 18 an".
Tebakan Krisha di balas anggukan dari Reyhan.
"nah umur 18 an di bilang kecil, itu karena tubuhnya yang gak nambah tinggi dan juga di umur segini udah bisa lahirin anak kak kak". ucapan Krisha sangat blak-blakan. Ada kata-kata nya dimana membuat Merisha kesal karena secara tak langsung mengatai nya pendek, dan ada kalimat dimana dia membuat Merisha malu sekaligus takut.
Anak? bahkan Merisha masih takut jika harus melahirkan seorang bayi di umur nya yang masih kecil.
Apakah dia mampu?..
bicaranya astaga.
"kenapa kau memilih tipe-tipe anak kecil seperti ini Rey. Bukankah banyak wanita dewasa di luar sana yang menginginkan mu, bahkan mereka bisa lebih agresif". ucapan Krisna saat ini seperti sedang memanas manasi Merisha.
Krisha yang juga merasa kesal kakak nya bicara sembarangan tidak menghargai perasaan orang lain langsung menyindir dengan halus.
"khawatirkan dirimu sendiri kak, Reyhan sekarang sudah punya istri kapanpun dia mau dia bisa mendapatkannya, sedangkan kau masih sendiri kalau kau mau kemana kau akan meminta".
Mendengar ucapan adiknya, Krisna langsung meradang, terkecuali Merisha.
Dia yang awal nya kesal karena teman Reyhan itu berbicara sembarangan akhirnya setelah mendengar ucapan krisha dia jadi malu.
Reyhan langsung tersenyum saat mendengar penjelasan Krisha dan berbisik pada Merisha.
"kau dengar itu, kapanpun aku mau aku bisa mendapatkannya karena kau istriku".bisik Reyhan dimana hanya Merisha yang mendengar.
Reyhan mengusap punggung Merisha yang saat ini sedang dia peluk dan kembali berbisik.
"malam ini ya sayang". goda Reyhan.
Reyhan tersenyum bahagia dan membawa Merisha untuk duduk disofa yang sudah disiapkan.
Dia tidak pernah melepaskan pelukan nya di samping Merisha.
Krisha yang melihat hal itu ikut tersenyum mengingat betapa posesif nya Reyhan.
Sementara Krisna tidak membicarakan tentang pernikahan Reyhan lagi, tapi dia hanya membicarakan tentang sekolah mereka dulu.
Bersambung!!