MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Hukuman



"iya atau tidak sama sekali".


Merisha yang melihat raut wajah Reyhan yang sudah mulai kesal, mau tidak mau menuruti hukuman itu.


aaa masa bodoh dia sudah jadi suami ku, aku tidak peduli. kenapa aku tiba-tiba menyesali datang bulan ku ini, gara-gara dia aku harus dihukum seperti ini.


Merisha mendekati Reyhan dengan tubuh nya yang masih polos tanpa baju, hanya celana nya saja yang masih terpasang rapi.


"dimana".


"apanya". dengan tampang seperti tak berdosa Reyhan bertanya balik padahal dia tau apa maksud pertanyaan Merisha.


"dimana tempat yang harus aku cium". Merisha yang sudah tidak tahan menahan malu nya memilih untuk memejamkan matanya. Dia benar-benar malu untuk menatap Reyhan saat ini.


Reyhan yang melihat kelakuan Merisha tergelak.


"apa yang kau tertawakan cepat beritahu aku". dengan mata masih terpejam Merisha berteriak pada Reyhan.


"baiklah baiklah jika kau sudah tidak sabar untuk mencium ku aku akan beritahu".


hei hei kata-kata mu itu salah, kau yang menyuruh ku bukan aku yang mau dasar pemutar balik fakta.


"pertama, buka mata itu dulu kalau kau masih terpejam bagaimana kau bisa melihat bagian mana yang mau kau cium".


Merisha menuruti karena dia tidak mau berlama-lama.


"kedua, duduk lah di pangkuan ku". sambil menepuk-nepuk kakinya yang sudah terbujur meminta Merisha untuk duduk di atas nya.


"memangnya itu perlu, aku bisa mencium mu dalam posisi ini". sambil menunjuk posisi nya yang di samping kaki Reyhan.


"mau atau tidak".


"cih iya iya". Merisha tak kalah kesal menuruti


semua permintaan aneh Reyhan.


Sebelum Merisha duduk di pangkuan Reyhan, dia terlebih dahulu mengambil selimut untuk menutupi badanya yang polos, karena baju nya entah kemana hilangnya.


Merisha duduk di pangkuan Reyhan berhadapan dengannya langsung.


"aku kedinginan".


Melihat tatapan Reyhan yang mulai tidak suka, Merisha pun melepaskan balutan selimut di tubuhnya. Sebagai gantinya, Merisha memajukan rambutnya untuk menutupi bagian dada nya.


"cepat sedikit".


"sayang, kau tidak sabaran sekali, apa kau memang menantikan tubuh ku ini". Reyhan penuh kebanggaan memuji tubuhnya yang sempurna itu.


Sementara Merisha yang melihat itu hanya bisa kesal sendiri.


"ya sudah kalau begitu". ucap Merisha datar sambil ingin bangkit dari duduk nya. Tapi Reyhan menahan tubuh Merisha.


"duduk".


Merisha melihat Reyhan sebentar dan duduk dengan patuh nya.


"disini".


Tanpa perintah dua kali Merisha mencium bagian yang di tunjuk Reyhan.


Reyhan merasa kesal sendiri karena ciuman Merisha tidak berbekas sama sekali di tubuhnya.


"kenapa kau tidak bisa membuat tubuhku berbekas. kau lihat tubuh mu itu, ciumlah aku seperti itu". kesal Reyhan sambil menunjuk tubuh Merisha yang penuh dengan bekas ciuman Reyhan.


kau pikir aku ahli seperti mu bisa mencium sampai berbekas merah seperti tubuhku ini.


"aku sudah bilang padamu tadi, kalau aku tidak bisa. sudahlah aku sudah lapar ayo kita turun". Merisha yang hendak bangkit dari duduknya, tiba-tiba tertahan oleh Reyhan.


Reyhan menarik tangan Merisha hingga dia kembali duduk.


"kau tidak usah khawatir, aku akan mengajarimu untuk membuat ciuman yang berbekas". Reyhan memeluk Merisha dengan erat di pangkuannya. Dia mulai mencium Merisha kembali. Merisha yang mencoba berontak dari belakang sama sekali tidak berpengaruh.


Akhirnya hukuman itu benar-benar berat bagi Merisha, tapi tidak bagi Reyhan.


Bersambung!!