
Pesta resepsi telah selesai, semua tamu sudah pulang. Fahra pamit kepada Merisha dan sebelum itu dia mengucapkan sesuatu sambil berbisik di telinga Merisha.
"Merisha malam ini adalah malam pertama mu dengan Reyhan, ceritakan kepada ku bagaimana rasa nya". bisikan Fahra membuat Merisha refleks memukul Fahra.
"aww sakit kau ini, tapi aku maaf kan kau jika kau ceritakan padaku besok, dadah Merisha". Fahra setengah berteriak kepada Merisha sehingga keluarga nya memperhatikan Merisha.
"apa yang kalian bicarakan". Reyhan mendekati Merisha dan memeluk nya dari belakang.
"tidak tidak ada, kau lepaskan aku. Aku belum memaafkan apa yang kau lakukan padaku tadi". ucap Merisha sambil memukul mukuk tangan Reyhan yang memeluk pinggang kecol nya itu.
Keluarga nya yang melihat mereka berdua hanya bisa tertawa, dan dengan polosnya mereka bertanya.
"memangnya apa yang Reyhan lakukan tadi". tanya ayah dengan wajah tak berdosa padahal dia sudah bisa menebak apa yang di lakukan Reyhan pada anak nya itu.
"dia.. ". Reyhan memotong apa yang ingin Merisha bilang pada ayahnya dengan membisikan sesuatu.
"kau mau ayah mu tau kalau kita berdua melakukan itu tadi". bisik Reyhan dengan mencium telinga Merisha.
apa kau tidak tau sopan santun kenapa kau melakukan ini di depan mereka.
"ahaha tidak ayah, aku hanya marah apa yang dia lakukan di panggung pelaminan tadi". dengan tawa terpaksa Merisha mengusap telinga nya.
Mendengar pengakuan Merisha membuat ayah dan keluarga baru nya itu tertawa, terkecuali sekretaris Abi.
{Di rumah Karsya}
Setelah berpamitan dengan ibu mertua nya, Merisha dan Reyhan pulang ke rumah Karsya.
Sebenarnya ayah dan ibu mertua nya itu meminta Merisha dan Reyhan beristirahat dulu di gedung itu, tapi karena Merisha tidak mau maka mereka pun pulang ke rumah.
Mengingat dia sedang datang bulan dan dia sudah meminta bi Mila menaruh pembalut di kamarnya.
Merisha dan Reyhan akan tinggal di rumah Karsya hanya seminggu, dan selebihnya Merisha harus tinggal di rumah mertua nya.
Tuan Karsya telah memberitahukan pada Nyonya Bariksya kalau beliau ingin Merisha dan Reyhan tinggal dirumah nya selama seminggu, walaupun kesepakatan awal Tuan Karsya ingin mereka tinggal bersama dalam jangka waktu lama, tapi beliau tidak tega dengan ibu nya Reyhan makanya kesepakatan nya berubah.
Reyhan dan Merisha tiba lebih dulu dan ayah masih ketinggalan karena ada sesuatu yang harus di urus.
Di sambut beberapa pelayan, Merisha menghampiri bi Mila.
"bi apa barang itu sudah di atas".
"sudah nona".
"baiklah, terima kasih bi".
Bi Mila menunduk sebagai tanda hormat.
Reyhan yang mendengar apa pembicaraan Merisha dengan bi Mila tadi pun bertanya.
"apa yang kau minta pada pelayan itu. barang apa". tanya Reyhan dengan pertanyaan
beruntun.
"hei jangan asal bicara, dia bukan sekedar pelayan di sini dia juga punya nama, nama nya bi Mila, dan aku meminta nya itu membelikan aku sesuatu".
"membelikan apa. memangnya kau perlu apa, aku bisa belikan".
"memangnya kau tau apa yang mau aku belikan. Dan jangan bertanya lagi, aku mau istirahat".
"kau mau istirahat, apa kau lupa ini malam pertama kita, jadi jangan harap kau bisa beristirahat dengan tenang". Reyhan tersenyum kecil sambil memeluk pinggang Merisha.
haha aku ragu kau bisa.
Mereka berdua sampai di kamar Merisha, Reyhan melihat sekeliling bagaimana kamar Merisha. Penuh warna warni yang didominasi dengan warna merah muda.
Di depan meja rias, Merisha melepas semua aksesoris yang menempel di tubuhnya.
Bersambung!!