
Merisha selesai dengan kegiatan belajar bersama nya dengan Daniel.
Mereka kembali ke kelas, disana Fahra sudah menunggu Merisha.
"apa belajar nya seru". tanya Fahra pada Merisha yang baru duduk.
"seru sekali". Daniel yang menjawab pertanyaan Fahra dia duduk tepat di belakang Merisha, sementara Merisha hanya diam.
"baiklah, semoga kalian bisa akur". Fahra kembali menghadap ke depan karena dosen sudah masuk.
Setelah beberapa jam kelas selesai.
Merisha, Fahra dan Daniel keluar bersamaan.
"Merisha, maukah kau ikut aku berbelanja besok.
kita suda jarang sekali keluar bersama, apa lagi saat kau.. ". Merisha menutup mulut Fahra dengan tangannya.
Dia tidak mau orang-orang di kampus tau kalau dia sudah menikah.
"baiklah baiklah, lepaskan". Merisha menurunkan tangannya dari mulut Fahra.
"aku harus minta izin dulu". ucap merihsa.
"ya ya baiklah, bagaimanapun juga kau sekarang sudah tak sebebas dulu lagi, walaupun kau memang tidak pernah terlalu peduli dengan dunia luar. Tapi jika dia mengizinkan kau harus memberitahu ku ya". "iyaa".
Daniel yang mendengar percakapan dua orang sahabat itu langsung menengahi.
"apa aku boleh ikut". ucap Daniel dari belakang Merisha dan Fahra.
Merihsa tidak menjawab.
"memangnya kau mau beli apa, ini urusan perempuan, laki-laki tidak boleh ikut". ucap Fahra heran. Memangnya dia anak laki-laki tidak malu ikut belanja bersama anak perempuan.
"aku mau beli hadiah untuk kalian teman baru ku, boleh ya aku mohon. aku juga ingin mendekatkan diri ku lebih lagi dengan kalian. ya". dengan wajah manis nya Daniel tidak susah-susah untuk membujuk Fahra.
Fahra yang melihat wajah memelas Daniel langsung luluh.
"apa kau mau dia ikut Merisha". Fahra khawatir dengan Merisha karena dia dari tadi tidak berbicara.
Setelah perencanaan untuk pergi belanja bersama, mereka bertiga sekarang berada di luar kampus untuk pulang.
"Merisha, mobil mu mana". Fahra tidak melihat mobil Merisha di parkiran seperti biasa.
"ohh.. mobilku ada di rumah, dan aku akan di jemput seseorang".
Daniel seperti mendapat kesempatan untuk dekat dengan Merisha, tapi sayang nya saat dia ingin menawarkan diri terlihat sebuah mobil yang berhenti di depan mereka.
Raut wajah Merisha yang tadi nya datar saat melihat mobil itu raut nya berubah 180 derajat.
Daniel penasaran siapa di dalam mobil itu.
"baiklah kalian berdua aku pulang duluan ya, Fahra nanti aku akan menghubungi mu jika dia mengizinkan". Merisha melambaikan tangan singkat dan di balas lambaian juga dari Fahra dan Daniel.
Merisha masuk ke dalam mobil dan mobil tersebut langsung melejit ke jalan yang ramai.
Sekarang tersisa Fahra bersama Daniel.
Daniel masih penasaran siapa di dalam mobil itu, akhirnya dia bertanya pada Fahra.
"Fahra, siapa yang menjemput Merisha tadi".
"seseorang. ya sudah aku pulang ya, daah".
Fahra menjawab pertanyaan Daniel dengan teka teki sehingga Daniel menjadi semakin penasaran.
siapa menjemput Merisha tadi ya.
{Di dalam mobil}
"siapa pria yang bersama mu dan teman mu tadi". tanya Reyhan pada Merisha yang duduk di pangkuan nya.
Saat Reyhan melihat Merisha bersama pria lain (walaupun Fahra ada disana), dia merasa hati nya terasa panas.
Dan saat Merisha masuk ke mobil dia langsung menarik tangan Merisha untuk duduk di pangkuannya.
Bersambung!!