
{Didalam mobil Merisha}
Dalam perjalannya, Merisha menangis tersedu-sedu, akhirnya hari ini dia lampiaskan kemarahannya dengan menangis sepuas nya.
Sesampai nya didepan kampus, Merisha memperbaiki riasannya dan dia menarik napas dalam supaya suara nya baik-baik saja dan semoga tidak ada orang yang menyadari kalau dia baru saja habis menangis.
Merisha turun dari mobil nya seketika di sambut pelukan dari sahabatnya Fahra.
Merisha tidak kaget karena dia sudah melihat Fahra dari jauh tadi.
"hai hai pengantin baru, bagaimana malam pertama nya". Fahra berbicara hal itu sambil berteriak sehingga menarik perhatian beberapa orang yang mendengarnya.
"diamlah, kau lebih mau tau urusan itu daripada temanmu sendiri". ucap Merisha tanpa mengalihkan pandangannya ke depan.
"tentu saja aku peduli padamu, makanya aku bertanya hal itu tadi". Fahra mengejar langkah Merisha yang sudah mendahului nya.
Tiba di kelas, Merisha dan Fahra duduk ditempat mereka tak lama dosen pun datang.
Setelah lewat beberapa jam, Merisha membawa Fahra ke kantin.
"ayo ke kantin". Merisha menarik tangan Fahra agar mengikuti nya.
Fahra melirik jam tangannya, ini bahkan belum jam makan siang kenapa dia mau ke kantin, pikir Fahra.
Walaupun dia heran, tapi dia tidak bertanya kenapa Merisha membawa nya kesini padahal belum saat nya makan siang.
Merisha memesan beberapa menu, hidangan yang cukup mewah mengingat kampus Merisha adalah kampus elit.
Fahra hanya memperhatikan Merisha makan tanpa berbicara juga tanpa memesan makanan karena dia masih kenyang.
Setelah selesai makan, Merisha pun berbicara.
"kenyang nya.
kenapa rasa nya aku sudah lama sekali ya tidak ke kampus". ucap Merisha mengelap bibirnya dengan tisu dan memperhatikan sekeliling.
"bukankah seharusnua kau bilang seperti ini "kenapa rasa nya aku tidak cuti sama sekali ya". Fahra mengulang pernyataan Merisha dengan versi nya.
"buat apa aku bilang seperti itu".
"ngomong-ngomong kau belum menjawab pertanyaan ku tadi".
"yang mana".
"yang malam pertama itu".
Pertanyaan Fahra membuat Merisha menyadari kalau dia belum benar-benar bermalam pertama dengan Reyhan.
astaga mati aku, kenapa aku bisa lupa.
datang bulan ku sudah habis hari ini, apa dia akan.. tidak tidak tidak boleh.
aku harus mencari alasan lagi supaya tidak berhubungan dengan nya.
ada. karena aku sedang marah dengannya mungkin dia tidak akan berani menyentuhku.
Merisha merencanakan ide untuk menghalangi jika Reyhan menyentuh nya, karena Merisha senyum-senyum sendiri hal tiu disalah arti kan oleh Fahra.
lihat senyummu itu, kelihatannya kau bahagia sekali sahabatku Merisha.
Mereka kembali ke kelas, tinggal satu dosen lagi yang masuk ke kelas mereka.
Tapi seperti nya kelas Merisha akan kedatangan seseorang.
Tiba dosen masuk kelas dan membawa seseorang.
"perkenalkan dia mahasiswa dari program pertukaran pelajar, nama nya Daniel Markza, berasal dari negara x, kalian tidak perlu susah-susah untuk belajar bahasa Daniel jika ingin berteman dengannya karena dia sudah lancar dengan bahasa kita.
Baik Daniel sekarang kau duduklah di tempat kosong dan karena kau butuh materi belajar sebelumnya maka pinjamlah catatan milik Merisha". jelas dosen itu panjang lebar sambil menunjuk Merisha.
Laki-laki itu terfokus pada Merisha, dia ingat kalau dia pernah bertemu dengan sosok kecil ini sebelumnya. Daniel menyunggingkan senyum kepada Merisha begitupun sebaliknya, tapi untuk Merisha membalas senyum seseorang adalah bentuk keramah tamahan.
Tapi tidak bagi Daniel, dia sudah mendaratkan perhatiannya hanya kepada Merisha sejak pertama kali melihat.
Bersambung!!