MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)

MY LITTLE WIFE (Merisha & Reyhan)
Berlebihan



"kau sudah bangun, Rey".


"yaa. aku bangun saat seseorang memberikan ku ini". Reyhan menundukkan kepala nya dan mengecup bibir Merisha.


Seketika wajah Merisha memerah.


apa!! jadi...dia tau aku mencium nya tadi.


"sejak kapan kau bangun". tanya Merisha berusaha menyembunyikan rasa malu nya.


"saat kau.. mandi".


"apaa. Kau sudah lama bangun tapi kenapa tidak membuka mata". Ucap Merisha kesal. Berarti ciuman di dahi nya dia juga tau.


"ya kan jarang-jarang aku bisa berlibur dari pekerjaan ku. Jadi aku ingin bermalas-malasan, tapi siapa yang menduga aku juga mendapat bonus pagi ini". Reyhan mengeratkan pelukan nya dan mencium aroma wangi tubuh Merisha dari bahu nya.


"itu juga yang kau mau kan".


Mendengar pertanyaan Merisha, Reyhan menggigit bahu nya.


"sakit. Apa lagi".


"bukan apa-apa, hanya aku memberimu tips karena tau apa yang ku suka". ucap Reyhan.


"mana ada orang yang memberikan tips seperti itu". Merisha langsung cemberut. Karena tips yang diberikan Reyhan sampai saat ini masih terasa sakit


"hmmmm kau mau tips seperti apa. Yang seperti semalam". Reyhan mulai tersenyum penuh makna.


"tidak mau". langsung dijawab cepat oleh Merisha.


"kenapa. Bukannya kau beruntung semalam". Reyhan bertanya seakan-akan dia memang yang sial semalam, tapi nyata nya dia yang paling beruntung.


Mendengar Reyhan terus mengada-ngada tentang semalam, Merisha langsung memasang wajah datar.


"hmmm terserahlah".


Reyhan mengintip sedikit bagaimana wajah Merisha sekarang.


haha dia marah.


Reyhan memeluk erat perut Merisha dan perlahan mengangkat nya.


Merasa kalau kaki nya serasa sedikit demi sedikit mulai melayang dan perut nya mulai mengencang, Merisha pun menyadari kalau Reyhan sedang mengangkat nya.


"aaa Rey, apa yang kau lakukan". tanya Merisha.


"kau marah padaku kan, jadi aku akan buat kau tidak marah padaku lagi".


Reyhan mulai berputar diikuti tubuh Merisha yang sedang diangkat nya.


"Reyhan turunkan aku". Merisha terus memukul-mukul tangan Reyhan.


"tidak, sampai kau tidak marah lagi baru aku akan berhenti". ucap Reyhan masih berputar.


"Reyhan aku mohon turunkan aku".


Seketika Reyhan langsung terhenti dan menurunkan Merisha.


Baru kali ini dia mendengar Merisha berteriak marah padanya.


Reyhan membalikan tubuh Merisha yang terus membungkuk dari tadi.


"kau kenapa". tanya Reyhan.


akhh perut ku sakit. Kepalaku pusing.


Merisha hanya menggelengkan kepala dan berlari pergi meninggalkan Reyhan yang diliputi rasa bersalah.


kenapa dia? Apa ini salahku? lagi?


Reyhan pun pergi menyusul Merisha yang sudah memasuki villa.


"panggilkan dokter". perintah Reyhan pada Abi.


Abi pun menuruti dan menelpon seseorang lewat ponsel nya.


"kesini sekarang". ucap Abi dan langsung mematikan sambungan.


Abi melihat raut wajah gelisah Reyhan saat Merisha meninggalkan nya tadi.


makanya tuan kalau bermain itu ada batas nya. Seperti ini lah jadi nya jika anda terlalu seru.


Seolah tau apa yang dipikirkan sekretarisnya, Reyhan pun melampiaskan rasa kesal nya pada Abi.


"jika kau terus menggerutuki ku, maka pekerjaan mu akan ku tambah". ucap Reyhan dan masuk ke kamar nya.


Tambahan pekerjaan terasa ancaman bagi Abi, dia saja sudah lelah mengurusi para pengawal, pekerjaan di kantor, para bawahan dll. Dia tidak sanggup menanggung beban berlebih.


"maaf tuan". Abi membungkuk walaupun Reyhan sudah tidak ada didepan nya lagi.


seram sekali ancaman itu.


Abi pun pergi dan duduk di sofa yang tidak jauh dari kamar pasangan itu sambil menunggu seorang dokter yang saat ini bahkan belum datang juga.


"apa dia mau gaji nya ku potong, kenapa lama sekali". gerutu Abi sambil terus mengecek layar ponsel.


Untuk pekerja yang seperti ini, segala gaji atau urusan yang tidak terlalu penting untuk ditangani Reyhan Abi lah yang mengatur nya.


Wewenang Abi disisi Reyhan hanya berbanding 4:2. Empat Reyhan dan dua Abi.


Selain itu, bagaimana keadaan Merisha ya?


Bersambung!!!