
Apa dia marah padaku.
Tapi kenapa?
Merisha terus memperhatikan Reyhan di kursi seberang nya.
Setelah ciuman Reyhan dipaksa lepas oleh Merisha, Reyhan juga tidak bicara lagi saat mereka memasuki pesawat.
Merisha terus menatap Reyhan sampai Reyhan sendiri bergidik.
Reyhan pun melirik sedikit pada Merisha.
"apa". dengan nada dingin dan muka cuek nya Reyhan perlihatkan pada Merisha.
"kau marah pada ku". tanya Merisha.
"tidak".
"benarkah". tanya Merisha lagi.
"hmmm".
"baguslah. Jika kau marah padaku itu berarti kau tidak akan menyentuh ku malam ini dan aku pikir itu bagus. Jadi aku bisa beristirahat dengan tenang malam ini".
Merisha sengaja memanas-manaskan Reyhan, dia tau kalau Reyhan tidak akan marah padanya dalam waktu yang lama, apalagi harus menahan diri untuk tidak mengganggu Merisha saat malam.
Sedangkan hanya menunggu saat-saat dimana Merisha sedang datang bulan saja Reyhan seperti orang gila.
Mendengar pernyataan Merisha membuat Reyhan langsung berubah seketika, dimana awal nya dia cuek dengan Merisha menjadi lebih kalang kabut karena pernyataan Merisha memuat ancaman menurut nya.
"kesini". perintah Reyhan pada Merisha.
"kemana". tanya Merisha pura-pura polos.
Reyhan menjawab nya dengan kodean menunjuk pangkuan nya.
aku tau kau marah, tapi itu bukan salah ku.
Itu kau yang selalu tidak memperhatikan situasi jika ingin berbuat.
Membuat orang malu saja.
Merisha beranjak dan menghampiri Reyhan yang sudah merentangkan tangan nya menyambut Merisha.
Saat Merisha sudah duduk di pangkuan nya Reyhan langsung memeluk Merisha dengan erat sampai Merisha melenguh.
uhh kenapa orang ini meluk nya erat sekali.
Reyhan mendongak dan memperhatikan Merisha yang sedang melihat ke arah lain dan bukan dirinya yang Merisha lihat.
Di tekan nya tengkuk Merisha dan mencium bibir kecil nya Merisha.
"kau melihat siapa". tanya Reyhan saat menyudahi ciuman mereka.
"apa Abi selalu sendiri seperti itu". tanya Merisha sambil melihat kembali kursi yang berada di belakang mereka.
"iya. Memangnya kenapa kau ingin menemani dia".
"tentu. Itupun kalau kau tidak keberatan".
"tidak boleh". Reyhan mendengus kesal. Kelakuan Merisha seharian ini benar-benar membuat Reyhan gila.
"hei Abi, pergi sana kau. Jangan duduk disini". perintah Reyhan tanpa menoleh pada Abi.
apa lagi salah ku tuan.
Dengan sama kesal nya, tapi Abi tidak bisa menunjukan kekesalan nya pada tuan muda nya itu.
Dia pun pergi dan meninggalkan dua orang itu.
"kenapa kau usir dia". tanya Merisha dengan wajah pura-pura kecewa.
"kau lebih peduli pada nya, tapi tidak pada ku". Reyhan malah bertanya balik dan lihat lah wajah nya saat ini penuh kekesalan.
Melihat wajah Reyhan yang seperti itu, entah kenapa menurut Merisha menggemaskan sekali.
Merisha tergelak dan membuat Reyhan heran seketika.
"kau cemburu pada Abi". tanya Merisha masih diselingi dengan tawa.
"kau senang sekarang".
"buat apa kau cemburu pada sekretaris mu sendiri".
"dia laki-laki bodoh. Kalau sekretaris ku itu perempuan maka bukan aku yang cemburu tapi kau". Reyhan juga ikut tertawa membayangkan jika sekretaris nya itu wanita maka apa yang akan Merisha rasakan saat ini.
"lihat saja apa yang akan ku lakukan". gumam Merisha tapi masih bisa didengar Reyhan.
Reyhan seketika tertawa mendengar itu
"memangnya lucu". tanya Merisha dan sekarang bergantian jika tadi Reyhan yang kesal sekarang Merisha yang kesal.
"iya kau itu lucuuu sekali. haha menggemaskan sekali".
apanya yang menggemaskan. dasar..
Bersambung!!!