
{Dirumah Bariksya}
Reyhan merapikan pakaian Merisha kembali saat mereka sudah berada di depan rumah nya.
Terdapat perbedaan yang tercipta saat kedua nya keluar dari mobil.
Reyhan yang terus sumringah sedangkan Merisha wajah nya sudah memerah menahan malu.
kalau begini terus bisa bahaya. Aku harus telepon ayah supaya mobil ku bisa di antar kesini.
Merisha merasa kelaparan karena dia belum makan siang.
Sebenarnya dia ingin mengajak Reyhan sekaligus, tapi Reyhan tidak mau berhenti.
"apa kamu masih lapar". tanya Reyhan saat melihat wajah Merisha yang sedikit kesal.
"ya". dengan wajah yang cemberut Merisha mendahului Reyhan.
Reyhan yang melihat nya langsung tergelak membuat beberapa pelayan yang melihat nya terkejut.
Sejak kematian ayah nya, Reyhan jarang sekali tertawa sepertu ini.
Hingga saat ini Reyhan sedikit demi sedikit berubah.
Reyhan menghampiri pelayan di dapur untuk menyiapkan makan siang dan di antar ke kamar.
Dia menaiki tangga demi tangga dan sampai di kamar.
Dia mengedarkan pandangan mencari Merisha.
dimana dia.
Reyhan mendengar bunyi air yang memercik dan dia langsung tau kalau Merisha sedang mandi.
Reyhan masuk dalam ruang ganti dan menunggu Merisha disana.
Sementara Merisha didalam kamar mandi merasa kesusahan karena tidak membawa handuk apa lagi jubah mandi. Semuanya ada di ruang ganti.
bagimana ini. aaa bodoh sekali aku.
apa Reyhan di luar.
"Reyhan". panggil Merisha.
tapi tidak ada jawaban dari luar, berapa kalipun dia memanggil Reyhan tetap saja tidak ada jawaban.
Sementara Reyhan yang berada di luar karena mendapat panggilan terus dari Merisha berusaha untuk tidak tertawa, dia tau kalau Merisha sedang kesusahan karena dia melihat handuk dan jubah mandi Merisha masih ada di rak nya.
ceroboh sekali.
Tak lama Merisha mengintip keluar dia mengedarkan pandangan mencari apakah ada orang didalam ruang ganti.
Setelah dia memastikan itu aman, dia pun keluar dan bergegas mengambil handuk yang ada di depannya.
Merisha memegang handle pintu kamar mandi tapi ditahan oleh Reyhan yang ada di belakangnya.
mati aku.
Merisha melilitkan handuk seadanya yang penting bagi Merisha saat ini bagian depan tubuhnya tertutupi.
Perlahan Merisha membalikan badan dan melihat Reyhan tepat didepannya.
Merisha tidak bisa kemana-mana karena kedua sisi telah terbentang lengan besar Reyhan agar Merisha tidak kabur.
kau bicara dengan siapa, mata mu melihat kemana dasar mesum.
"apa kau disini dari tadi".
"tentu saja tidak, aku baru masuk melihat kau yang tubuh nya sepolos bayi berlari mengambil handuk". dengan tawa licik nya Reyhan memainkan rambut basah Merisha.
"apa kau tidak dengar aku memanggil mu tadi".
"aku sedang menerima telepon dari kantor makanya tidak bisa mendengar mu".
Merisha hanya bisa kesal sendiri, siapa yang mau dia salahkan padahal dia sendiri yang salah tidak membawa handuk.
"ya sudah sekarang lepaskan, aku mau melanjutkan mandi ku".
"aku juga mau mandi". Reyhan langsung membawa Merisha ikut serta ke dalam kamar mandi. Dia melemparkan handuk sekenanya.
"apa tidak Reyhan aku sudah selesai ya sudah selesai kau mandi sendiri saja".
Reyhan tidak mendengar ucapan Merisha dia meletakan Merisha di bath up sementara dia sendiri sibuk melepaskan pakaian yang menempel di badannya.
"Reyhan aku sudah selesai mandi, kau mandi sendiri ya". Merisha ingin keluar dari bath up tapi Reyhan.
"kalau kau keluar aku janjikan besok kau tidak akan bisa berdiri". Reyhan masuk ke dalam bath up dan dia langsung mendekati Merisha.
Reyhan m****** bibir kecil Merisha dia menekan leher Merisha agar ciuman mereka bisa lebih dalam.
apa sekarang saja ya aku minta izin nya.
"Reyhan". panggil Merisha pada Reyhan yang saat ini sedang mencium lehernya.
"hmm".
"karena besok kelas ku tidak ada, apa aku bisa keluar".
"keluar kemana".
"Fahra mengajak ku untuk menemani nya belanja".
Reyhan berhenti dari aktivitas nya dan menatap lekat pada Merisha.
"apa laki-laki yang bersama kalian berdua tadi juga ikut".
Merisha hanya mengangguk.
Reyhan terlihat seperti berpikir dengan serius apakah dia mengizinkan atau tidak.
Reyhan menghembuskan napas pelan dan menangkup pipi Merisha.
"baiklah kau ku izinkan, tapi tetap jaga jarak mu dengan laki-laki itu, atau kau akan aku buat benar-benar tidak bisa berjalan lagi".
"terima kasih". dengan senyum manis dan tulus nya Merisha tunjukan pada Reyhan.
Reyhan yang melihat Merisha seperti itu langsung mencium bibir Merisha.
ini salah mu kenapa kau tersenyum seperti ini padaku.
Reyhan membawa Merisha keluar dari kamar mandi dengan badan yang masih basah dia melakukan itu di kasur mereka.
dasar mesum.
Bersambung!!