
Seminggu telah berlalu sejak insiden tunangan Reyhan datang ke kampus.
Hari ini adalah hari penentuan apakah Reyhan memihak Jeis atau Merisha.
kata Daniel kemarin Jeis itu cuma pengagum gila nya Reyhan dan bahkan muka cantik nya itu cuma hasil operasi plastik.
wahh bener-bener wah sekali si mesum ini. kenapa dia bisa membuat wanita seperti itu.
Merisha melirik remeh pada Reyhan yang sekarang berada di depannya.
"kenapa kau melihat ku seperti itu". tanya Reyhan sambil melemparkan handuk pas ke wajah Merisha.
"apa kau sibuk hari ini". tanya Merisha balik seraya mengeringkan rambut Reyhan.
"kenapa kau bertanya".
"aku ingin mengajak mu ke suatu tempat". dengan nada gembira nya entah apa yang membuat dia kegirangan.
"kapan".
"saat jam makan siang nanti. bisa gak".
"kalau begitu tidak perlu keluar kau ke kantor ku saja". Reyhan menarik tangan Merisha. Hampir saja dia tersungkur dari kasur kalau Reyhan tidak menahan tubuh dan kaki nya.
Dan saat ini Merisha duduk di pangkuan Reyhan.
"kauu. bagaimana kalau aku jat.. ". mulut Merisha terbungkam saat Reyhan mengecup nya. Mata Merisha terbelalak sehingga menurut Reyhan itu lucu dan dia ingin terus menjahili istri kecil nya itu.
"kau belum men.. ". lagi-lagi Reyhan mengecup bibir Merisha sehingga setiap perkataan Merisha menjadi terpotong.
Kesal karena omongannya tidak pernah selesai dan juga Reyhan yang selalu mengecup bibir nya, saat Reyhan ingin mengecup nya lagi dia pun menahan bibir Reyhan dengan tangan nya.
"kau belum menjawab permintaan ku, aku gak mau ke kantor mu 'kau bukan nya bekerja dengan dokumen mu, tapi bekerja untuk menggerayangi ku' ". di bagian itu Merisha bergumam walaupun masih terdengar oleh Reyhan.
Reyhan tersenyum licik membayangkan apa yang Merisha pikirkan jika dia ke kantor nya.
Merisha terlonjak kaget karena Reyhan mencium telapak tangan yang menutup mulut nya.
"heii". secepat kilat Merisha menarik tangannya dan menyembunyikan nya di belakang.
"kau ingin mengajak ku kemana".
"ke restoran x, kalau kau memang sibuk ini gak akan memerlukan waktu lama, lagi pula restorannya di depan kantor mu. Kau kesana saat jam makan siang. mau ya". Merisha mengedap ngedip kan kedua mata nya menggunakan wajah terimut nya agar Reyhan mau menuruti nya.
kenapa dia seperti ini, astaga jantung tidak kuat.
bocah ini apa dia tidak sadar kalau kelakuan nya seperti bisa membuat aku langsung menerkam nya.
Reyhan menghembuskan napas kasar, dia menahan segala cara agar tidak lepas kendali saat ini. Dia memikirkan sebuah strategi agar Merisha dapat lebih dulu bertindak daripada hanya dirinya ya g selama ini selalu agresif duluan.
" ekhhem.. baiklah aku akan menuruti mu, tapi ada satu syarat apa kau akan memenuhi nya. Reyhan menahan berat tubuh nya dengan tangan yang bertumpu di atas kasur.
" ya aku akan memenuhi semua permintaan mu asal aku mampu".
dapat kau.
Reyhan menunjuk bagian lehernya sementara Merisha hanya menatap kebingungan.
"berikan tanda". ucap Reyhan masih menunjuk lehernya.
"apa".
"ini syarat nya dan kau mampu untuk melakukannya bukankah begitu". dengan senyum kemenangan nya Reyhan mendapatkan apa yang selama ini dia inginkan.
Dan Merisha terjatuh dalam kata-kata nya sendiri.
Mau tak mau Merisha harus lakukan karena dia sangat menantikan jika Reyhan bertemu dengan Jeis si tunangan palsu.
{ jam makan siang }
Mereka menunggu kedatangan Reyhan dengan lebih dulu memesan beberapa menu.
Sesaat makanan yang mereka pesan datang saat itu lah juga Reyhan dan sekretaris Abi datang.
Seperti biasa kedatangannya selalu menarik perhatian terutama bagi kaum wanita.
Reyhan langsung menghampiri meja Merisha tanpa melihat siapa teman yang dibawa oleh istri nya itu.
Reyhan menggeser kursi nya agar menyatu dengan kursi Merisha.
Dan lebih menggemparkan lagi Reyhan mengecup bibir Merisha dalam waktu yang lama.
Bukan hanya Merisha saja yang kaget, tapi seluruh penghuni restoran yang sedari tadi terus memperhatikan Reyhan ikut membelalakan mata kecuali Abi yang hanya menghembuskan napas nya.
Sementara Jeis yang berada di depan mereka sudah sangat geram bahkan wajah nya memerah karena amarah.
Dengan senyum penuh kemenangan Reyhan melepaskan kecupan nya.
Dia mengusap bibir Merisha dengan lembut.
*lucu sekali*.
*lihat muka merah nya saat ini*...
Setelah melakukan apa yang dia mau, akhirnya Reyhan melihat siapa yang ada di depan mereka saat ini.
"kauu". Reyhan dengan setengah membentak membuat Merisha dan Jeis terlonjak, tapi tidak dengan Abi karena dia sudah biasa melihat sikap Reyhan yang seperti ini.
Reyhan langsung melihat ke arah Merisha yang dengan santai nya meminum jus buah nya.
Dia tidak tau bagaimana Merisha bisa kenal dengan si 'pengganggu' hidup Reyhan itu.
"bagaimana kau bisa bertemu dengan dia". tanya Reyhan.
Merisha menyudahi minumannya dan langsung menatap lekat pada Reyhan.
"dia yang menemuiku minggu lalu dan dia mengakui kalau dia itu tunangan mu".
"apa tunangan, dia?. yang benar saja, bukankah kita berdua sudah.. ". Merisha langsung menutup mulut Reyhan.
Dan sang ratu akting beraksi.
Bersambung!!