
{ Pagi hari }
Matahari sudah sedari tadi memancarkan sinarnya dan menembus jendel-jendela kamar hotel Reyhan.
Tapi dua manusia di dalam nya tidak kunjung bangun.
Mungkin karena kelelahan akibat semalam?
Reyhan bangun lebih dulu karena Merisha yang terus menggeliat di pelukannya.
Merisha terus mencoba posisi yang nyaman untuk tubuh nya yang pegal-pegal.
Sementara Reyhan hanya melihat dengan diam sambil terus senyam senyum.
kasihan sekali. hehe...
Reyhan terus membelai rambut Merisha dari belakang dan beberapa kali juga dia mengecup bagian belakang leher Merisha.
Merasa kegelian di belakang tubuh nya, Merisha pun perlahan mengerjapkan mata nya.
aakh tubuh ku sakit.
Merisha yang merasa ada sesuatu di belakangnya, langsung membawa tangannya ke belakang.
Reyhan yang melihat tangan Merisha seperti sedang mencari sesuatu di belakanga nya langsung tersenyum.
Di pegang nya tangan itu dan menarik nya sampai Merisha berputar ke depannya.
Mata Merisha membulat melihat Reyhan yang tak jauh dari wajah nya.
Tercipta senyuman dari wajah tampan itu.
"hai sayang". ucap Reyhan dan memberikan kecupan di seluruh wajah Merisha.
Merisha tak berkutik, dia masih kesal karena ulah Reyhan semalam yang membuat tubuh nya serasa remuk.
"nanti malam kita akan menghadiri pesta yang diadakan sahabat ku".
"hmm".
hanya itu yang Reyhan dapat dari Merisha pagi ini. Merisha tidak membalas dengan kata-kata.
"kau kesal padaku". tanya Reyhan dengan wajah pura-pura polos padahal dia tau kalau dia lah yang membuat Merisha kesal.
Lama dia tidak mendapat jawaban dari Merisha akhirnya dia mencoba segala cara untuk membujuk Merisha.
"sayang, kau marah pada ku". Reyhan mengeratkan pelukan nya dan mengunci kaki kecil Merisha di antara kaki nya. Dan..
"hahahhaha Reyhaann aaa hahha berhenti". Reyhan menggelitiki perut Merisha. Dia sendiri ikut tertawa melihat Merisha yang tadi tidak mau bicara pada nya sekarang sedang tergelak karena gelitikan nya.
Merisha tidak bisa kemana-kemana karena setengah tubuhnya sudah di jadikan guling oleh Reyhan.
"masih tidak mau bicara pada ku". tanya Reyhan masih menggelitiki perut Merisha.
"iya iya haha aku ... aku akan bicara haha kau berhenti dulu". Merisha sudah sesak karena napas nya di habiskan untuk tertawa.
Reyhan pun menyudahi gelitikan nya dan membiarkan Merisha mengatur napas nya kembali.
"kau dengar tadi apa yang aku bicarakan".
Setelah mengatur napas panjang akhirnya Merisha menjawab pertanyaan Reyhan.
"ya ya aku dengar".
"kalau begitu nanti kita akan keluar membeli pakaian untuk di pakai nanti malam". Reyhan menyingkirkan rambut Merisha yang menyangkut di wajah istri nya itu.
Setelah menyingkirkan semua rambut itu, di lihat Reyhan mata Merisha yang mengerjap-ngerjap karena terdapat rambut yang masuk mata nya.
"kalau kau beli ini nama nya pemborosan". lanjut Merisha.
Merasa tidak ada jawaban dari Reyhan, Merisha pun mendongakan kepala dan menatap penuh pada Reyhan.
"apa". tanya Merisha yang sedari tadi Reyhan terus melihat nya, tanpa bicara.
Reyhan menarik tubuh Merisha agar mensejajari pandangan nya.
Reyhan pun mengecup bibir Merisha berulang-kali dan kecupan terakhir dia lakukan dengan ciuman lembut yang lama kelamaan semakin panas.
Reyhan beranjak duduk sambil membawa Merisha dan menduduki nya dengan kaki yang melingkar di pinggang.
Dia kembali mencium Merisha m****** bibir Merisha dengan agresif.
Karena sekarang hari sudah cukup siang, Reyhan membawa Merisha ke kamar mandi tanpa melepas ciuman nya dan mengangkat tubuh Merisha yang dengan terpaksa mengeratkan kaki di belakang punggung Reyhan agar tidak jatuh.
Sementara Reyhan dengan santai membawa tubuh Merisha ke dalam kamar mandi.
Dan Reyhan kembali melakukannya.
Kalau orang seperti Reyhan ada di dunia nyata kira-kira istri nya mampu gak ya 😅.
Habis nafsu nya Reyhan luar biasa besar.
{ Mall }
Setelah melewati pertempuran tadi malam dan pagi ini, saat nya Reyhan mengajak Merisha untuk berbelanja.
Saking tidak mau nya Merisha di lihatkan ke orang-orang, Reyhan memakaikan hoodie besar pada Merisha sehingga wajah nya saja tidak terlihat.
Dia memeluk Merisha dengan erat di samping sampai akhirnya mereka tiba di tempat khusus yang telah disiapkan dengan kedatangan Reyhan.
Disana sudah tergantung berbagai gaun dan jas, sepatu yang tertata rapi, jam tangan, hiasan rambut karena Merisha suka menambahkan jepitan di rambut nya.
Merasa mereka sudah sampai tujuan, Merisha pun membuka penutup hoodie agar melihat sesuatu yang membuat nya senang.
Dan tentu saja dia senang, dia sudah lama tidak belanja karena menurut nya membeli barang yang baru sementara di dalam lemari nya masih ada beberapa pakaian yang belum dipakai itu nama nya pemborosan.
"wahh". mata Merisha berbinar melihat pemandangan di depannya dan kalau untuk Reyhan dia bahagia jika Merisha bahagia.
Saat Merisha ingin menghampiri gantungan yang terdapat pakaian, Reyhan menahan tangannya.
"kau jangan kemana-kemana tunggu disini jika urusan mu sudah selesai, aku kesana sebentar". Reyhan menunjuk Abi yang seperti nya sedang memeriksa sesuatu.
Merisha ikut melihat ke arah Abi dan mengangguk.
"baiklah". jawab Merisha dengan senyum bahagia.
kenapa harus sekarang.
"kalian jaga baik-baik istriku, jika dia terluka sedikit saja maka nyawa kalian aku ku habisi". dengan nada dingin nya Reyhan memperingati pegawai mall itu.
Dan sebelum dia pergi, Reyhan menarik kembali hoodie Merisha dan mencium bibir Merisha.
Mata Merisha terbelalak begitu juga orang-orang yang melihat nya.
Setelah mendapatkan apa yang dia mau, dengan wajah bahagia nya Reyhan mengusap kepala Merisha dan berlalu pergi.
Orang-orang saat ini masih tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Dan tentu saja Merisha sangat malu sampai tidak berani membuka penutup hoodie nya.
aaaaa aku malu sekali..