
Merisha berpamitan pada ibu mertua nya.
Ibu nya langsung memeluk dan membisikan sesuatu pada Merisha.
"buatkan cucu untuk ibu ya". goda ibu pada Merisha yang kini wajah nya sudah merah padam.
"ibu, ini cuma perjalanan bisnis".
"siapa tau kan". kata ibu tersenyum jahil sambil menyenggol bahu Merisha.
Reyhan langsung menarik tangan Merisha dan mendekap nya seakan ibu nya hampir merebut Merisha dari nya.
"ibu jangan menggoda, hanya aku yang boleh menggoda nya". ucap Reyhan sambil mengecup pipi Merisha.
"ya sudah kalau begitu, kau harus menjaga menantu ku dengan baik atau bukan hanya aku yang bisa menggoda nya tapi orang lain juga bisa".
"ibu tenang saja jika ada yang berani menggoda dia maka mereka akan ku habisi".
"baiklah kami berangkat". lanjut Reyhan sambil menggandeng tangan Merisha dan meninggalkan ibu nya yang masih menatap kepergian mereka dengan senyum bahagia.
"Merisha, jangan lupa buat ya". teriak ibu dari dalam rumah.
Merisha yang mendengar teriakan ibu mertua nya menjadi tergugup dan wajah memerah nya sangat terlihat.
"kau sakit". tanya Reyhan sambil membolak balik telapak tangannya di dahi Merisha.
"tidak tidak". jawab Merisha dengan gelengan yang kuat.
Reyhan mengiyakan dan langsung membawa Merisha masuk ke mobil dan mereka menuju bandara.
{ dalam pesawat }
"kau tidak kaget kalau aku punya pesawat pribadi". tanya Reyhan sambil memainkan rambut Merisha.
"buat apa aku kaget kau kaya mana mungkin tidak bisa punya pesawat sendiri bahkan mungkin kau punya bandara sendiri".
Jawab Merisha santai sambil memandang pemandangan dari jendela kecil pesawat.
Reyhan masih sibuk dengan dokumen-dokumennya bersama Abi yang juga sedang memberitahukan pada Reyhan tentang perusahaan.
Sementara Merisha sibuk mengagumi pemandangan di jendela.
Kota besar yang jika dilihat dari atas seperti sekumpulan semut dan juga lautan biru yang luas bahkan seperti tak berujung.
Dan lihat lah langit biru dan awan yang menghiasi nya.
Merisha terhitung jarang jalan-jalan seperti ini karena jika ayah tidak ikut maka dia juga tidak ikut, mungkin Merisha di anggap sebagai nona muda yang manja, tapi berbeda jika sudah mengenal nya dengan jauh.
Dia tidak ingin meninggalkan ayah nya sendiri jika dia bersenang-senang di luar.
Tak terasa air mata Merisha menetes tanpa ia mau. Kali ini bukan akting ya.
Merisha merasakan aliran hangat di pipinya dan menyentuh nya dengan ujung jari.
haha aku nangis. aku gak mau jadi cengeng, hikss..
aku rindu ayah.
Merisha menghembuskan napas dari mulut nya dengan keras dan mencoba menahan air mata nya agar tidak jatuh.
Tapi sia-sia air mata nya tidak dapat di bendung, Merisha bahkan menggigit bibir bawah nya supaya tidak mengeluarkan isakan.
Reyhan yang seperti mendengar sesuatu langsung menoleh pada Merisha dan melihat kalau tubuh Merisha bergetar karena menahan tangis.
Reyhan segera menyuruh Abi mengambilkan selimut dan dengan sigap Abi langsung beranjak dan mengambil sebuah selimut lalu diserahkan pada Reyhan.
Reyhan langsung menarik bahu Merisha dan meletakan kepala Merisha di pangkuannya.
Lalu menutup seluruh tubuh Merisha dengan selimut itu.
Merisha sedikit kaget dengan perlakuan Reyhan, tapi dia juga merasa nyaman.
Dari atas kepala sampai ujung kaki Merisha tertutup habis.
apa dia tau kalau aku tadi nangis.
Daripada memberontak, Merisha merasa lebih tenang sekarang.
Karena memang sudah lelah dan sehabis menangis, Merisha pun tiba-tiba mengantuk.
Merisha tersenyum dan mengucapkan sesuatu pada Reyhan.
"terima kasih Reyhan terima kasih". ucap Merisha pelan sampai dia tertidur dengan sendiri nya.
Reyhan tidak menjawab, tapi dia ikut tersenyum dan mengusap kepala Merisha yang di balik selimut.
Mungkin perjalanan bisnis kali ini bisa menghasilkan perubahan pada Merisha.
Seperti dia yang merubah sikap Reyhan menjadi lebih sering tertawa sekarang, dan mungkin Reyhan bisa mengubah sikap Merisha untuk lebih terbuka.
Seperti inilah tugas suami istri sebenarnya, saling membutuhkan, saling melengkapi, saling berbagi sandaran dalam suka dan duka dan juga saling mencintai.
Biarkan cinta mengalir layaknya aliran sungai, dan mungkin pernah menghantam batu, tapi biarkan batu itu yang membuat pasangan kita untuk lebih kuat dalam menghadapi semua masalah.
Bersambung!!!