
{ malam hari }
Reyhan baru pulang dari acara jumpa beberapa klien nya. Dia bahkan tidak tenang saat acara itu karena marah pada Merisha saat dia berangkat pagi tadi.
Reyhan dan sekretaris Abi telah sampai di hotel, Reyhan yang tergesa-gesa menaiki lift harus berakibat pada Abi yang setengah berlari mengejar langkah Reyhan.
Sampai di kamar presiden suite, Abi menunduk hormat saat Reyhan masuk ke kamar nya.
ada apa ini.
Dengan kepala yang penuh tanda tanya, Abi akhirnya masuk ke kamar nya sendiri untuk merilekskan badan dan pikiran akibat Reyhan saat menjumpai klien nya tadi.
"yang benar saja tuan muda tadi, bagaimana dia memerintahkan klien nya seenaknya. Itu klien nya astaga bukan karyawan nya". Abi terus bergumam sembari melepaskan semua pakaian nya dan masuk ke dalam kamar mandi.
"kalau seperti ini terus, aku tidak bisa jauh-jauh dari tuan muda, aku harus ada di sisi nya saat dia mengadakan rapat atau semacam nya".
"hah tuan muda, kau benar-benar pribadi yang berbeda saat menikah dengan nona Merisha".
Lain kamar!!
Saat Reyhan membuka pintu kamar nya, dapat di lihat ada sesosok tubuh yang sedang meringkuk di bawah selimut.
Reyhan langsung ke ruang ganti dan masuk ke kamar mandi.
Setelah melewati beberapa menit akhirnya dia keluar dengan masih memakai jubah mandi. Rambut yang biasa nya di keringkan oleh Merisha untuk malam ini dia keringkan sendiri karena Merisha sudah tidur.
Setelah merasa rambutnya cukup kering, Reyhan naik ke kasur dengan perlahan agar tidak membangunkan Merisha.
Reyhan perlahan membawa tubuh Merisha ke dalam pelukan nya.
Dilihat nya wajah Merisha yang seperti sudah benar\-benar terlelap.
Reyhan menunduk dan mencium seluruh wajah Merisha.
Lalu Reyhan kembali memeluk erat Merisha seakan tidak mau kalau Merisha tiba\-tiba pergi dari sisi nya.
Ya dia memang tertidur saat Reyhan datang, tapi guyuran air di kamar mandi membuat nya bangun karena Reyhan pulang malam.
"ya aku memang bahagia saat bersamamu bahkan sangat sangat bahagia jika hanya mengingat diri mu, dan pribadi ku sekarang berubah juga karena mu. Dan yang aku mau kau juga berubah seperti ku, kau mau lebih terbuka padaku, kau mau lebih ceria di depan ku, tertawa tanpa harus aku gelitiki. Aku mau kau tertawa lepas seperti saat bersama ayah mu, aku mau kau mencium ku seperti saat kau mencium ayah mu".
Merisha tertegun mendengar pernyataan Reyhan, apa dia benar\-benar tidak ekspresif di depan Reyhan.
"haha.. mungkin jika kau mendengar permintaan ku ini kau akan menganggap ku egois karena terlalu banyak menuntut. maafkan aku Merisha karena aku marah pada mu tadi pagi. Itu karena aku ingin membuktikan pada orang\-orang di luar sana bahwa kau istriku dan ibu dari anak\-anak ku.
Dan itu karena aku sangat sangat mencintai mu, kau mungkin tidak percaya saat beberapa kali ku bilang seperti ini. Tapi aku mohon percaya padaku, aku akan membahagiakan mu, aku akan mencintai mu dengan sangat. ku mohon terimalah rasa cinta ku ini Merisha".
Reyhan mengecup kepala Merisha dengan lembut dan akhirnya tertidur.
Sementara Merisha membuka mata pelan dan merenungkan pengakuan Reyhan yang paling tulus.
*apa memang aku saja yang terlalu menutup hati ya. aku juga menyadari bagaimana sikap ku selama ini bersama Reyhan.
aku tertawa bukan saat bersama nya, ya memang sakit.
tapi bagaimana jika dia suatu hari nanti menyakiti ku dan apa yang dia bilang tadi ibu dari anak\-anak nya, aku saja masih takut jika membayangi itu dan bagaimana kalau suatu hari aku melahirkan anak nya dan anak itu dia ambil sementara aku dia tinggalkan*.
*aaaa kenapa pikiran ku jauh seperti ini. tapi dari nada bicara nya tadi dia terlihat tulus sekali. apa memang ini saat nya sikap ku berubah.
sudahlah pikirkan saja besok*.
Merisha pun tertidur di pelukan Reyhan. Merisha yang punya kebiasaan mencari tempat yang hangat untuk wajah nya membuat Reyhan meringis menahan diri karena wajah Merisha yang terus menggesek di dada Reyhan.
Bersambung!!!