
"bagaimana kalau kita buat kesepakatan".
Reyhan tersenyum kecil melihat reaksi Merisha yang seperti nya tertarik dengan kesepakatan yang di sebutnya.
"kesepakatan apa". jawab Merisha cepat sambil mengayunkan kaki nya yang menggantung di pangkuan Reyhan seperti anak kecil yang senang saat di janjikan sesuatu.
bisakah kau diam Merisha, kenapa kau bergelayutan di atas ku seperti ini. jika aku tidak memikirkan kau datang bulan pasti kau sudah ku habisi tadi.
"kau diam lah jangan bergerak". ucap Reyhan sambil memejamkan mata nya.
"maaf, cepat katakan kesepakatan apa".
Mereka berdua bahkan tidak peduli sekretaris Abi masih di situ melihat tingkah mereka berdua.
bisakah kalian mengasihani ku, tuan, nona.
dan juga permainan apa lagi yang mau anda mainkan, tuan muda.
saya mengerti anda, meskipun menang atau kalah anda tetap yang paling di untungkan.
"kau selesaikan tender ini, jika tender kali ini menang aku akan mengabulkan satu permintaan mu, tapi jika kau kalah aku akan memberi mu hukuman". Reyhan tersenyum licik sambil mengusap bibir kecil Merisha.
"baik aku pasti akan menang, kau tenang saja tender mu ini berada di tangan yang tepat". Merisha membanggakan diri nya sendiri sontak membuat Reyhan dan sekretaris Abi tergelak.
"kau bisa tertawa juga". Merisha menatap Abi dengan penuh sehingga membuat Reyhan cemburu.
"pergi". perintah Reyhan.
Merisha yang mengira kalau perintah Reyhan itu untuk nya langsung ingin turun dari pangkuan Reyhan, tapi tangan Reyhan menahan tubuh Merisha agar tidak turun.
"bukan kau yang pergi tapi dia". ucap Reyhan sambil menunjuk ke arah sekretaris Abi.
"kenapa dia yang pergi, bukannya kalian ada urusan biar aku saja yang pergi. aku akan duduk disana ya". bujuk Merisha sambil menunjuk ke arah sofa.
sial imut sekali.
Reyhan seketika luluh melihat wajah Merisha yang memelas kepada nya.
Dia dan Abi sebenarnya memang ada beberapa keperluan, tapi karena adanya Merisha sehingga Reyhan rela untuk menunda pekerjaannya.
Tapi untuk mendapat persetujuan Reyhan tidaklah mudah, dia mungkin harus memenuhi permintaan Reyhan.
"cium aku". perintah Reyhan yang kini menahan tubuh Merisha agar tidak turun sebelum permintaan nya terpenuhi.
kau tidak bercanda kan, apa kau tidak lihat sekretaris mu dengan mata polos nya itu sedang melihat kita.
Dimana wibawa seorang ceo mu tuan muda.
Reyhan yang seakan tau arti dari tatapan Merisha kepada nya langsung menimpali.
"iya atau tidak sama sekali".
Merisha tidak bisa menolak Reyhan karena dia tidak mau di beri hukuman, mau tidak mau di harua lakukan walaupun menanggung malu.
Merisha mendaratkan bibirnya di pipi Reyhan.
"apa aku menyuruh mencium disana".
"kalau begitu dimana".
Merisha sudah mulai kesal dengan tingkah Reyhan yang tak tau malu.
"disini". ucap Reyhan sambil menunjuk bibirnya.
Merisha mengepalkan tangannya menahan semua emosi nya.
Akhirnya mau tidak mau Merisha menuruti Reyhan dan dia mencium singkat bibir Reyhan.
"nah su.. ". ucapan Merisha terpotong saat Reyhan meraih tengkuk nya untuk mencium nya lagi dengan dalam.
Merisha mendorong tubuh Reyhan tapi tidak bisa tenaga nya kalah saing.
Reyhan melepaskan ciuman mereka sebentar karena disitu masih ada Abi, pergerakan Reyhan menjadi terbatas.
"Abi keluarlah". tanpa perintah dua kali Abi langsung meninggalkan tempat yang penuh asmara itu.
hwaa jangan keluar..
Reyhan yang menyadari kalau Merisha menyesal Abi keluar dari ruangan itu langsung mengambil langkah lagi.
Dia membalikan wajah Merisha kembali agar menghadap nya dan mulai mencium nya lagi.
Reyhan melepaskan ciuman sebentar lagi membiarkan Merisha mengambil napas panjang karena dia belum ahli dalam hal ini.
"kenapa kau masih tidak bisa dalam hal ini". ucap Reyhan yang melihat Merisha yang terengah-engah karena kehabisan napas.
"karena aku bukan mesum seperti mu, dasar mesum". jawab Merisha yang masih mengumpulkan napas nya.
Reyhan menyunggingkan senyum licik di wajah nya mendengar kata mesum dari Merisha, sekarang dia tau apa yang harus dia lakukan.
"baiklah jika kau menganggap ku mesum, maka akan aku tunjukan bagaimana cara si mesum ini bekerja".
Reyhan mencium Merisha lagi, di ***** nya habis bibir kecil Merisha.
Reyhan yang sudah tidak tahan lagi langsung ingin membuka pakaian Merisha, tapi dia mendapat penolakan dari Merisha yang memegang ujung gaunnya agar tetap di tempat nya.
Bukan Reyhan nama nya jika dia tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau.
Dia mengangkat tangan Merisha ke atas agar memudahkannya untuk menanggalkan pakaian Merisha yang sekarang hanya menyisakan celana dalam nya saja.
Reyhan menggendong Merisha masih dengan berciuman, dia membawa nya ke tempat tidur di ruangan itu.
Mereka melakukan nya di tempat itu, walaupun masih terbatas Reyhan harus bersabar menunggu datang bulan Merisha berakhir.
Bersambung!!
*Bonus tengah malam.
See you tomorrow!!