MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Rencana



"hei Abi persiapkan segala sesuatu nya dengan baik. Mengerti". tanya Reyhan yang sedang menatap dokumen nya di ruang kerja rumah nya.


"baik tuan". Abi terus menatap layar tablet nya dari tadi. Menyiapkan segala sesuatu untuk rencana bulan madu Reyhan dan Merisha.


Tak berselang lama, terdengar pintu yang diketuk oleh seseorang dari luar.


Tok tok..


Pintu terbuka dan munculah kepala Merisha.


"hai". sapa Merisha pada Reyhan dengan tersenyum masih di posisi menyelip pada pintu.


Reyhan pun membalas dengan senyum menawan nya dan memanggil Merisha untuk masuk.


"masuklah". Reyhan merapikan dokumen yang terkapar di meja nya dan sekarang meja itu telihat rapi.


Sementara Merisha masuk dan langsung duduk di sofa yang tersedia di sana.


"aku mau ke tempat ayah". ucap Merisha.


"nanti saja. Untuk saat ini aku butuh masukan mu mencari tempat bulan madu kita lusa".


"aku ikut apa mau mu saja".


Merisha tidak ahli dalam hal memilih. Pikiran nya plin plan jika di hadapkan dengan sesuatu yang bagus.


"tidak. kali ini tempat bulan madu kita di tentukan oleh mu".


Reyhan menatap Merisha dengan penuh semangat. Merisha yang melihat nya jadi tidak tega jika dia masih bersikeras untuk tidak ikut andil dalam rencana bulan madu mereka.


"huuuhh baiklah". Merisha mengalah dan memikirkan tempa yang bagus untuk bulan madu nya.


"akh kepala ku sakit, aku pinjam paha mu untuk aku baring ya". Merisha menggeser tubuh nya menjauh dan meletakan kepala nya di pangkuan Reyhan.


Reyhan tergelak melihat kelakuan Merisha saat ini. Di elus nya rambut Merisha dengan lembut sehingga membuat Merisha hampir terpejam.


"eheem". Reyhan berdeham mengagetkan Merisha.


"ohh hahaha. maaf".


"saran ku mm bagaimana kalau didekat pantai kan pemandangan bagus disana, kita bisa melihat air laut dan bere.. ".


"tidak".


"haaa".


"aku bilang tidak bagaimana kalau kau tenggelam saat berenang dan aku tidak ada disana". ucap Reyhan sambil menatap penuh pada Merisha dibawah nya.


Merisha cemberut. Bagaimana tidak hanya pantai itu yang terpikirkan oleh Merisha. Dia sudah lama tidak pernah merasakan angin sepoi-sepoi khas pantai dan air laut nya yang asin serta biota laut yang terdapat di dalam nya.


"ya sudah". Merisha bangun dengan wajah yang masih cemberut, menggemaskan menurut Reyhan.


"aku pergi ke tempat ayah".


"tidak ingin aku teman kan". tanya Reyhan.


"aku tidak mau merepotkan mu terus. lihat dokumen mu itu mereka minta kasih sayang mu agar diselesaikan secepat mungkin". dengan wajah datar nya Merisha menunjuk ke tumpukan dokumen di meja Reyhan.


"baiklah. Jangan pulang telat". Reyhna mengacak rambut Merisha pelan.


"baik. daah".


Saat Merisha ingin beranjak dari sofa, tiba-tiba Reyhan menahan nya.


"apa lagi".


"kau marah pada ku". tanya Reyhan dengan wajah yang pura-pura sedih.


"tidak". jawab Merisha masih dengan nada dan wajah datar.


"kalau begitu buktikan jika kau tidak marah pada".


"bagaimana". Merisha duduk kembali dan menatap pada Reyhan.


deg.


kenapa tatapan datar nya seperti ini saja bisa membuat jantung ku berdegup kencang ya.


"cium aku".


Tanpa pikir panjang lagi, Merisha mengecup kening Reyhan dan langsung bangun lagi.


"sudah". Merisha beranjak dan lagi-lagi Reyhan menahan nya.


Merisha menoleh pada Reyhan yang menunjuk bagian bibir nya seperti isyarat cium aku disini.


Merisha menghembuskan napas pelan dan membungkukan sedikit tubuh nya agar bisa mencium Reyhan.


"su.. ".


Mata Merisha terbelalak saat Reyhan menarik dagu nya dan mencium nya. Ciuman Merisha hanya kecupan bagi Reyhan, tapi kalau ciuman Reyhan baru lah terasa seperti ciuman.


"syukurlah kau tidak marah pada ku". ucap Reyhan saat dia mengakhiri ciuman mereka dan memberi kecupan singkat di bibir kecil itu.


"baiklah sana. Sampaikan salam ku pada ayah". ucap Reyhan sambil mencium telapak tangan Merisha.


"iya. daahh". Merisha mengacak rambut Reyhan singkat dan berlalu pergi sampai tidak terlihat lagi di ruangan itu.


Setelah Merisha pergi.


"siapkan tempat yang bagus di dekat pantai".


"baik, tuan muda".


Abi hanya menghela napas melihat tingkah tuan muda nya yang suka mengerjai istri sendiri.


Bersambung!!!