MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Perkenalkan



Saat Merisha menunjuk Daniel barulah Reyhan melirik ke orang yang di tuju.


"aku juga tau siapa dia".


"begitu. ya sudah". Merisha mengambil jus buah di depannya lalu meminum nya.


aku pikir dia akan bertanya dari mana aku bisa kenal dengan bocah ini.


waktu itu aku tutup mata kalau pria yang didekat Merisha itu orang lain, rupa-rupanya Daniel.


"ayo kita pulang". ajak Reyhan sambil mengaitkan tangannya pada lengan Merisha.


Merisha yang tengah menikmati jus buah nya memilih berbicara sambil minum.


"aku masih ada kelas".


"aku sudah bertanya pada dosen mu tadi, kata nya kelas mu juga akan kosong nanti".


"jus ku belum habis dan aku masih ingin menghabiskan waktu ku dengan mereka". Merisha terus mencari alasan agar dia tidak pulang cepat hari ini.


Karena Merisha yang terus membual akhirnya Reyhan merebut jus itu dari tangan Merisha dan meminum nya sampai habis.


"aku membawa mu pulang cepat hari ini karena nanti malam akan ada acara keluarga".


"kau tidak membohongi ku kan, tapi bagaimana pun juga aku pulang seperti biasa juga tidak akan terlambat".


Reyhan yang sedari tadi sudah menahan kesal karena Merisha terus saja mencari alasan, terpaksa dia harus menggunakan cara lain agar mereka meninggalkan tempat ini.


Reyhan bangkit dari duduk nya dan langsung menggantung Merisha di pundak nya.


Merisha, Fahra bahkan Daniel ikut terkejut karena ulah Reyhan.


"Rey Reyhan apa yang kau lakukan, turunkan aku". Merisha terus memberontak dan untuk mendiamkannya Reyhan langsung memukul bokong Merisha.


Detik itu juga Merisha diam tanpa bergerak sedikit pun.


Reyhan tersenyum senang dan mulai melangkah untuk keluar dari kampus itu.


Sepanjang perjalanan keluar, Merisha menutup wajah nya yang sudah memerah karena malu.


aku tidak mau hidup lagi.


Sesampai nya didepan mobil, Reyhan mendudukan Merisha di kursi depan sementara dia sendiri berada di belakang setir.


Reyhan segera melajukan mobil nya meninggalkan gedung kampus dan bergegas pulang ke rumah.


Selama perjalanan tidak ada yang memulai topik, Reyhan sudah sedari tadi senyam senyum mengingat bagaimana dia membuat Merisha diam, sedangkan Merisha lebih memilih memandang ke luar jendela karena masih malu mengingat kejadian tadi.


Tapi karena, dia penasaran tentang acara yang disebutkan Reyhan tadi akhirnya dia bertanya.


"Reyhan, acara yang kau sebutkan tadi itu acara apa itu". tanya Merisha masih melihat ke jendela mobil.


"kau berbicara pada siapa, aku disini di luar sana tidak ada Reyhan". Reyhan memang senang sekali menggoda Merisha. Dia tau kenapa Merisha dari tadi melihat keluar terus karena menahan malu akibat ulah nya tadi.


"ya sudah jika kau tidak mau bagi tau, aku bisa bertanya pada ibu". Merisha cemberut sambil memainkan jari-jari nya di jendela mobil.


"ibu bilang pada ku tadi, kata nya dia akan membuat acara keluarga malam ini. Bahkan keluarga jauh ku saja dia undang".


"ayahku".


"jangan khawatir ayah mu juga ayah ku dia sudah pasti harus ikut". Reyhan menggosok kepala Merisha dengan pandangannya masih lurus ke depan.


{Acara keluarga}


Di meja makan telah tersaji berbagai hidangan.


Para tamu tidak lain adalah anggota keluarga Karsya, Bariksya dan juga kerabat jauh nya.


Semua anggota keluarga telah hadir begitu juga dengan Daniel.


Dia terus mengedarkan pandangannya mencari sosok Merisha, tapi tidak ketemu.


Sampai pandangan semua orang tertuju ke atas tangga karena Merisha dan Reyhan yang turun secara bersamaan.


Merisha yang melingkarkan tangannya di lengan Reyhan, sementara Reyhan dengan erat nya memeluk pinggang Merisha.


Ayah dan ibu melihat mereka berdua dengan tatapan bahagia, sedangkan kerabat jauh nya merasa terkejut karena mereka kira istri Reyhan adalah seorang wanita dewasa ternyata istri Reyhan masih terlihat muda sekali.


Daniel yang bahkan menolak kenyataan mengenai kejadian di kantin tadi setelah melihat kemesraan Merisha dan Reyhan saat ini akhirnya dia pun mau tak mau menerima bahwa Merisha adalah istri paman nya dan apa mulai sekarang dia juga harus memanggil Merisha dengan sebutan tante atau bibi.


Reyhan membawa Merisha untuk duduk di kursi sebelahnya bahkan kursi itu di geser sampai menyatu dengan kursi nya.


Semua orang hanya terdiam melihat tingkah Reyhan, terkecuali ayah dan ibu mereka sudah biasa melihat hal seperti ini.


Setelah acara makan-makan selesai, seluruh keluarga berkumpul di ruang tamu.


Berbincang-bincang tentang hal yang sudah lalu, sekarang ataupun masa depan.


Merisha yang awal nya merasa kasihan dengan ayah nya karena dia tidak bisa menemani, tapi akhirnya dia tenang setelah melihat ayah nya yang sudah akrab dengan keluarga jauh nya Bariksya.


"kalian belum kenal dengan Merisha kan". tanya ibu pada keluarga jauh nya.


Mereka mengangguk.


Walaupun mereka tau kalau Reyhan sudah menikah, tapi mereka sama sekali tidak tau bagaimana wajah si pengantin wanita.


Merisha yang hendak berdiri ingin memperkenalkan diri tiba-tiba tangan Reyhan menahan pinggangnya.


Merisha menatap Reyhan awalnya dia ingin memarahi Reyhan, tapi setelah melihat raut wajah Reyhan yang dingin itu nyali Merisha menciut.


"perkenalkan dia istriku, Merisha". karena Reyhan yang memperkenalkan dirinya Merisha hanya bisa menunjukan senyum nya.


Merisha sebenarnya merasa tidak nyaman seperti ini, karena ini tidak lah sopan.


Tapi mau bagaimana lagi, jika Reyhan sudah bertitah tiada siapa pun bisa menentangnya.


Bersambung!!