MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Pelunasan 2



"sekarang giliran ku".


"1. kau harus mencium ku sampai aku puas.



aku akan merelakan tubuh ku untuk mu.


aku ingin kau yang memeluk ku bukan sebaliknya dan sampai pagi tiba.


Apa lagi ya". Reyhan bertanya pada dirinya sendiri dan saat mengingat permintaan Merisha yang menyuruh nya memakai pakaian nya selama seminggu, dia pun ingin mengerjai Merisha.


"4. kau harus memakai pakaian tidurku selama satu minggu.


aku ingin kau membuat tanda sebanyak-banyaknya di tubuhku.


aku ingin kau merayuku.


aku ingin kau menggoda ku lebih dulu.


Dan apa lagi ya". Reyhan pura-pura berpikir kalau dia sudah kehabisan ide atau permintaan untuk Merisha.


Sementara Merisha yang sudah tercengang dari awal permintaan dan lebih para nya permintaan ke enam dan tujuh.



gawatt benar-benar gawat.


Merayu? Menggoda? Memangnya aku pernah merayu orang. Memangnya aku pernah menggoda orang? Aku ingin menangis apa bisa? Cukup sampai disini saja Reyhan permintaan mu itu. Kenapa selalu menyudutkan aku sampai tidak berdaya seperti ini, bahkan dia juga melanggar peraturan mainnya sendiri.


"ya benar permintaan terakhir, aku ingin kau yang berada di atas ku nanti".


"tidak jangan it.. ".


"tidak boleh MEMBANTAH". Reyhan mengulang kalimat Merisha yang dimana dia sendiri ingin berontak terhadap permintaan Merisha, tapi kalimat itu ada guna nya juga, dia menyerang tuan nya sendiri dan membuat Merisha langsung bungkam.


"baik. Dari berapa permintaan/janji yang kita sebutkan tadi, sudah dipastikan siapa yang menang dan kalah.


Dan yang kalah harus menerima setiap permintaan yang diberikan pada nya menerima permintaan atau janji dari". ucap Reyhan dengan senyum yang terus terkandung didalam nya.


"kalau begitu siapa pemenangnya, sayang". Reyhan sengaja memanas-manaskan Merisha yang sudah mulai kesal.


"selamat sayang ku kau menang". ucap Merisha dengan tawa tapi memendam kepasrahan.


"apa itu". tanya Merisha


"kau tidak mendengar ku tadi".


"dengar, tapi aku lupa. haha". Merisha tertawa garing, merasa bersalah.


"permintaan nya adalah kau harus memakai pakaian tidur selama seminggu ke depan". ucap Reyhan lagi.


"pakaian tidur seperti apa yang harus aku pakai. Kau tidur saja tidak pernah pakai piyama, lihat kau sekarang... tidak memakai apa-apa hanya dalaman saja". Merisha bergumam, tapi masih bisa didengar Reyhan.


"pakai saja kemeja ku, cepat sana". Reyham menarik tangan Merisha dan mendorongnya bangun.


"ya ya aku pergi". Merisha berlalu pergi menuju ruang ganti.


Setelah beberapa menit, akhirnya Merisha keluar dengan balutan kemeja Reyhan yang kebesaran dibadan kecil nya.


Dengan lengan baju yang menjuntai menutupi seluruh tangan nya dan tentu saja pendek, celana pendek nya.


Reyhan yang memperhatikan itu bahkan tak berkedip sedari Merisha keluar.


"hei bangun". Merisha menyadarkan Reyhan dengan mengibas-ngibas lengan baju panjang nya.


Setelah sadar dari lamunan, Reyhan langsung mengalihkan wajah nya dari Merisha.


sial. kenapa lucu sekali. Pemandangan ini akan aku lihat selama seminggu. Aku memang pintar. Dan.... akhh aku ingin memakan nya sekarang, tapi tidak tahan dulu Reyhan. Kendalikan dirimu.


Melihat Reyhan yang sibuk mengatur napas, membuat Merisha terheran.


kenapa lagi dia.


"baik, selanjutnya poin ke 6 dan tujuh".


Permintaan paling susah menurut Merisha.


Bagaimana ini.


Tidak Merisha kau tidak boleh pesimis. Semangat.


Bersambung!!!