MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Bermalam di rumah mertua



{Rumah Bariksya}


Di sebuah kompleks yang mewah terdapat rumah megah yang berdiri dengan kokohnya.


Dan rumah itu adalah kediaman keluarga Bariksya.


Merisha dan Reyhan sudah berada di depan rumah, dan mereka didampingi seorang kepala pelayan laki-laki bernama pak Bisma.


Kedatangan mereka di sambut beberapa pelayan dan di ujung nya terdapat ibu yang telah tersenyum cerah melihat kedatangan menantu nya.


Ibu menghampiri Merisha dan langsung mengambil alih.


"nak Merisha, akhirnya kau kesini juga". Reyhan hanya menatap kesal ibu nya karena langsung melepaskan genggaman tangannya dari Merisha.


aku tidak mau terlibat dalam pertarungan kalian.


Merisha hanya tersenyum melihat tingkah ibu dan anak itu.


"ayo, kita makan ibu sudah siapkan semua". ibu membawa Merisha dan Reyhan yang tertinggal di belakang untuk makan malam bersama.


Dia memasak semua hidangan sendiri karena ingin menyiapkan yang spesial untuk menantu nya.


"apa, ibu masak sendiri". tanya Merisha merasa tidak enak mertua nya menyiapkan semua nya sendiri.


Ibu menyadari rasa ketidaknyamanan Merisha dan berusaha menenangkannya.


"tidak apa-apa nak. tidak perlu khawatir ibu juga tadi di bantu pelayan jadi tidak benar-benar sendiri". ibu mengusap bahu Merisha dan mengajak nya untuk duduk.


Saat mereka makan, ibu dan beberapa pelayan di kejutkan dengan momen langka yang tidak pernah terjadi di rumah ini.


Yaitu momen suap-suapan Merisha dan Reyhan.


ini apa yang terjadi. Reyhan bertingkah seperti ini di depan Merisha.


apa yang sudah terjadi sebenarnya di kediaman Karsya. Merisha benar-benar bisa merubah Reyhan.


Setelah selesai makan, ibu langsung menyuruh Reyhan untuk mengajak Merisha ke kamar untuk beristirahat.


Reyhan membawa Merisha ke kamarnya yang juga berada di lantai atas.


"kenapa letak kamarmu sama seperti ku".


Merisha dan Reyhan menaiki tangga menuju kamar Reyhan.


"sakit kau ck".


Merisha tidak melanjutkan omongannya.


Saat ini mereka sudah berada didepan kamar dan Reyhan membukakan pintu nya untuk Merisha.


Merisha melihat kamar yang cukup luas dari kamarnya, dengan warna maskulin dan kasur yang super besar.


"wah kamarmu lebih besar dari kamar ku ya, hmm pemborosan hanya untuk sebuah kamar".


sambil memuji Merisha juga sempat-sempatnya berkomentar tentang kamar Reyhan.


Reyhan yang mendengarnya hanya tertawa kecil dan dia menghampiri Merisha dari belakang.


Tapi tiba-tiba Merisha melihat ke belakang dan..


"hei apa kau.. ". Merisha berhenti bicara ketika bibir nya secara tidak sengaja bertabrakan dengan Reyhan yang ingin memeluknya.


Lama pandangan mata kedua orang itu bertemu dan akhirnya Merisha tersadar.


"ma maafkan aku, kau istirahatlah aku akan mandi dulu".


Secepat kilat Merisha berlari menuju kamar mandi dan meninggalkan Reyhan yang masih dalam lamunannya sambil memegang bibir nya yang tidak sengaja Merisha cium.


ini aku sebut inisiatif kau sendiri, dan sebagai balasannya aku akan memberikan yang terbaik nanti nya.


Merisha menghabiskan waktu lama di kamar mandi dia tidak ingin cepat-cepat keluar karena mengingat kejadian tadi.


aman gak ya kalau aku keluar, kenapa bisa terjadi hal tadi.


oh ya dia kan gak tau kalau aku udah abis datang bulan haha kalau aku bilang masih dia juga gak akan nyentuh aku lebih dari biasanya.


Merisha keluar dan menuju ruang ganti.


Untungnya ruang ganti Reyhan tidak terpisah dari kamar mandi.


Merisha membuka lemari nya dan melihat pakaian yang disediakan oleh Reyhan.


Merisha merasa kagum melihat pakaian yang ada di lemari dan seketika rasa kagumnya hilang saat melihat baju tidur nya.


Bersambung!!