MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Sakit 2



Reyhan menyerahkan gelas itu pada Merisha dan duduk di samping gadis itu.


"dia sakit apa". tanya Reyhan yang masih khawatir tentang keadaan Merisha.


Merisha yang masih dalam proses meneguk minuman itu tidak bisa menjawab, bi Mila lah yang menjawab pertanyaan Reyhan.


"nona mengalami nyeri haid tuan muda".


"apa itu haid". Padahal dia tau apa itu datang bulan, tapi dia tidak tau kalau datang bulan punya sebutan yang lain.


dia tau apa itu datang bulan, tapi dia tidak tau apa itu haid, dasar otak mesum.


"apa anda tau apa itu datang bulan, tuan muda". tanya bi Mila


"tentu saja". jawab Reyhan cepat.


"datang bulan dan haid itu sama makna nya, jadi sekarang nona Merisha sedang nyeri haid atau datang bulan. Hal ini wajar di hari pertama datang bulan, tuan muda, dan untuk meredakan sakit nya nona perlu meminum air madu hangat dan memijat perlahan bagian perut nya supaya sakit di area perut bisa reda. jelas bi Mila panjang lebar supaya Reyhan paham dan tidak bertanya-tanya lagi.


"baiklah, silakan keluar". perintah Reyhan sambil menyodorkan gelas kosong ke bi Mila.


bi Mila menunduk tanda hormat dan berlalu pergi sambil menutup pintu kamar.


Reyhan beralih melihat Merisha yang sudah tidur menutupi diri dengan selimut.


Kebiasaan nya, jika dia sedang nyeri haid maka dia tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan bisa menghabiskan waktu seharian di kamar hanya dengan tidur.


Reyhan ikut membaringkan diri, dia menelentangkan tubuh Merisha dengan perlahan karena tadi gadis itu memiringkan tubuhnya untuk menahan sakit.


Merisha sempat menahan sebentar posisi tubuhnya, karena merasa nyaman dengan memiringkan badan.


"turuti aku, aku akan mengobati mu". Reyhan tidak mendengarkan Merisha, dia tetap pada niat nya. Sementara Merisha tidak bisa melawan lagi, dan hanya bisa menuruti apa yang Reyhan mau.


Masih dengan mata tertutup Merisha menelentangkan tubuhnya, Reyhan perlahan memasukan tangannya ke dalam baju Merisha.


Saking terkejutnya, Merisha langsung membuka mata nya dan menahan tangan Reyhan.


"apa yang kau lakukan. aku mohon padamu Reyhan jangan mengganggu ku untuk saat ini ya". dengan tangannya yang masih menahan tangan Reyhan.


"diamlah". Reyhan melepaskan tangan Merisha yang menahan tangannya, dan dia mulai memijat pelan perut Merisha.


"panas sekali perut mu, apa kau sakit berat aku panggilkan dokter".


Tidak ada jawaban dari Merisha, Reyhan melihat Merisha yang sudah kembali tertidur nyenyak.


Mungkin pijatan Reyhan membuatnya nyaman, karena raut wajah Merisha yang menahan sakit tadi sudah hilang.


Reyhan merasa kasihan dengan Merisha karena baru pertama kali melihat ekspresi Merisha yang sangat kesakitan, kini dia sudah tenang melihat Merisha baik-baik saja.


Seutas senyum tercipta di wajah tampan Reyhan, baru hari ini dia melihat Merisha tidak terlalu melawan terhadap perintah nya.


Sebelum ikut tertidur, Reyhan mengecup dahi, dan kedua pipi Merisha, serta mencium bibir Merisha meskipun tubuh Merisha melakukan sedikit perlawanan tapi dia sama sekali tidak membuka matanya.


Hal itu membuat Reyhan semakin memperdalam ciuman nya walaupun tidak di balas Merisha.


Setelah Reyhan puas dengan aktivitas nya, dia pun ikut tidur di samping Merisha sambil memeluknya erat dengan tangan satu nya tidak berhenti memberi pijatan pada Merisha.


Bersambung!!