
"kau tidak takut". tanya Merisha.
"kenapa harus takut dengan hantu-hantu make up ini". ucap Reyhan dengan arogant.
sial. Aku gagal.
"kenapa. Kau kesal karena tidak bisa mengerjai ku".
"ya kan sekali-kali, kau ku kerjai". Merisha terus memakan popcorn nya dengan wajah yang cemberut.
Karena terus-terusan melihat Merisha makan dari tadi, Reyhan merasa ada yang aneh dengan Merisha.
"kenapa kau tidak kenyang-kenyang dari tadi". tanya Reyhan.
Merisha hanya mengangkat bahu dan terus mengemut makanan nya dan dengan fokus nya menatap layar lebar di depan nya.
Saat melihat tangan Merisha mencari minuman nya, Reyhan pun mulai melancarkan ide jahil nya.
Karena terlalu fokus menonton Merisha tidak melihat bahwa minuman nya tidak lagi di tempat.
dimana soda nya.
Merisha pun menoleh dan melihat kalau minuman nya ada di tangan Reyhan.
"kau bilang tidak mau tadi". tanya Merisha.
"ya memang sekarang pun tidak".
"kalau begitu berikan padaku". pinta Merisha.
"apa yang akan kau berikan padaku". ucap Reyhan dengan nada jahil.
Merisha tau apa yang Reyhan mau, tapi jika di lakukan disini dia juga yang malu.
Bagaimanapun juga dia harus lakukan karena dari tadi tenggorokan nya terasa kering.
"kesini".
Dan dengan patuh nya Reyhan menuruti perintah Merisha.
Merisha melihat sekeliling, tidak ada orang yang memperhatikan mereka.
Merisha mengambil napas panjang memberikan sebuah kecupan di bibir Reyhan.
"puas". tanya Merisha.
"belum". Reyhan menarik dagu Merisha dan m****** bibir kecil Merisha.
Apa karena sekarang film nya horor jadi atmosfer nya terasa berbeda ya.
Biasa nya kan orang berciuman seperti ini hanya saat film romantis.
Tapi, dia...
Kalau tidak segera dihentikan aku yakin semua orang disini akan diusir.
"sudah cukup. Apa kau mau semua orang melihat".
"kalau tidak mau melihat mereka pergi saja". dengan enteng nya Reyhan mengusir orang lain.
"memangnya bioskop ini punya mu".
"memang punya ku jika kau mau".
Merisha menjadi diam seribu bahasa, tidak bisa melawan perkataan Reyhan.
"terserah saja lah, soda nya".
Merisha meminta lagi soda nya dan Reyhan tanpa alasan lagi langsung menyerahkan nya.
"tapi kenapa wajah mu bukan nya tampak lebih segar setelah makan banyak malah lebih pucat. Kau baik-baik saja. Kita pulang ya". Reyhan mulai memperhatikan perbedaan Merisha saat ini.
"benarkah, tapi aku baik-baik saja".
"serius". Tanya Reyhan dengan khawatir.
Dan Merisha pun mengangguk.
"baiklah, jika kau merasa tidak nyaman kita pulang saja".
"iya iya kau tenang saja".
Setelah beberapa saat dengan film yang diputar baru setengah, Merisha memang mulai merasa tidak enak.
apa aku kebanyakan makan ya.
Perut ku sakit.
Beberapa menit berlalu, keadaan Merisha makin parah.
Merisha menggerakan tangan Reyhan yang menggengam tangannya.
"ayo keluar". pinta Merisha dengan suara tertahan.
Dari tadi dia menahan mual di perut nya.
Dan Reyhan saat melihat wajah Merisha semakin pucat semakin kalang kabut.
Dengan khawatir nya Reyhan langsung menggendong tubuh Merisha tanpa peduli pandangan orang lain.
Abi yang melihat nya pun langsung beranjak pergi menyusul Reyhan.
"kau kenapa". tanya Reyhan saat mereka sudah di luar ruang bioskop.
"mungkin karena kebanyakan makan". ucap Merisha lemah sambil terus menutup mulut nya.
Bersambung!!!