MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Usil



kau malah tidur saat aku mengungkapkan isi hati ku sebenarnya, di bagian mana kau mulai tidur. anak ini benar-benar menguji.


Mungkin karena nyaman, Merisha tidak lagi menyadari kalau posisi nya saat ini sangat berbahaya.


Dia memeluk leher dan tubuh Reyhan layak nya guling, Merisha bergerak tidak karuan di atas Reyhan, yang tadi nya kepala nya berada di atas bahu kini turun ke dada Reyhan.


Reyhan hanya bisa menahan godaan Merisha walaupun si penggoda tidak tau apa yang telah di perbuat.


Ingin sekali dia melempar Merisha ke tempat tidur dan langsung menerkam nya, tapi saat ini dia tahan dulu dan dia ingin tau seberapa jauh Merisha dapat melakukan pergerakan seperti ini.


Merisha memang suka tempat hangat apa lagi di bawah bantal, saat cuaca dingin maka tak jarang melihat tangannya menyelip di bawah bantal untuk mencari kehangatan.


Dalam tidurnya Merisha merasa kurang puas dengan hangat yang kurang pas menurutnya, dengan mata yang masih tertutup, Merisha meraba dada Reyhan, karena masih terkancing rapat dia membuka mata nya hanya sedikit tapi kesadaran nya tidak ada sama sekali.


Sedikit demi sedikit kancing kemeja Reyhan di lepas Merisha sampai ke pinggang yang dibatasi dengan celana Reyhan, Merisha memeluk Reyhan dengan wajah nya yang mengusap-ngusap dada Reyhan.


Dia berulang kali mengelus lembut belakang Reyhan seperti benar-benar di anggap bantal oleh Merisha.


Saat Merisha mengeratkan lingkaran kakinya, tiba-tiba tanpa sengaja dia menabrak sesuatu di bawah sana.


Dan seketika muka Reyhan langsung memerah.


"cukup, aku sudah tidak sanggup menahannya. kau benar-benar bisa mengalahkanku istri kecil ku". dengan Merisha yang masih dalam posisi sama, Reyhan membawa nya ke kasur dan merebahkannya dengan hati-hati.


Reyhan menanggalkan semua pakaiannya dan juga Merisha.


Tubuh mereka berdua saat ini tidak di tutupi satu benang pun.


Merisha yang masih nyenyak tidak tau penderitaan Reyhan saat ini.


Karena Merisha belum lama tidur, mungkin dia masih bisa di bangunkan.


"sayang, bangun". Reyhan mencium dada Merisha dengan kuat sehingga Merisha pun bisa tersadar dari tidurnya.


Karena Merisha yang ingin berteriak karena Reyhan sudah berada di atasnya, Reyhan langsung mengambil alih.


"buka". ucap Reyhan di sela-sela ciumannya.


Karena masih setengah sadar, dia pun menuruti apa kata Reyhan.


"balas".


"apa". Merisha bingung mengenai perintah Reyhan ini.


"balas ciuman ku". Reyhan menatap pada Merisha yang sedang mengumpulkan napasnya.


Reyhan kembali mencium Merisha.


"aku tidak bisa". Merisha yang sudah terengah-engah mencoba memberi penjelasan pada Reyhan.


Reyhan meremas dada Merisha sehingga dia merintih kesakitan.


"sakit. kau kenapa. kau salah makan tadi barusan baik-baik saja".


"ya ada seseorang yang dengan tampang tak berdosa nya mengusili orang lain. kau harus balas ciuman ku atau kau akan kesakitan gara-gara ini". Reyhan semakin keras meremas dada Merisha, sehingga mau tak mau Merisha menuruti keinginan Reyhan.


"ya ya baiklah, aku mohon pada mu jangan pegang di situ lagi". Merisha mendesah pelan marena memang dia kesakitan jika dadanya dipegang.


Reyhan yang melihatnya semakin bergairah dan kembali m****** bibir Merisha, Merisha membuka mulutnya dan dia pun membalasnya.


Reyhan tambah bersemangat karena Merisha tau bagaimana membalas ciuman.


apa yang aku lakukan tadi sehingga dia bisa menggila seperti ini. memangnya aku mengusili dia seperti apa.


Malam itu dipenuhi dengan hasrat dan gairah sepihak dari Reyhan dan Merisha hanya bisa pasrah sambil mengeluarkan suara desahan yang membuat Reyhan makin bersemangat.


Bersambung!!