MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Ibu



Merisha langsung bergegas pulang saat Fahra mengusulkan agar bertanya pada ibu mertuanya tentang kehamilan.


Dan saat ini dia sudah memasuki pekarangan rumah Reyhan.


Setelah memakirkan mobil nya, Merisha langsung mencari ibu nya.


dimana ibu.


Merisha terus celingak celinguk mencari ibu. mertua nya itu. Sampai ketua pelayan yaitu Pak Bisma bertanya pada nya.


"anda mencari siapa, nona". tanya pak Bisma dengan suara serak dan tatapan datar.


"dimana ibu".


"nyonya sedang ditaman belakang". jawab pak Bisma.


"baik. teirma kasih pak". Merisha berlari kecil menuju taman itu, dan tanpa Merisha tau pak Bisma mengikuti nya dari belakang.


Dan benar saja, ibu ada di taman. Taman yang di tumbuhi berbagai jenis bunga dan dengan tangan ibu sendiri yang merawat tanaman serta bunga-bunga itu.


"ibu". panggil Merisha pada ibu mertua nya yang seperti nya sedang menanam bungan. baru.


Ibu mendongak dan memperhatikan Merisha.


"kau sudah pulang nak". Ibu beranjak dari posisi jongkok nya dan menghampiri Merisha.


"yaaa mm Merisha bolos haha". Merisha tertawa paksa dia tidak mungkin berbohong pada ibu nya.


"tumben". tanya ibu.


"Merisha ingin bertanya sesuatu pada ibu dna ini hanya ibu saja yang tau".


Melihat ekspresi Merisha yang seperti nya ingin bertanya hal serius, ibu pun menghentikan kegiatan nya dan membawa Merisha untuk duduk di bangku taman.


"nah sekarang tanyakan. ada masalah apa sampai Merisha rela bolos kuliah hanya untuk bertanya pada ibu". ibu mengusap punggung tangan Merisha. Karena saat menanam bungan ibu memakai sarung tangan jadi saat ini tangan nya tidak kotor.


"ibu tidak marah aku bolos". tanya Merisha heran karena ibu mertua nya ini tidak memarahi nya karena sudah berani bolos kuliah.


"jika ini pertanyaan serius, ibu tidak marah dan ibu tidak akan pernah marah pada mu". ucap ibu dengan senyuman terukir di wajah nya yang mulai menimbulkan keriput.


"terima kasih, bu". ucap Merisha sembari mencium pipi ibu mertua nya itu.


Respon ibu pertama sama seperti Fahra yaitu tertawa.


"ibu". Merisha memasang wajah cemberut karena lagi-lagi pertanyaan nya di tertawakan. "iya iya. Pertanyaan mu unik sekali maka nya ibu tertawa". ucap ibu masih diselingi tawa.


"kan ini hanya ibu saja yang bisa menjawab nya".


"iya iya ibu akan menjawab nya". ibu berusaha menenangkan diri untuk tidak tertawa lagi dan berusaha serius menjawab pertanyaan Merisha.


"kau pasti pernah mendapatkan informasi kan kalau melahirkan itu memang sakit". tanya ibu Dijawab di dengan anggukan oleh Merisha.


"nah itu memanh benar. Saat wanita yang baru pertama kali melahirkan itu memang sakit. Saat itu wanita nya merasakan bagaimana dia berusaha mengeluarkan seorang bayi dari rahim nya dan bahkan nyawanya saja terancam saat melahirkan.


Tapi nak, semua itu sepadan. Itu buah dari kesabaran kita saat mengandung selama 9 bulan. Kita menjaga nya, merawat nya saat didalam perut sampai wanita itu sendiri harus menahan segala sesuatu yang dia suka tapi tidak bagi si bayi. Berbagai pantangan kita hadapi, tapi saat kita melahirkan bayi itu dengan sehat dan selamat maka perjuangan kita selama mengandung dan melahirkan itu terbayarkan".


"karena sangat bahagia melihat sang buah hati sehat maka rasa sesakit apapun tidak kita rasakan lagi. Dan saat itu juga kita mengeluarkan air mata yang bukan air mata kesakitan, tapi air mata kebahagiaan.


Melihat orang tercinta kita bahagia itu adalah kebahagiaan sejati yang kita punya.


Jadi Merisha kau sudah mengerti sekarang".


Ibu langsung menoleh pada Merisha yang seperti nya sedang memikirkan penjelasan nya.


"kau tau nak hidup berkeluarga seperti kehidupan bunga. Dimana kita merawat nya saat masih di dalam kecil, kita menjaga, merawat bunga itu supaya terlihat indah. Walaupun kegiatan menanam bunga itu melelahkan, tapi usaha kita terbayarkan karena mereka tumbuh dengan cantik dan indah, mempunyai ragam warna. Dan saat kau melihat bunga-bunga itu bermekaran, kau akan merasa senang karena berhasil merawat nya dengan baik. Paham Merisha".


Merisha seakan berhasil menyimpulkan sesuatu dari penjelasan ibu nya.


"ya. Merisha paham sekali ibu. Terima kasih ya". Raut wajah Merisha berubah menjadi ceria dan itu membuat ibu tersenyum lega.


"baiklah. apa kau sibuk ibu ingin mengajak mu menanam kumpulan bunga terbaru ibu". ucap ibu sambil beranjak dari duduk nya.


"tidak. Merisha tidak sibuk. Kalau begitu Merisha akan ikut ibu saja". Merisha pun beranjak dan menggandeng tangan ibu mertua nya menuju kumpulan bunga yang masih berada di plastik.


Sementara, pak Bisma karena mendengar penjelasan nyonya nya tadi, mungkin dia bisa mengambil kesimpulan tentang apa yang di tanyakan oleh Merisha.


"tuan". ucap pak Bisma pada orang yang di telpon nya.


Bersambung!!!