MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Kenapa?



{ malam hari }


Setelah selesai makan malam bersama ayah, Merisha pergi ke kamar nya.


Saat ini Reyhan belum pulang dan Abi mengatakan kalau mendadak mereka kedatangan tamu penting.


Sekarang sudah laru malam, tapi Reyhan masih juga belum pulang.


Merisha sedari tadi duduk di sofa single, menyandarkan kepala dan menatap langit-langit kamarnya.


"apa yang aku pikirkan sekarang. tamu ya tamu. Apa aku harus peduli tentang hal sekecil itu. Dia mau pulang atau tidak terserah".


Gerutu Merisha terhenti saat terdengar langkah kaki yang semakin dekat dengan kamar nya.


Secepat kilat Merisha naik ke kasur dan merebahkan diri, tak lupa dia menarik selimut hingga hanya ujung rambut nya saja yang terlihat.


Tak lama pintu terbuka pelan menciptakan sedikit decit di pintu.


Merisha langsung tau siapa yang saat ini berada di kamar nya saat mendengar sebuah suara.


"selamat istirahat, tuan muda". Abi menunduk hormat dan berlalu pergi saat pintu di depan nya tertutup.


Sekarang di kamar ini, tiada bunyi apapun. Hening, sunyi bahkan Merisha merasa tercekat karena tidak bisa bergerak dalam situasi ini.


Dia hanya berdiam sambil terus mengedap-ngedipkan mata di balik selimut nya.


kenapa sunyi sekali.


Merisha terus berkomat-kamit tak jelas sambil menahan panas karena selimut tebal nya.


Tanpa aba-aba dan pergerakan yang diketahui Merisha, Reyhan menarik selimut yang tadi nya menutupi seluruh badan Merisha sampai ke kaki.


Walaupun kaget, Merisha masih terkendali dan masih dalam mode akting pura-pura tidur.


kenapa dia?


seperti nya ada sesuatu, tapi aku tidak bisa membuka mata ku sekarang.


aku harus menutup wajah ku agar tidak terlihat kalau sedang pura-pura tidur.


Merisha meraba-raba samping nya dan nihil tidak ada satu bantal pun yang bisa dia raih karena tanpa Merisha sadari semua bantal telah terkapar sana sini di lantai.


Mau tak mau Merisha membuka mata, tapi ya karena dia sedang pura-pura dia membuka mata perlahan dan mengerjap beberapa kali seperti sedang mengumpulkan kesadarannya kembali.


"hmm kau sudah pulang".dengan suara khas bangun tidur yang dibuat-buat Merisha menyapa Reyhan dan melihat sekeliling nya.


pantas saja, lihat semua bantal itu sepertu tidak ada harga diri nya sama sekali. kasihan sekali kalian.


Tapi dia ini kenapa sebenarnya.


Begitu terkejut nya Merisha saat melihat wajah Reyhan yang memerah seperti mandi air super panas.


Karena melihat Reyhan yang seperti kesakitan, Merisha mendekati Reyhan dan memeriksa suhu tubuh Reyhan.


Merisha duduk dan merangkak menghampiri Reyhan yang kini sedang duduk di tepi kasur.


Dia menyatukan dahi nya dan dahi Reyhan.


"tidak panas, suhu tubuh mu baik-baik saja, tapi kenapa muka mu merah sekali".


Merisha membolak balikan telapak tangannya di pipi Reyhan yang merah itu, tapi juga tidak bisa di deteksi kenapa wajah Reyhan seperti ini.


"hey kau kenapa. kau tidak sakit. kau sungguh baik-baik saja. kenapa kau tidak bicara dari tadi". Merisha mulai kesal dari tadi Reyhan tidak berbicara satu patah kata pun.


"hah kau ini, tunggu disini aku akan memanggil Abi".


Merisha hendak berdiri, tapi tangan Reyhan menahan nya dan langsung menarik nya.


Merisha langsung terjerembab ke kasur.


"akhh sakit kenapa kau.. ". Perkataan Merisha terpotong saat Reyhan mulai mencium nya.


Kali ini tidak ada permainan lembut diawal, tapi Reyhan langsung ke inti permainan.


Seperti nya ada sesuatu di balik ini.


kenapa dia?


Bersambung!!!