MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Pindah



Merisha sampai di depan rumah nya dan masuk ke dalam.


Suasana rumah sepi, ayah dan Reyhan masih belum pulang.


bi Mila menghampiri Merisha yang kini berada di sofa.


"apa anda mau sesuatu nona".


"bawakan aku camilan, bi". Merisha melepaskan tas nya dan menyandarkan rubuh nya di sandaran sofa.


Tak lama bi Mila datang membawa beberapa camilan dan minuman.


Merisha memakan camilan itu dengan lahap hingga rasa kantuk nya melanda.


"bi, Merisha ke atas ya terima kasih makanan nya". Merisha menundukan kepala singkat tanda hormat pada orang yang lebih tua.


Bi Mila membalas hormat Merisha sampai Merisha berlalu pergi ke kamarnya.


Dia pergi ke kamar mandi dan merendamkan tubuh nya di bath up.


Setelah selesai dengan urusannya, dia naik ke kasur dan merebahkan tubuhnya.


Merisha menatap langit-langit kamarnya, memikirkan segala sesuatu yang perlu dipikirkan.


Hari ini sudah masuk hari ke tujuh pernikahannya, dia juga akan pindah ke rumah mertua nya karena sudah seminggu mereka tinggal di rumah Merisha.


hhmm kenapa perasaan ku jadi tidak enak ya. lagi pula aku akan pindah ke rumah mertua, ayah bagaimana keadaan nya kalau aku tinggalkan sendiri.


Merisha akhirnya tertidur di tengah lamunannya.


Ayah dan Reyhan telah datang, kebetulan sekali Reyhan bertemu mobil ayah di jalan dan mereka akhirnya pulang bersama walaupun tidak satu mobil.


"tentu ayah, Merisha kan istriku kemanapun aku dia harus ikut, dan sesuai kesepakatan kita, kami hanya tinggal disini selama seminggu dan selebihnya kami tinggal bersama ibu".


Ayah yang mendengar Reyhan berkata tentang kesepakatan langsung menyadari kalau anak nya Merisha kini sudah menjadi milik orang lain selain dirinya.


Jadi dia berhak atas Merisha.


"huuhh baiklah Reyhan karena kamu membahas kesepakatan saya ingatkan kamu, jangan pernah buat Merisha menangis, setialah pada nya, jagalah dia dengan nyawamu. Aku tau permintaan ku ini mungkin lancang, tapi sebagai ayah yang seorang putri nya sudah menikah tentu saja harus memastikan kebahagiaan anak nya di tangan orang itu terjamin. paham kau nak Reyhan." ayah berlalu pergi sebelum mendengar jawaban dari Reyhan.


kau tenang saja ayah, aku akan berusaha membahagiakan anak mu walaupun saat ini mungkin dia masih marah padaku, tapi aku akan membujuk nya dengan cara apa pun.


Reyhan menginjakan kaki di anak tangga dan naik ke kamar Merisha.


Dia membuka pintu pelan, karena hari sudah malam mungkin Merisha sudah tidur.


Di atas kasur Merisha telah terbaring tanpa selimut, Reyhan yang melihat nya hanya tersenyum dan dia berlalu masuk ke kamar mandi.


Setelah selesai, dia langsung naik ke kasur dengan masih memakai jubah mandi.


Reyhan menoel-noel pipi Merisha, mencubit pipi nya dengan pelan untuk membangunkan Merisha.


Tapi tidak berhasil juga dan terpikirkan sebuah ide, seperti cara lama dia ingin menggigit telinga Merisha.


Namun, dia urungkan karena Merisha pasti tidak menyukai nya, akhirnya dia merebahkan tubuhnya di samping Merisha biarkan Merisha bangun dengan sendiri nya, pikir Reyhan.


Beberapa jam kemudian, Merisha merasa tubuhnya tidak bisa bergerak, dia membuka mata nya pelan dan melihat sekeliling dan di samping nya terdapat Reyhan yang memeluknya dengan erat.


Bersambung!!