
Setelah sarapan Merisha pamit dengan ayahnya untuk keluar.
"ayah, Merisha keluar dulu ya".
"iya. hati-hati jangan lama-lama ya.
Pesta kamu diadakan jam 20:00". ucap ayah mengingatkan Merisha karena anak nya itu orang yang mudah melupakan sesuatu.
"iya iya ayah. Merisha juga gak akan lama".
"dah ayah". ucap Merisha sambil berlalu pergi.
"ya".
{Perusahaan Bariksya Grup}
Reyhan sedang duduk di kantor nya mengerjakan tugasnya sebagai ceo untuk perusahaan raksasa yang sangat berkuasa.
Reyhan dan Sekretaris Abi tinggal di satu ruang tetapi beda meja.
Keheningan di dalam ruangan itu pecah saat telepon berdering.
Sekretaris Abi menerima panggilan itu.
sekretaris Abi (panggil seseorang yang menelpon)
"ya". jawab sekretaris Abi datar.
ini saya tuan Karsya
Mendengar bahwa yang menelpon itu adalah tuan Karsya, sekretaris Abi langsung memberitahu Reyhan yang sedang fokus bekerja.
"tuan". panggil Abi
"hmm". jawab Reyhan.
"ini tuan Karsya yang menelpon".
Reyhan berhenti sebentar dari pekerjaan nya. Dia ingin mendengar apa yang dibicarakan oleh tuan Karsya.
Reyhan melihat sekretaris Abi dia mengisyaratkan supaya mereka berdua lanjut berbicara.
"ya bicaralah". ucap sekretaris Abi
mengenai undangan ulang tahun yang saya kirim kemarin karena tuan muda telah menerima nya, maka saya ingin bilang putri saya telah setuju untuk mengadakan pesta besar.
"baiklah. saya dan tuan muda akan mengusahakan jadwal kosong malam ini. sampai jumpa, tuan Karsya". ucap Abi sambil mematikan panggilan.
saya sebenarnya tidak perlu mengusahakan jadwal tuan muda kosong lagi, karena dari kemarin jadwal tuan muda di paksakan untuk kosong bahkan meeting penting saja dia tunda.
Sekretaris Abi bergelut sendiri dengan lamunannya, dia lalu melirik Reyhan.
apa tuan muda baik-baik saja.
Reyhan yang menyadari kalau Abi sedang memperhatikan nya bertanya.
"kenapa, kau akan menganggap ku sakit lagi. aku sudah bilang aku tidak apa-apa. suasana hatiku saat ini sedang bagus jangan kau rusak dengan pertanyaan bodohmu itu". jelas Reyhan.
"baik tuan". ucap Abi sambil kembali ke meja nya.
{Pusat Kota}
Riuh nya pusat kota dapat dibayangkan, kendaraan bermacam-macam berlalu lalang.
Merisha menghentikan mobilnya di sebuah toko kosmetik ternama.
"selamat datang". sambut salah satu pegawai.
"silahkan melihat-lihat nona".
Merisha menyusuri setiap rak yang penuh dengan kosmetik.
Merisha pergi ke bagian rak parfum, dia memilih parfum dengan aroma manis cerry.
Dia berlanjut ke beberapa bagian, setelah memilih semua hal yang dia mau, Merisha langsung ke kasir untuk membayar.
Setelah keluar dari toko itu, Merisha langsung membawa kembali mobilnya pulang.
Jam menunjukan pukul 12:00, waktunya makan siang. Merisha datang ke restoran x untuk makan siang. Dia memanggil pelayan untuk mencatat pesanannya.
Setelah beberapa lama, Merisha selesai dengan makan siang nya dan pulang.
Penjaga gerbang menyapa seperti biasanya, mobil sudah terparkir di bagasi.
Hari ini suasana di dalam rumah sedikit berbeda, di karenakan akan ada pesta nanti malam semua pelayan sibuk sana sini menyiapkan pesta yang sempurna.
"aku tidak pernah membayangkan akan ada pesta dirumah ini. semoga saja aku tidak bertemu orang gila". gumam Merisha
lebih baik aku tidur saja. aku juga tidak bisa menolong.
Merisha menaiki tangga menuju kamarnya.
Merisha hanya melepaskan kardigan selebihnya masih dia pakai karena dia terlalu lelah untuk berjalan lagi.
Bersambung!!