
"keringkan dari sini". Reyhan menunjuk bagian depan rambutnya dan Merisha menuruti nya.
Reyhan merasa heran kenapa Merisha menurut sekali malam ini.
"kenapa kau menurut sekali".
"aku sudah lelah kau jangan bicara atau bertanya lagi kalau tidak aku bisa langsung emosi". ucap Merisha yang masih terus mengusap rambut Reyhan dengan handuk.
"baiklah sudah, kau tidak perlu keringkan rambut ku, ini juga sudah kering sendiri". Merisha melihat rambut panjangnya yang sudah kering sendiri nya.
Merisha meletakan handuk disofa dan langsung naik ke kasur, menyelimuti tubuhnya yang dari tadi berusaha ia tutupi.
Reyhan yang melihat Merisha langsung ikut merebahkan diri tanpa mengganti baju.
Reyhan memasukan tubuh nya ke dalam selimut dan membalikan tubuh Merisha yang membelakangi nya.
Dilihat nya Merisha yang terpejam seperti sudah benar-benar terlelap.
"bangunlah". Reyhan menoel pipi Merisha.
"apa lagi, ini sudah larut kau mau aku lakukan apa lagi besok saja". masih dalam mata terpejam Merisha berbicara.
Reyhan yang mendengar nya langsung tersenyum.
"baiklah besok juga bisa, tapi aku juga mau sekarang".
Reyhan membuka cardigan Merisha dan spontan Merisha langsung duduk dan menyilangkan tangannya di didepan dada.
"kau mau apa". tanya Merisha yang merasa cemas melihat tatapan Reyhan seperti akan menerkam nya.
"kenapa kau bereaksi seperti itu bukankah sudah biasa aku juga masih membatasi gerakan ku atau kau sudah habis". omongan Reyhan terpotong karena Merisha berusaha membela dirinya.
"ahaaha tidak tidak, aku tidak tau kenapa perasaan ku dari tadi tidak enak. dan datang bulan ku juga masih lama belum habis". Merisha mengalihkan mata nya dari tatapan Reyhan yang seperti menyelidik.
Reyhan duduk di kasur dan mendekati Merisha.
Merisha tidak bisa bergerak kemana-mana karena kedua tangannya di tahan oleh Reyhan.
"kalau begitu jangan melawan".
Reyhan membuka melepaskan cardigan Merisha dan kini tinggal menyisakan baju tidur nya.
"apa kau sengaja memakai pakaian seperti ini untuk menggodaku". Reyhan melihat Merisha dari atas sampai bawah.
"apa kau pikir aku mau". Merisha masih memalingkan wajah menghindari tatapan Reyhan.
"kenapa kau tidak berani menatap ku".
"bukan apa-apa". walaupun wajah Merisha bertatapan dengan Reyhan, tapi mata nya tetap melirik lain.
"lihat aku".
Merisha langsung melihat Reyhan.
Dan mereka menatap satu sama lain.
"ap.. ". Reyhan mencium bibir Merisha dengan lembut dan lama kelamaan ciuman Reyhan semakin panas.
Merisha meremas sprei kasur tanpa melawan sedikitpun.
Reyhan melepaskan jubah mandi nya dan baju tidur Merisha, dia lepaskan semua nya tanpa menyisakan satu kain pun di tubuh Merisha.
"a apa yang kau lakukan".
Reyhan merebahkan Merisha dan dia mulai menyusuri seluruh badan Merisha.
"kau pikir aku tidak tau kalau datang bulan mu sudah habis, kau ingin membohongi ku. sayang nya kau tidak bisa, apa kau tau aku bahkan sudah menghitung hari berapa lama datang bulan mu, kau bilang padaku waktu itu datang bulan mu memerlukan waktu seminggu sampai dia habis.
sekarang kau harus membayar berapa lama aku menunggu untuk ini".
Reyhan mengangkat tangan Merisha ke atas kepala supaya Merisha tidak melawan.
Reyhan mencium bagian dada Merisha sampai meninggalkan bekas merah.
Reyhan kembali melihat wajah Merisha dan dia meraih dagu dan m****** bibir kecil Merisha.
Reyhan mengangkat sedikit kepala Merisha supaya ciuman mereka semakin dalam.
Reyhan masih meneruskan aktivitas nya meninggalkan beberapa tanda merah yang tertinggal dan dia melihat Merisha yang sudah tertidur.
Reyhan tersenyum dan memeluk Merisha yang tubuhnya sudah sepolos bayi.
"terima kasih kau telah hadir dalam hidup ku. aku tidak akan menyia-nyiakan mu, dan kau akan selali jadi yang pertama dan terakhir dalam hidup ku".
Reyhan menyelimuti tubuh mereka yang sudah tidak memakai apa-apa dan dia mencium seluruh wajah Merisha.
Reyhan membenamkan wajah nya di dada Merisha dan tertidur dengan wajah senang penuh kepuasan.
Bersambung!!